
Sebuah motor mau menyerempet Bunga, tapi Aditya menarik Bunga untuk menghindar, tapi sial Aditya malah jatuh tersungkur. Aditya mengernyit kesakitan, Bunga kaget melihat Aditya yang terjatuh. Motor yang menyerempet Bunga kabur begitu saja. "Hai jangan kabur kau" teriak Aditya kesal. Bunga mendekati Aditya dan menanyakan keadaannya. "Apa kau baik-baik saja" tanya Bunga cemas. "Ya, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir" jawab Aditya tenang. "Tapi tanganmu lecet" ucap Bunga sambil memegang tangan Aditya. "Aduh" Aditya kesakitan saat tangannya dipegang Bunga. "Ayo ikut aku" pinta Bunga. Aditya hanya diam dan mengikuti Bunga dari belakang.
Sampailah Bunga di toko kuenya, "ayo masuk" pinta Bunga kepada Aditya. Bunga masuk dan di ikuti Aditya. " Kenapa dia membawaku ke sini" gumam Aditya. " Duduk dan tunggulah disini" pinta Bunga, sambil masuk ke dalam sebuah ruangan. Aditya melihat ke sekeliling toko, tatapannya jatuh pada sebuah papan nama toko tersebut. "Apa ini toko miliknya" gumam Aditya dalam hati, terus terhanyut dalam pikirannya.
Tanpa disadari Aditya, Bunga sudah dihadapan nya sambil membawa kotak obat ditangannya. "Aduh sakit, teriak Aditya, Bunga sudah mengangkat tangan Aditya untuk mengobati lukanya.
"Luka begini saja sudah cengeng" gerutu Bunga.
"Apa yang kau bilang" tanya Aditya.
"Apa kau tidak mau aku obati lukamu" jawab Bunga dengan nada sedikit keras.
__ADS_1
Aditya hanya diam dan Bunga melanjutkan mengobati luka gores Aditya. Keheningan terjadi antar mereka berdua. Aditya terus saja melihat Bunga merawat lukanya, tanpa berkedip.
"Selamat datang" ucap Rina saat melihat pelanggan datang.
Aditya sontak terkejut mendengar Rina menyambut pelanggan masuk. "Apa dia tidak bisa pelan sedikit bicaranya" gumam Aditya, bikin terkejut saja. "Kau saja yang melamun tidak melihat ada tamu datang" jelas Bunga, sambil tersenyum senang melihat Aditya yang terkejut.
"Apa ini toko milikmu?" tanya Aditya penasaran, karena nama toko iku ada nama Bunga didalamnya. Dan Bunga leluasa di dalam toko tersebut.
Bunga mengiyakan dengan cuek dan melanjutkan mengobati luka Aditya. Selesai mengobati, Bunga menyuruh Rina untuk membuatkan teh buat Aditya, tapi Aditya menolaknya karena harus kembali ke kantor secepatnya. Aditya pamit kepada Bunga, sebelum pergi Aditya meminta Bunga untuk berhati-hati lagi kalo berjalan sendirian. "Kamu masih mempunyai hutang penjelasan kepada" ucap Aditya sambil pergi meninggalkan toko Bunga. "Aneh sekali laki-laki ini" gumam Bunga. "Tidak aneh Bu, tuan itu menyukai Bu Bunga" ucap Rina sambil tersenyum senang, melihat majikan nya ada yang menyukai. "Ngaco kamu, mana ada dia suka sama aku" bantah Bunga.
Aditya POV
__ADS_1
Aditya melaju mobilnya dengan hati-hati, karena luka ditangannya sedikit mempersulit untuk mengendari mobil. Sesampai di perusahannya, Arya kaget melihat bos nya terluka dan segera menanyakan keadaannya.
"Apa yang terjadi tuan, kenapa tangan tuan bisa terluka" tanya Arya mengkhawatirkan bosnya tersebut.
"Tidak ada apa-apa, tadi cuma jatuh keserempet motor. Luka ku juga sudah ada yang mengobatinya, jadi kamu tidak perlu khawatir" jelas Aditya, sambil mengingat Bunga yang mengobatinya tadi (sambil tersenyum-senyum senang). Aditya kembali bekerja.
Sebelum malam Aditya sudah menyelesaikan pekerjaannya, dan pulang ke rumah untuk beristirahat, tapi dia mengurungkan niatnya untuk pulang cepat. Dia berniat mau mampir ke toko milik Bunga lagi, dia berniat mau mengantar Bunga pulang. Sesampai di sana Aditya kecewa, karena sudah tutup. "Aku telat" gumam Aditya dalam hati, kemudian Aditya melanjutkan untuk pulang beristirahat saja.
.
.
__ADS_1
Bunga menutup tokonya lebih awal karena kuenya sudah laku terjual, dan dia juga merasa sangat lelah hari ini. Bunga pulang dengan menaiki taksi. "Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya ya" gumam Bunga.
Jangan lupa like, komen dan vote ya... semoga suka dengan cerita saya, terima kasih... 🤗🤗🤗