BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
3


__ADS_3

Arya : " Bos, ini data yang anda inginkan",


Aditya pun segera membaca data tersebut. Dengan seksama dia membaca data diri Bunga. Dia berencana mau menemui Bunga malam ini, untuk membujuk tawaran nya. Kenapa Aditya memilih Bunga, karena di dalam pikirannya Bunga adalah wanita rendahan yang di matanya hanya ada duit duit dan duit saja.


Malam hari,


Hari ini Bunga tidak ada pertunjukan. Kalo tidak menari Bunga menjaga toko kue nya, selain pandai menari Bunga juga pandai membuat kue. Dia membuka toko kue sudah 2tahun, toko itu dia buka dengan hasil dia menari. Dia hanya merekrut 1 karyawan saja untuk menjaga toko nya, karena Bunga masih ada waktu untuk membantu.


Malam ini banyak sekali pengunjung yang silih berganti membeli kue di toko Bunga. Serasa sudah sepi Bunga ingin pergi keluar membeli makan.


Bunga : "Mbak, saya pergi makan dulu ya, nanti saya bawakan". Sambil berlalu pergi.


Rina (pegawai Bunga) : "Iya Bu, silahkan".


Bunga pergi menyusuri jalanan kota untuk membeli makanan. Tak selang beberapa menit Bunga sampai di restoran chinees langganan nya . Bunga memesan capjai, dan membungkus nasi goreng buat Rina. Sambil menunggu pesanannya, Bunga mengambil telepon dari tas nya untuk menelepon ibunya. Karena seharian tadi dia tidak pulang setelah mengajar menari.


Bunga : "Halo Ibu"


Ibu Bunga : "Ya nak, ada apa?"


Bunga : "Ibu sudah makan?"


Ibu Bunga : "Sudah Nak, kamu?"


Bunga : "Ini Bu lagi menunggu pesanan ku di buat".


Ibu Bunga : "Makan apa kamu?"


Bunga : "Capjai"

__ADS_1


Ibu Bunga : "Ya, pulang nanti hati-hati, jaga diri baik-baik" Ibu sayang Bunga.


Bunga : "Bunga juga sayang Ibu, iya nanti Bunga akan hati-hati pulangnya. Ibu cepat istirahat sudah malam".


Ibu Bunga : "Ya nak"


Bunga memutuskan telepon dengan ibunya, disaat itu juga pesanannya juga sudah siap. Bunga makan dengan lahap, maklum seharian dia cuma makan sekali saja. Selesai makan Bunga membayar dan membawa bungkusan untuk Rani karyawannya.


Sampai di toko Bunga menyerahkan kan nasi goreng ke Rani, "makanlah dulu, biar aku yang membereskannya". Waktu Bunga datang toko sudah tutup, kue - kue sudah habis, Rina belum pulang karena masih bersih-bersih dan merapikan toko.


Rani : "Ya, Bu. Terima kasih".


Bunga : "Sama-sama". Cepat makan sana, keburu dingin tidak enak nanti.


Bunga melanjutkan bersih-bersih dan merapikan toko nya. Setelah selesai semua dan Rani selesai makan Bunga menutup tokonya.


Bunga : "Sampai ketemu besok Rani, terima kasih untuk hari ini".


Bunga dan Rani berpisah, karena arah rumah mereka berbeda. Bunga berjalan mencari taksi, karena hari ini dia lelah sekali dan sudah tidak kuat lagi untuk berjalan pulang.


"Mau ku beri tumpangan" sapa laki-laki tiba-tiba. Tak lain dan tak bukan adalah Aditya.


"Kenapa dia lagi" gumam Bunga. Kok sial sekali aku selalu bertemu dengan laki-laki ini.


"Mau apa lagi kamu, kita tidak pernah ada urusan yang belum selesai kenapa kau terus-terus mengganggu ku".


"Siapa yang mengganggu mu, aku cuma menawarkan tumpangan buat mu, kalo tidak mau juga tidak apa-apa". Tapi ini sudah malam, taksi juga sudah mulai jarang di daerah sini. Kalo kamu masih menunggu taksi, baru besok kamu dapat nya.


"Benar, malam ini toko ku tutup memang telat, biasanya jam 8 sudah tutup, hari ini jam 10 baru tutup. Hari ini banyak peminatnya dan banyak pesanan juga. Tapi aku tidak kenal dia, bagaimana kalo aku nanti di culik, terus di jadikan wanita simpanan. Haduh bagaimana ini?" dalam hati Bunga.

__ADS_1


"Hai wanita bodoh, mau apa tidak, kenapa diam saja di situ kayak patung" teriak Aditya kesal.


"Baiklah"


Bunga masuk ke dalam mobil.


Aditya : "Alamat rumahmu mana?"


Bunga : "Jl. xx no xx


Tanpa tanya lagi Aditya langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang di katakan Bunga tadi.


Beberapa menit kemudian, mobil Aditya sudah sampai di alamat yang di tuju, Bunga turun dari mobil.


Bunga : "Terima kasih"


Aditya : "Cuma itu, tidak bisakah kau memberi ku jamuan kopi atau air putih sebagai upah".


Bunga : "Tidak, ucapan terima kasih sudah cukup. Aku tidak menyuruhmu untuk mengantar ku pulang, kamu sendiri yang memintanya".


Aditya : "Dasar cewek pelit"


Pintu rumah terbuka, Ibu yang melihat putri nya diantar cowok langsung cepat-cepat keluar untuk menemui mereka.


"Bunga, kenapa tidak di ajak masuk temannya" kata ibu.


"Tidak ibu, dia sudah mau pamit kok, ini juga sudah malam, sambil mengedipkan mata ke arah Aditya".


"Kenal kan nama saya Aditya, sambil mengulurkan tangan ke ibu Bunga, maaf saya tidak bisa mampir, lain kali saja saya mampir, terima kasih, Saya pamit dulu Bu, Permisi". Aditya pun masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraan nya.

__ADS_1


"Laki-laki yang aneh" gumam Bunga, sambil masuk rumahnya.


Tolong di like komen.. semoga suka, terima kasih.


__ADS_2