
Bunga akhirnya bangun, dia beranjak dari kasur menuju kamar mandi. Selesai mandi dan berpakaian Bunga keluar dari kamarnya, dia mencari ibunya.
"Pagi Bu" sapa Bunga sambil duduk dimeja makan.
"Ini bukan pagi, tapi sudah setengah siang" jawab Sonia sambil melirik jam dinding di dapur.
"Bunga tidak bisa tidur tadi malam Bu, kepikiran terus sama Aditya" ucap Bunga gelisah lagi.
"Kenapa dengan Aditya" tanya ibunya. "Kamu itu ya, ibu sudah bilang jalani saja, nanti kedepannya gimana kan ya lihat nanti. Udah deh kamu tidak usah membohongi hatimu" nasehat Sonia.
Bunga hanya diam mendengarkan ucapan ibunya, dia melihat hp dan dilihatnya pesan dari Aditya yang sudah dari tadi, tapi belum dia baca.
"Ayo nanti makan siang bareng, aku jemput di toko" isi pesan Aditya.
Bunga membalasnya " Aku masih di rumah, belum tau ke toko atau tidak, hari ini aku malas pergi".
Aditya tidak membalas pesannya, Bunga meletakkan hpnya dan dia sarapan.
"Ibu kenapa hari ini masak banyak sekali" tanya Bunga melihat hidangan di meja makan banyak sekali.
"Bawa saja nanti ke toko, buat makan siang" jawab Sonia.
"Tapi Bu, hari ini Bunga mau makan siang sama Aditya" ucap Bunga keceplosan.
__ADS_1
"Bagus dong, kalau begitu makanlah bersama Aditya" jelas Sonia. "Sudah sarapan lah dulu" pinta Sonia lagi.
Bunga hanya diam dan melanjutkan makannya, sebenarnya dia malas ke toko, dia ingin malas-malasan di rumah, tapi karena mendapatkan pesan dari Aditya dia menjadi bimbang.
Bunga mengambil hpnya karena ada pesan masuk, dilihatnya pesan dari Aditya " Ayah ingin makan siang dengan kita, beliau mau mengobrol denganmu, ayolah. Apa perlu aku jemput kamu ke rumah".
Bunga menghentikan makannya, dia terkejut kok tiba-tiba ayahnya Aditya ingin makan mengobrol dengannya. Bunga masih belum membalas pesan Aditya, dia melamun mau pergi atau tidak.
"Ada apa" tanya Sonia membuyarkan lamunan Bunga.
"Ayah Aditya ingin makan siang bersama dan mau mengobrol dengan ku" jelas nya.
"Bagus dong, berarti ayahnya sudah memberimu kesempatan. Jadi gunakanlah dan jangan ragu lagi" nasehat Sonia.
"Oke sayang, sampai ketemu nanti" pesan Aditya balik.
Apa sayang, apa dia tidak salah memanggilku sayang, jadian aja belum. Gumamnya.
Bunga melanjutkan sarapannya, selesai makan dia pamitan kepada ibunya. " Bu Bunga berangkat dulu" ucapnya.
"Baiklah, bawa makanan yang sudah ibu siapkan di meja. Kalau kau tidak mau memakannya kasihkan Rina buat makan siang sama sore" ucap Sonia yang sedang mencuci piring.
"Baik Bu" ucap Bunga sambil membawa kotak makanan yang sudah ibunya siapkan. Kemudian dia naik ke kamarnya dan mengambil tasnya, tak lupa dia memesan taksi lewat online untuk mempermudah dia dari pada harus menunggu.
__ADS_1
"Tin tin" bunyi klakson mobil, Bunga yang melihat taksi datang segera menghampirinya dan memastikan dulu apa benar taksi itu adalah pesanannya lewat online tadi.
"Siang nona, apa nama nona Bunga" tanya sopir taksi.
"Benar pak, saya Bunga" jawab Bunga.
"Baiklah nona silahkan masuk" pinta sopir taksi.
Bunga masuk ke dalam taksi dan memberitahu segera kemana dia mau pergi. Taksi pun melaju menuju jalan raya, arahnya tentu saja ke toko miliknya. Hari ini cuaca panas sekali, matahari begitu teriknya. Padahal waktu belum siang-siang banget.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca novel karyaku, jangan lupa like, komen dan vote. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗