BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
34


__ADS_3

Tercium wangi kue yang sedang di panggang, Bunga sedang membereskan dapur dan Aditya hanya duduk saja sambil melihat Bunga bersih-bersih, Aditya sudah merasa capek. "Melelahkan juga ya jualan" gumam Aditya dalam hati. Kue dalam etalase sudah habis terjual, etalase juga sudah dibersihkan. Hanya tinggal menunggu kue buatan Bunga matang. Bunga sudah selesai membereskan dapur dan melihat kue buatannya sudah matang, pelan-pelan Bunga mengangkat kue yang masih panas dari oven. Bunga mendiamkan kue tersebut di dekat angin-angin dapur toko miliknya, supaya kue nya lekas dingin.


Kue di rasa sudah dingin Bunga memasukkan ke dalam sebuah kotak. "Ayo berangkat" ajak Bunga yang sudah siap. Aditya bangun dari duduknya, terus berjalan ke luar toko diikuti Bunga. Toko dirasa sudah di kunci dengan tepat dan aman Bunga masuk ke dalam mobil, didalam mobil Aditya sudah menunggunya.

__ADS_1


Aditya melajukan mobilnya, ditengah perjalanan Aditya menghentikan mobilnya di sebuah butik yang cukup terkenal. "Kenapa kau membawa ku kemari" tanya Bunga keheranan melihat Aditya berhenti. "Kamu ganti bajumu" jawab Aditya sambil keluar dari mobil. Bunga melihat bajunya "Bajuku jelek ya, tidak baju ku masih bagus" gumamnya. Bunga mencium bajunya "Huh baunya tidak enak" teriaknya. Bunga baru sadar kalau dia seharian memakainya.


Bunga pun turun mengikuti Aditya "Kenapa kau lama sekali sih" gerutu Aditya yang sudah menunggunya. "Ya ya cerewet" gerutu Bunga pelan. "Kamu bilang apa" tanya Aditya mendengar sedikit omelan Bunga. Bunga tidak memperdulikan Aditya dan langsung masuk ke dalam butik. Tiba-tiba Aditya mendapatkan panggilan dari ayahnya " Halo, kamu dimana?" tanya Hermawan. "Masih dijalan ada apa?" jelas Aditya. Ayah berada di restauran C, kita sudah berkumpul mununggu mu disini cepatlah datang" kata Hermawan. Aditya tidak menjawab langsung menutup panggilan dari ayah.

__ADS_1


Aditya kemudian masuk ke dalam butik, didalam Aditya melihat Bunga sedang di hina oleh beberapa karyawan toko karena penampilannya. Aditya mendekati Bunga dan bertanya " Ada apa, kau memilih baju saja lama sekali?" gerutu Aditya. Sontak pelayan terkejut melihat siapa yang berbicara kepada wanita yang di remehkan nya itu. "Pelayan di sini tidak mengijinkan ku memilih baju di sini, katanya aku cuma mengotori baju-baju mereka" jelas Bunga. Mendengar ucapan Bunga, Aditya menatap tajam kepada pelayan. "Maaf tuan, saya tidak tahu kalau nona ini datang bersama anda" jelas pelayan takut. Tanpa menghiraukan pelayan itu, Aditya menggandeng Bunga untuk memilih baju dan mencari pelayan lain untuk melayani nya.


Bunga memilih dress warna merah maroon polos dengan belahan v dileher, Aditya melihat Bunga sangat cocok dengan pilihannya. Aditya menyodorkan kartu kepada pelayan untuk membayar baju yang sudah di pilih Bunga. "Kenapa kau yang membayarnya?" tanya Bunga. "Terus apa kau bayar sendiri" tanya Aditya. "Bentar Mbak, berapa harga baju ini" tanya Bunga kepada pelayan. "Rp. 1.xxx.xxx Nona" jawab pelayan. "Kenapa mahal sekali" gumam Bunga. "Aku gak jadi beli mbak" ucap Bunga. "Sudah mbak jangan hiraukan dia, aku yang membayar baju itu" saut Aditya. Pelayan pun meninggalkan Aditya dan Bunga menuju meja kasir untuk menggesek kartu milik Aditya, untuk pembayaran baju tersebut. "Aku akan menyicil untuk baju ini" ucap Bunga. "Lebih baik kau segera berdandan dari pada ngoceh tidak penting" gerutu Aditya. Bunga kesal dengan gerutu Aditya, "Kenapa dia menyuruhku seenaknya, dan aku mau mau nya mengikuti maunya" Bunga ikut menggerutu.

__ADS_1


Pelayan sudah menyelesaikan pembayaran dan menyerahkan kartu kepada Aditya beserta nota nya. Aditya mengambil dan memasukkan semuanya ke dalam dompet. Tak lama Bunga sudah selesai merias wajahnya dan bersiap-siap, Aditya terpesona melihat Bunga dengan riasnya. "Cantik sekali dia" gumamnya. Aditya bangun dari duduknya dan mengajak Bunga untuk berangkat.


Terima kasih sudah membaca novel karyaku. Semoga suka... jangan lupa like, vote dan komen. 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2