BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
20


__ADS_3

Hujan tiba-tiba turun malam itu. Bunga pergi mandi, setelah mandi dia segera pergi tidur karena kantuk yang sudah tidak bisa di tahannya.


Tok tok , suara pintu di ketuk.


"Siapa ya malam-malam begini bertamu, hujan - hujan pula" gumam Sonia, yang saat itu hendak masuk ke kamarnya setelah mengecek keadaan dapur yang ditinggalnya seharian. Sonia selalu mengecek dapur sebelum tidur, dia akan mencuci piring kotor yang lupa dicuci tadi siang atau malamnya. Dapurnya harus bersih kalau ditinggal tidur, dia takut dapurnya jadi sarang kecoa atau tikus.


Sonia membuka pintu, dia terkejut melihat Aditya yang basah kuyup. "Nak Aditya, kok belum pulang?" tanya Sonia.


"Ya Bu, mobil Aditya mogok dan Aditya tidak tahu bengkel di dekat sini, tadi telpon Bunga dia juga tidak tahu" jawabnya.


"Ayo masuk" pinta Sonia.


"Makasih Bu" jawab Aditya sambil mengikuti Sonia yang masuk terlebih dulu.


"Tunggu disini ibu ambilkan handuk dulu, kamu basah kuyup kayak gitu nanti sakit" pinta Sonia, kemudian Sonia pergi mengambil handuk untuk Aditya di sebuah kamar.


Aditya menunggu Sonia didepan pintu, tak lama Sonia kembali dengan membawa handuk dan pakaian ganti.


"Pergilah ke kamar mandi keringkan badanmu dan gantilah pakaian basah mu dengan ini, pakaian ini milik ayah Bunga, semoga pas sama badanmu" pinta Sonia.


Aditya pergi mengikuti ucapan Sonia, dia segera pergi ke kamar mandi untuk mengeringkan rambut dan berganti pakaian. Sonia sudah menunggu Aditya di sofa tamu, tak lama Aditya kembali dengan pakaian kering. Sonia menyuruh Aditya untuk tidur dirumahnya malam ini, karena hujan semakin deras. Aditya mengiyakan, dan mulai tidur di sofa tamu, karena rumah Sonia hanya memiliki 2 kamar utama dan 1 kamar untuk menaruh perkakas - perkakas. 2 kamar itu ditempati Bunga dan Sonia, dan saat ini Bunga sudah tidur. Rencana Sonia akan menyuruh Bunga untuk pindah tidur bersama nya, tapi Aditya melarang supaya Sonia tidak mengganggu Bunga yang sudah terlelap tidur. Aditya tidak mempermasalahkan dia dimana tidurnya, dia sudah berterima kasih sudah di beri ijin untuk menginap di rumahnya. Sonia pun meninggalkan Aditya untuk beristirahat, dia pun segera masuk ke kamar dan beristirahat juga.


.


.

__ADS_1


.


.


Malam berlalu dengan cepatnya, pagi hari pun tiba. Bunga bangun dari tidurnya, dia turun dari ranjang dan menuju dapur untuk melihat apakah ibunya sudah bangun untuk memasak, jika iya dia mau membantunya. Bunga tidak menyadari kalo ada seseorang yang tidur di sofa, dia terus saja berjalan menuju dapur. Aditya yang sudah bangun, tapi masih malas bangun melihat Bunga bangun diam-diam memperhatikan wanita itu. "Dia cantik sekali habis bangun tidur" gumam Aditya.


Bunga tiba di dapur dan heran melihat ibunya menyiapkan sarapan untuk tiga orang, padahal dia cuma tinggal berdua dengan ibunya.


"Ibu apa pagi ini kita kedatangan tamu?" tanya Bunga sambil mengambil air putih untuk menyejukkan tenggorokannya.


"Apa kamu tidak melihat seseorang tidur di sofa" tanya balik Sonia kepada anaknya.


"Memang ada orang di sofa Bu, tadi Bunga lewat gak ada siapa-siapa" jawab Bunga sambil meminum air putih yang diambilnya.


Bunga menoleh dan terkejut melihat laki-laki yang sedang berdiri di sampingnya. Air minum yang di minum Bunga muncrat mengenai wajah Aditya, sangking terkejutnya.


"Hai memang aku belum mandi, tapi tidak juga kau mandiin aku pakai air dimulut mu" ucap Aditya kesal sambil mengelap wajahnya yang terkenal muncratan air dari mulut Bunga.


"Siapa suruh mengagetkan aku dan kenapa kau pagi-pagi sudah bertamu?" tanya Bunga sambil menahan antara kesal n tawa.


"Dia semalam menginap disini Nak, mobilnya belum bisa diperbaiki. Kamu tahu sendiri hujan begitu derasnya tadi malam" jawab Sonia, tiba-tiba untuk menengahi Bunga dan Aditya.


Sonia menyuruh Aditya dan anaknya untuk duduk sarapan.


"Bu habis ini Aditya pamit ya, montir sudah datang" ucap Aditya di sela makannya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi habiskan dulu sarapan mu dan mandilah dulu, pakaianmu sudah ibu keringkan, sudah bisa kau pakai lagi" jelas Sonia.


"Maaf ya Bu, merepotkan ibu jadinya" ucap Aditya malu.


"Udah tahu tapi tetap saja ke sini merepotkan ibu ku" ucap Bunga lirih.


"Kamu bicara apa" tanya Aditya kepada Bunga.


"Tidak, aku cuma bilang masakan ibu enak sekali pagi ini" ucap Bunga sambil meledek Aditya.


Sonia yang melihat pertengkaran Aditya dan anaknya begitu senang, sesekali tersenyum melihat tingkah Aditya dan anaknya. Selesai sarapan Aditya, mandi dan berpamitan kepada Sonia, tak lupa mengucapkan terima kasih.


.


.


.


.


.


.


Semoga menyukai novel karya ku. Jangan lupa like, komen dan vote ya... Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2