BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
86


__ADS_3

Acara makan makan pun selesai, Aditya mengajak Bunga masuk disalah satu kamar VVIP yang sudah disiapkan papanya. Teman dan keluarga Aditya maupun Bunga pun juga ikut menginap malam ini.


Setelah masuk ke dalam kamar Bunga nampak terkejut karena kamar yang ia masuki sudah dihiasi bunga - bunga hidup yang di rangkai menjadi kata - kata **"Happy Wedding Tuan dan Nyonya Aditya". ** Lantai kamar juga dipenuhi dengan kelopak bunga mawar, diatas tempat tidur juga ditaburi kelopak mawar dengan bentuh love.


" Terima kasih sayang " ucap Bunga mendekati Aditya dan memeluknya.


"Ini belum semuanya sayang" ucap Aditya.


"Apa lagi sayang" tanya Bunga penasaran.


Aditya mengalungkan kalung emas dengan liontin bunga yang ditaburi dengan berlian, kalung sangat simpel namun sangat elegan ketika dilihat.


"Cantik sekali sayang" ucap Bunga sambil berjalan mendekati kaca untuk melihat lebih jelas hadiah yang diberikan Aditya.


"Kamu suka" tanya Aditya mendekati Bunga dan memeluknya dari belakang.


"Suka sekali sayang, terima kasih" ucap Bunga, sambil berbalik memeluk Aditya.


Mereka cukup lama saling berpelukan mesra, tiba - tiba ada suara pintu di ketuk dari luar. Aditya yang berniat ingin mencium Bunga jadi terpaksa mengurungkannya dan berceloteh "Mengganggu saja".

__ADS_1


"Ya tunggu sebentar" ucap Aditya mendekati pintu.


"Maaf tuan menggangu" ucap pelayan kamar. "Saya mengantarkan pesanan Tuan" tambahnya.


"Baik, terima kasih" ucap Aditya sambil menerima paper bag yang dibawa oleh pelayan tadi.


Setelah pelayan pergi Aditya masuk ke dalam kamar, namun dia tidak mendapati Bunga ditempatnya semula. "Sayang kamu dimana?' tanya Aditya. Terdengar suara air kran dikamar mandi, Aditya kemudian mendekat "Sayang apa kamu didalam" tanya Aditya lagi.


"Iya sayang aku mandi duluan, badanku lengket" ucap Bunga dari dalam kamar mandi.


"Mandi bareng yuk" ucap Aditya menggoda.


Aditya yang mendengar ucapan Bunga merasa sedikit kecewa, namun dia juga tidak ingin memaksa Bunga untuk malam pertama malam ini.


Tak lama Bunga keluar dari kamar memakai handuk kimono putih, wajahnya segar dan kelihatan begitu menggoda. "Ayo sayang giliran kamu mandi" ucap Bunga setelah melihat Aditya duduk di sofa.


"Beneran ini kita tidak malam pertama" ucap Aditya menggoda Bunga.


"Ayo sana mandi, kamu bau" ucap Bunga sambil mendorong Aditya masuk ke dalam kamar mandi. Aditya hanya bisa pasrah, hasratnya malam ini tidak bisa disalurkan.

__ADS_1


Bunga tertawa puas setelah melihat wajah melas suaminya, sebenarnya Bunga juga tidak tega melihat wajah melas suaminya yang ingin sekali malam pertama, namun apa boleh buat Bunga merasa pegal sekali badannya. Yang ingin dia lakukan hanyalah tidur untuk malam ini.


Aditya keluar dari kamar mandi dilihatnya istrinya sudah tertidur pulas diatas kasur yang masih menggunakan handuk kimononya. Aditya kemudian menyelimuti tubuh istrinya dan ikut berbaring di sebelahnya. Malam ini dia hanya bisa memeluk istrinya untuk tidur.


....


Keesokan harinya Bunga membuka matanya, dia merasa tubuhnya ada yang menindihnya. Ya tentu saja Aditya tidur dengan memeluk Bunga dengan erat. Bunga tersenyum wajah tampan suaminya yang masih tertidur. "Cakep ya aku" ucap Aditya mengagetkan Bunga.


"Suaminya siapa dulu" ucap Bunga kemudian mencium Aditya. "Selamat pagi sayang" tambahnya.


Ciuman Bunga dibalas dengan l*m*tan oleh Aditya, mereka saling bertautan menikmati ciuman dan berlanjut dengan tangan Aditya membuka tali handuk kimono Bunga. Kemudian Aditya mulai menjelajah ditubuh Bunga yang sudah toples, Aditya menurunkan ciumannya ke leher dan menjalar keseluruh tubuh Bunga, tidak ada satupun yang dilewatkan oleh Aditya. Akhirnya mereka melewati malam pengantin dengan beberapa ronde pergumulan yang membuat Bunga merasakan lelah yang luar biasa dan nyeri dibagian kewanitaannya. Bunga yang sudah tidak bisa bangun akhirnya tertidur didekapan Aditya.


Aditya menatap wajah Bunga yang sedang tidur terlelap disampingnya "Terima kasih untuk malam ini, aku akan menjagamu sampai maut memisahkan kita. Aku mencintaimu" bisik nya. Aditya memeluk Bunga dan ikut memejamkan mata.


Malam ini Aditya sangat puas, karena hasrat yang ia tahan mendapatkan balasan yang sangat memuaskan. Bunga mau berpacaran dengan Aditya, dengan syarat bahwa mereka tidak akan melakukan hubungan badan sebelum merek menikah. Bunga ingin memberikan kesuciannya untuk suaminya kelak, dia ingin memberikan kado kesuciannya untuk suaminya. Aditya menyetujui syarat yang diberikan oleh Bunga, karena dia yakin, dialah suaminya kelak. Walaupun dia pasti sulit untuk menahan nafsu ketika bersama Bunga nanti, namun dia akan mencobanya karena cinta yang tulus dia berikan untuk Bunga.


Tamat...


Terima kasih sudah membaca novel saya, saya masih belajar kata-kata yang enak untuk kalian baca. Semoga saya bisa menulis kembali dilain waktu dengan cerita yang lebih menarik lagi. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2