
Hujan turun dengan derasnya. Bunga masih di toko, masih sore juga.
"Rina, hujannya cukup deras, apa kita tutup aja ya" tanya Bunga ke pegawainya.
" Tapi kue-kue nya tinggal sedikit Bu, apa tidak apa-apa kalo kita tutup sekarang, sapa tau masih ada orang yang membelinya" jawab Rina.
"Tidak apa-apa, sebagain kamu bawa pulang dan sebagain biar aku bawa pulang, nanti dijalan aku kasihkan ke orang-orang yang membutuhkan" jelas Bunga ke Rina.
Hujan sudah berubah jadi gerimis, tapi Bunga dan Rina juga belum pulang dari toko, karena masing-masing tidak membawa payung.
Tiba-tiba suara telepon Bunga berbunyi, Bunga mengangkat telepon nya. "Halo Bunga, kamu dimana?" tanya seseorang di dalam telepon.
__ADS_1
" Ya bos saya di toko, ada apa?" jawab Bunga. " Apa kamu bisa ke sini, Kirana tidak bisa mengisi tarian malam ini" tanya bos Bunga.
"Apa tidak ada pengganti yang lainnya bos, disini hujan" ucap Bunga, melihat di luar hujan kembali deras.
"Yang cocok menggantikan Kirana hanya kamu, jadi saya mohon bantu saya kali ini" pinta Bos. "Biar sopir ku yang menjemputmu, kau tidak usah khawatir" tambah Bos, untuk menyakinkan Bunga.
"Baiklah bos, saya tunggu di toko" jawab Bunga.
"Kamu siap-siap Rina, sebelum menari aku antar kamu pulang dulu, hujan juga tak kunjung reda" perintah Bunga.
"Tidak, jangan khawatir masih ada waktu kok untuk mengantarmu pulang dulu" Bunga memperjelas.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, mobil jemputan Bunga datang. Bunga dan Rina, menutup toko dan masuk ke mobil. "Pak, tolong antar nona ini dulu ya, alamatnya jalan xx, kita searah kan" tanya Bunga kepada sopir bosnya. "Iya, nona searah" jawab sopir tersebut.
Mobil melaju dengan pelan, karena hujan masih deras. Setelah mengantar Rina, Bunga pamit pergi. Bunga melanjutkan perjalanan menuju gedung pertunjukan.
Bunga sampai di gedung pertunjukan, segera Bunga menuju ruang rias. Untung saja make up dan kostum Bunga ditinggal di loker di gedung pertunjukan. Begitu melihat Bunga siap-siap, Bos begitu senang.
"Terima kasih dan Semangat" ucap bos dan tersenyum tipis.
Bunga membalas senyum itu, dan melanjutkan merias diri. Selesai bersiap-siap Bunga menuju panggung, Bunga seperti biasanya menari, tiba tiba Bunga tergelincir, kaki nya terluka. Bunga di papah keluar panggung dan segera dibawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Bunga di periksa dokter jaga. "Bagaimana keadaannya dokter" tanya bos Bunga kepada dokter. "Maaf, tuan kakinya patah, dia harus segera di operasi" jawab dokter tersebut.
Bos Bunga tidak berani menjawab, dia segera menelepon Sonia. "Halo Sonia, bisa kau ke rumah sakit B" pinta Bosnya Bunga. "Ada apa, apa yang terjadi Lex" tanya Sonia. "Anakmu Bunga waktu menari terjadi kecelakaan, kakinya patah dan harus di operasi sesegera mungkin" jelas bosnya Bunga. "Apa, bukannya hari ini dia tidak ada jadwal menari" tanya Sonia sambil menangis. " Nanti aku jelaskan, cepat kau datang kemari" tegas bosnya Bunga. Telepon pun ditutup. Sonia segera menelepon taksi, tak lama taksi datang dan mengantar Sonia ke rumah sakit.
__ADS_1
Bosnya Bunga bernama Alex, dulu dia juga bosnya Sonia. Karena Sonia sudah tua, jadi digantikan Bunga pekerjaannya. Alex adalah seorang pria tua, tapi memiliki sopan santun yang cukup baik, dia tidak pernah membeda-bedakan anak buahnya. Jauh dari sombong untuk orang yang dikenalnya, tapi jika orang tidak mengenalnya akan mengira dia adalah seorang pria tua yang sombong. Alex sudah menganggap Bunga seperti anaknya sendiri, karena Bunga ada anak dari sahabat Alex, dalam arti ayah Bunga adalah sahabat Alex. Waktu muda Alex juga menaruh hati kepada Sonia, tapi ayahnya Bunga dulu yang mendapatkan hati Sonia. Sonia dulu bekerja untuk ayah Alex, setelah meninggal ayah Alex mewariskan nya ke Alex.
Jangan lupa like dan komen ya, semoga suka dan jadi favorite... Terima kasih dukungannya🤗🤗🤗