BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
71


__ADS_3

Malam hari


Semuanya sudah selesai disiapkan walaupun semuanya dadakan. Tidak semua tetangga di udang kedalam acara lamaran Bunga, hanya tetangga terdekat saja. Malam ini Bunga kelihatan sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun panjang warna maroon bertaburan manik-manik, bagian belakang menunjukan punggungnya yang begitu putih bersih, ditambah belahan kaki sampai di atas lututnya.


"Nak kamu cantik sekali" puji Sonia.


"Ibu juga cantik malam ini" puji balik Bunga.


Sonia juga memakai pakaian warna senada dengan Bunga, dengan model yang berbeda namun tak kalah anggunnya dengan Bunga.


Aditya sudah mempersiapkan semuanya demi malam ini. Dia begitu bahagia karena wanita yang dia cintai sebentar lagi menjadi miliknya.


Tamu sudah berdatangan ke rumah Bunga. "Tak disangka Bunga berjodoh dengan anak konglomerat, padahal dia cuma penari. Anakku saja yang kuliah cuma dapat orang biasa-biasa saja" bisik tetangga sesama tetangga.


"Biarpun penari Bunga bukan penari nakal. Dia juga menjaga kehormatannya" bela tetangga lainnya.


"Sudah-sudah yang punya acara sudah datang" sela tetangga lainnya, karena melihat Sonia datang menemui mereka.


"Selamat ya Jeng anaknya sudah mau menikah" ucap para tamu bergantian.


"Makasih" jawab Sonia tersenyum. Tak lupa Sonia mempersilahkan tamu-tamu nya untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan sebelum acara dimulai.


.


.


.


Mobil mewah memasuki pekarangan rumah Sonia. Ya yang datang tak lain adalah Aditya dan ayahnya yang diikuti Rian dan Rina. Aditya memakai setelan jas warna hitam, dia nampak begitu menawan.


Semua mata menuju ke arahnya. Banyak ibu-ibu merasa iri dengan Sonia, karena anaknya berhasil mendapatkan seorang pria tampan, kaya dan terpandang.


Aditya bersama ayah dan temannya masuk ke dalam rumah. Mereka disambut Sonia dan Alex. Sonia memberitahu Alex dan meminta bantuannya untuk mengatur acara malam ini. Alex pun dengan senang hati membantu Sonia, karena sudah menganggap Bunga anaknya sendiri selama ini.

__ADS_1


Setelah saling menyapa acara pun dimulai, Bunga yang sedari tadi diam di kamar akhirnya dipersilahkan untuk keluar.


"Kau cantik sekali malam ini" gumam Aditya.


Acara lamaran dan sekaligus tunangan dimulai. Aditya melingkarkan cincin berlian ke dalam jari Bunga. Dan tak lupa memberikan kecupan di kening Bunga.


"Terima kasih" bisik Bunga kepada Aditya.


Aditya tersenyum mendengar ucapan Bunga. "Cuma itu" bisik Aditya.


Bunga mengerti maksud Aditya, dia tanpa malu mencium pipi Aditya. "Sementara itu yang bisa aku kasih" jawab Bunga berbisik.


Kegiatan mereka terhenti karena Rian dan Rina datang mendekat. "Kalian membuatku iri" goda Rian, sambil melirik Rina disebelahnya.


"Apa sekalian kalian lamaran hari ini" ejek Aditya.


"Tidaklah Tuan, saya masih belum siap" ucap Rina.


"Kenapa, apa dia berbuat tidak baik kepadamu?" tanya Bunga was-was.


"Itu kalian dengar sendiri kan, bukan aku yang mempermainkan dia, tapi dia yang mempermainkan aku" omel Rian.


Aditya dan Bunga tertawa bersamaan mendengar ucapan Rian, Rina pun ikut tersenyum malu mendengar nya.


Acara sudah selesai para tamu undangan pun berpamitan pulang, begitu juga dengan Rian dan Rina. Kini yang masih tertinggal hanya Hermawan.


"Malam ini kamu cantik sekali Sonia" ucap Hermawan sambil duduk disebelah Sonia. Saat ini Sonia sedang menikmati makanan, karena tadi dia tidak sempat makan, dia sibuk menyambut para tamu.


"Terima kasih, kamu juga tampan malam ini" puji balik Sonia.


Hahahaha... tawa lepas dari tuan Hermawan. Sonia ikut tersenyum, karena sudah lama sekali sejak kejadian itu dia tidak pernah bertemu lelaki yang dia sangat cintai dulu.


"Kamu mau makan?" tanya nyonya Sonia.

__ADS_1


"Boleh juga" jawab Hermawan.


Sonia pun mengambilkan beberapa makanan dan memberikan kepada Hermawan dan mereka pun makan bersama.


"Kemana anak-anak" tanya Hermawan, karena setelah acara Aditya dan Bunga tidak terlihat.


"Mungkin di kamar Bunga" ucap Sonia.


"Anak itu ya" gumam Hermawan yang di dengar Sonia.


"Sama kayak bapaknya" ucap Sonia.


"Maksudnya?" tanya Hermawan.


"Sama kan sama kamu waktu muda" ucap Sonia.


Hahahaha.... lagi lagi tawa mereka pecah. Sambil makan mereka pun akhirnya mengenang masa lalu sambil diselingi tawa.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2