
Rina melanjutkan pekerjaannya, karena ada beberapa pengunjung yang datang.
Lagi - lagi Rian begitu senang melihat Rina yang begitu cerewet. Rian pamit setelah selesai sarapan, tak lupa dia membayar kopi dan kue yang ia makan.
"Berapa aku?" tanya Rian.
"Anda ya satu" jawan Rina cuek.
"Maksudku kopi dan kue yang aku makan" ucap Rian kesal.
"Kalau bertanya yang jelas, 7x.xxx" jawab Rina cuek lagi.
Rian memberikan sejumlah uang yang di minta Rina. "Siang nanti aku kesini, kita makan siang bersama" ucap Rian sambil berlalu pergi.
"Terserah anda" jawab Rina sedikit teriak.
Orang ini semaunya sendiri, pagi sarapan disini siang juga mau makan disini, sekalian aja makan malam. gumam Rina kesal. Dipikir ini toko milik kakeknya apa. tambahnya.
.
.
.
.
Hari sudah siang.
Bunga yang menaiki taksi online sudah sampai di toko miliknya.
"Siang Rina?" sapa nya.
__ADS_1
"Siang mbak, kok jadi kemari? katanya tadi malas kemana-mana" tanya Rina.
"Iya, tidak jadi aku ada makan siang bersama Aditya" jawab Bunga.
"Cie sudah jadian ya" goda Rina.
"Belum Rina, masih dijalani aja. Dianya juga belum menyatakan cinta kepadaku secara pribadi" ucap Bunga yang tanpa disadari ada seseorang mendengar ucapannya.
"Berarti mbak Bunga juga ada rasa dong sama pak Aditya?" tanya Rina penasaran dengan perasaan bosnya.
"Gak tahulah Rina" jawabnya cuek.
Tiba-tiba ada suara laki-laki berdehem yang membuat pembicaraan mereka berhenti. Bunga dan Rina menatap laki-laki itu kaget, ternyata yang datang adalah Aditya.
"Bicara langsung sama orangnya saja jangan bergosip dibelakangnya" ucap Aditya menatap tajam, tapi dalam hati begitu senang.
"Sejak kapan kamu disitu, kenapa tidak ada suaranya" tanya Bunga.
Rina kemudian bangun dari duduknya dan segera melayani pengunjung tersebut. Bunga ikut bangun dan menemui Aditya yang sudah pergi duduk dimeja kosong terlebih dahulu.
"Kamu mendengar obrolanku tadi sama Rina?" tanya Bunga takut dan penasaran.
"Hem" jawab Aditya cuek.
"Jawab aku dong, jangan cuma "hem" aja" ucap Bunga memelas.
"Kamu sudah siap belum, kita berangkat sekarang" ajak Aditya.
"Kenapa sih kamu tidak mau menjawab pertanyaan ku, malah mengalihkannya" ucap Bunga kesal, karena Aditya tidak menjawab pertanyaannya.
"Nanti aku jawab, sekarang kita berangkat dulu. Ayah sudah menunggu di rumah" ucap Aditya sambil berdiri keluar dari toko.
__ADS_1
"Tunggu, aku berpamitan dulu sama Rina" teriak Bunga.
Bunga menemui Rina " Rin aku pergi dulu ya, itu aku tadi bawa makanan buat makan siang kamu, habiskan saja tidak apa-apa. Nitip jaga toko ya, kalau ada apa-apa kabari aku langsung" jelas Bunga sambil berpamitan.
"Baik mbak, terima kasih" ucap Rina.
Bunga keluar dari toko menemui Aditya yang sudah menunggunya didalam mobil. Setelah Bunga masuk Aditya melajukan mobilnya menuju arah rumahnya. Jalanan sedikit rame hari ini, karena jam makan siang. Banyak restauran dan warung-warung dipenuhi mobil dan motor pengunjung masing-masing.
"Kenapa ayahmu ingin bertemu dengan ku" tanya Bunga mengawali percakapan mereka, karena dari tadi hanya diam saja.
"Dia ingin tahu banyak tentang calon istri anaknya" jawab Aditya cuek.
Kalau masalah latar belakang Bunga, Ayah Aditya sudah menyuruh kepercayaannya untuk menyelidikinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih, mohon dukungannya ya. Jangan lupa like, komen dan vote. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1