BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
37


__ADS_3

Rina menuju ke bagian administrasi untuk melunasi semua tagihannya, tapi semua nya sudah dilunasi seseorang. "Apa tuan Rian ya" gumam Rina dalam hatinya. Rina pun pergi menemui ibunya kembali untuk mengajaknya pulang, dikamar inap ibunya terdengar suara canda tawa. Rina membuka pintu, dilihatnya Rian sedang bercanda dengan dengan ibunya, dia masuk dan memberitahu ibunya kalau sekarang sudah boleh pulang. "Biar aku antar" ucap Rian. "Apa tidak merepotkan nak Rian" tanya ibunya Rina. "Tidak ibu, hari ini saya libur bekerja" jawab Rian meyakinkan. "Baiklah nak, ibu dan Rina tidak akan menolak jika kami tidak merepotkan mu" ucap ibunya Rina.


Rina sudah berbenah sebelum dia pergi ke bagian administrasi, sekarang dia tinggal membantu ibunya berjalan meninggalkan rumah sakit. Rian mengantar Rina dan ibunya pulang ke rumahnya, dijalan Rina hanya diam saja. Sebenarnya dia ingin sekali bertanya apakah benar Rian yang sudah membantunya mengurus administrasi ibunya tadi. Tapi Rina tidak berani bertanya karena masih ada ibunya, dia berencana menanyakannya kalau sudah tidak ada ibunya didepannya. Rina takut ibunya marah besar karena merepotkan orang lain, apalagi orang yang baru dikenal.

__ADS_1


Sampai dirumah Rina, Rian segera turun dari mobil untuk membantu ibunya Rina turun dari mobil. Rina kaget melihat Rian sangatlah sopan dan sayang kepada orang yang lebih tua. Sampai di dalam rumah, Rina membantu ibunya masuk kedalam kamar untuk beristirahat, dan meminta Rian untuk menunggunya di ruang tamu. "Ibu istirahat dulu, saya mau membuatkan minum buat Rian. Kalau ada apa-apa ibu panggil Rina saja" pinta Rina sambil membantu ibunya tidur di atas kasur.


Rina keluar dari kamar ibunya, kemudian menuju dapur membuatkan kopi buat Rian, sebelum sudah menanyakan terlebih dulu Rian mau minum apa. Tak lama Rina sudah membawakan secangkir kopi, dia meletakkan di meja dan Rina ikut duduk di sebelah Rian. "Lebih baik ibumu tidak usah bekerja lagi" ucap Rian sambil meneguk kopi buatan Rina. "Sebenarnya aku sudah melarangnya bekerja, tapi karena ayah ku meninggalkan hutang yang harus kami bayar, jadi ibu bersikeras untuk bekerja" jelas Rina. "Berapa dan dimana ayahmu meninggalkan hutangnya" tanya Rian. "Di perusahaan C soal nominal maaf saya tidak bisa menjawab" jawab Rina. Rian mengambil hp dari sakunya, dia menelepon sekretarisnya. Setelah tersambung Rian memberikan perintah kepada sekretarisnya, dirasa penjelasannya sudah cukup Rian menutup panggilannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu susah payah mau menolong ku, aku bukan siapa siapa mu" tanya Rina. "Karena aku mau kau jadi siapa-siapaku" jelas Rian. Rina bingung mendengar jawaban Rian, "Apa maksudmu?" tanya Rina. "Kamu pikirkan saja sendiri, aku lapar apa kau tidak ada makanan" tanya Rian memotong pertanyaan Rina. "Tunggu disini, aku lihat apa ada bahan makanan di dalam dapur" ucap Rina, sambil beranjak dari duduknya menuju dapur. Sampai di dapur Rina melihat beberapa sayur segar di kulkasnya dan udang. "Aku buatkan cap jay sajalah yang praktis" gumam Rina. Sebelum memasak cap jay, Rina memasak nasi terlebih dahulu. Rian merasa bosan hanya menunggu, kemudian dia menyusul Rina ke dapur, dilihatnya Rina sangat menawan saat memasak. "Pilihanku tidak salah, dia masak saja kelihatan cantik" gumam Rian dalam pikirannya. Rina yang asyik memasak, tanpa sadar kalau Rian memperhatikannya.


Terima kasih, semoga suka dengan novel saya... jangan lupa like, komen dan vote 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2