BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
42


__ADS_3

Pagi pun tiba.


Bunga terbangun dari tidurnya, dia berteriak terkejut mengetahui bahwa dia tidak tidur didalam kamarnya. "Dimana aku" ucap Bunga.


"Dikamar ku" ucap seseorang. Bunga terus melihat Aditya yang masih berbaring di atas sofa. "Masih pagi jangan berisik" gerutu Aditya yang kembali menyelimuti tubuhnya.


"Kenapa aku berada dikamar nya" Bunga kemudian mengecek badannya, dia berteriak lagi melihat pakaiannya sudah berganti bukan miliknya lagi.


"Haduh kenapa berteriak lagi sih" gerutu Aditya sambil bangun dari tidurnya dan melotot kepada Bunga.


"Pakaianku siapa yang menggantinya, apa kau?" tanya Bunga panik kebingungan.


Aditya melihat Bunga panik, langsung saja dia berniat menjahili Bunga. "Ya tentu saja aku, siapa lagi. Kita sudah pulang malam sekali, aku tidak mau mengganggu Bibi, dia butuh istirahat. Dan bajumu sudah basah keringat, sedangkan malam tadi udaranya dingin sekali" jelas Aditya.


Bunga hanya terdiam pasrah "Ah sudah siang aku harus ke toko" ucap Bunga segera bangun dari tempat tidur Aditya.


"Tidak usah buru-buru, bukannya Rina sudah bekerja hari ini" ucap Aditya menghentikan langkahnya.


"Eh iya.. " ucap Bunga. Bunga duduk disebelah Aditya. "Apa tidak apa-apa kau ajak aku menginap di rumahmu" tanya Bunga.


"Siapa yang akan melarang, aku cuma tinggal berdua sama ayahku, lagian ayah juga sudah suka sama kamu" jawab Aditya memperjelas.


"Terus kita ngapain sekarang, aku mau mandi juga tidak ada baju ganti. Masa mau pakai baju kamu lagi yang kedodoran ini" celetuk Bunga.


" Aku sudah membelikan mu baju, jangan bawel sana mandi. Mari gitu kita sarapan bersama ayahku" ucap Aditya.

__ADS_1


Bunga beranjak dari duduknya, kemudian dia menuju kamar mandi yang sudah di beri tahu Aditya sebelumnya. Bunga sangatlah takjub melihat kamar mandi Aditya yang begitu luas, ukurannya sama dengan kamar tidurnya di rumah. Tak butuh waktu lama Bunga sudah selesai mandi dan berganti pakaian.


Sekarang giliran Aditya mandi, Bunga menunggu Aditya sambil menelepon Rina, apa dia hari ini benar benar sudah bisa bekerja. Setelah mendengar Rina sudah di toko untuk bekerja, Bunga merasa lega.


Bunga tiba-tiba berteriak dan menutuppi wajahnya dengan tangan, setelah melihat Aditya hanya memakai handuk setengah telanjang. "Kamu kenapa telanjang seperti itu" tanya Bunga kesal.


"Siapa yang telanjang, ini kamarku sesuka ku dong" jawab Aditya menuju lemari pakaian. Aditya mengambil setelan baju kerja, Bunga tetap menutup matanya. Sebenarnya Aditya tidak telanjang, dia sudah memakai kolor dari mandi tapi menutupinya dengan handuk untuk mengerjai Bunga.


"Aku sudah selesai, ayo turun makan" ucap Aditya.


"Kau tidak bohong kan" tanya Bunga. Tapi Aditya sudah pergi meninggalkan Bunga turun kebawah dulu.


"Aditya... " tanya Bunga lagi, sambil memberanikan diri membuka matanya. Bunga terkejut melihat Aditya sudah pergi meninggalkannya. Dia segera bergegas menyusul Aditya turun.


"Aditya tunggu aku" teriak Bunga kesal.


Bunga terdiam seketika setelah melihat ayah Aditya sudah duduk dimeja makan, Hermawan tersenyum senang karena rumahnya ramai pagi ini, biasanya sepi sekali. Kadang dia sarapan seorang diri, Aditya jarang sarapan di rumah. Jangan kan hanya sarapan, bertatap muka saja jarang sekali.


"Duduklah nak, bibi sudah siapkan sarapan" perintah Hermawan kepada Bunga.


Bunga menuruti Hermawan dan duduk disebelah Aditya. "Ambilkan aku makanan" tiba-tiba Aditya menyuruh Bunga.


"Ambil saja sendiri, kenapa harus aku yang mengambilkan nya" gerutu Bunga.


"Kau kan mau jadi istri ku, jadi belajarlah melayani aku mengambilkan makanan ku" jelas Aditya.

__ADS_1


Bunga hanya diam karena malu dengan ucapan Aditya, apalagi ada ayah Aditya. Dia tidak mau membuat keributan dimeja makan, apalagi ini bukan rumahnya.


Bunga beranjak dari duduknya " kamu mau makan apa?" tanya Bunga.


"Nasi goreng sama telur ceplok" jawab Aditya.


"Paman, mau Bunga ambilkan juga?" tanya Bunga kepada Hermawan.


"Tidak nak, terima kasih. Lanjutkan saja sarapan mu, paman sarapan nanti saja setelah kopi paman habis" jelas Hermawan.


"Baiklah paman, Bunga sarapan dulu" pamit Bunga dan kembali duduk di sebelah Aditya, Bunga sudah mengambil menu yang sama dengan Aditya.


Selesai makan, Bunga berpamitan kepada Hermawan untuk pergi ke toko miliknya. Bunga pergi bersama Aditya, sebelum pergi Hermawan menyuruh Bunga untuk sering bermain kerumahnya. Hermawan sangat senang Bunga datang kerumahnya, dia ingin mengetahui tentang Bunga lebih banyak lagi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih, semoga suka dengan novel karya ku. Jangan lupa like, komen dan vote ya. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2