BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
62


__ADS_3

Aditya selesai makan, kemudian dia beranjak dari meja makan menuju sofa. Dia duduk dan mengambil hp di sakunya. Bunga melihat Aditya cuek tidak terima, segera dia menyusul Aditya ke sofa dan duduk disebelahnya. Aditya yang sedang sibuk melihat email masuk dihpnya tidak menghiraukan Bunga.


Bunga semakin kesal dibuatnya, kemudian dia mengambil hp Aditya. "Kenapa kau menyuruhku kemari dan sekarang kau tak menghiraukan aku" omel Bunga.


"Kembalikan hp ku, aku harus mengecek email masuk dari Arya" pinta Aditya sedikit berteriak.


"Tidak, katakan dulu kenapa kau tidak menghiraukan ku" ucap Bunga dengan nada yang semakin tinggi.


Aditya yang tidak mau memperpanjang debatnya memilih merebut paksa hpnya ditangan Bunga. Namun Bunga malah berlarian menghindari Aditya. "Ayo kalau kamu bisa ambil ini" goda Bunga.


Tak lama bruk mereka jatuh bersamaan Aditya menimpa Bunga. Mereka saling bertatapan wajah mereka sangatlah dekat. Aditya menelan liurnya melihat bibir Bunga yang begitu manis di matanya. Bunga pun sama melihat Aditya yang begitu dekat. Kenapa jantungku berdetak cepat. gumamnya.


Tak lama cup, Aditya menempelkan bibirnya ke bibir Bunga, merekapun berciuman. Bunga tidak menolak waktu Aditya menciumnya, dia malah ikut terbawa suana.


Tok tok pintu kamar di ketuk, mereka mengakhiri ciumannya. "Sial mengganggu saja" umpat Aditya yang kemudian bangun dari posisinya dan menuju pintu untuk membukanya.


Bunga pun segera bangun dan merapikan pakaiannya, supaya tidak menimbulkan fitnah. Fitnah padahal mereka habis menikmati berciuman.


"Ada apa?" tanya Aditya kenapa cleaning servis hotel.


"Maaf tuan, waktunya membersihkan kamar" jawab cleaning servis.


Aditya melihat Bunga yang sudah rapi. "Kita mau pergi, kau tunggu sebentar diluar" perintah Aditya.


"Baik tuan" jawab cleaning servis.


Aditya masuk ke dalam dan mengajak Bunga untuk pergi dari hotel. Bunga pun mengiyakan dan mengambil tasnya, tak lupa dia membawa kembali tempat makan yang dia bawa tadi.


Aditya dan Bunga pergi dari kamar, sebelumnya Aditya sudah menyuruh cleaning servis untuk masuk membersihkan kamarnya.

__ADS_1


Aditya melajukan mobilnya setelah Bunga masuk ke dalam mobil. Kenapa dia diam saja setelah keluar dari hotel tadi. gumam Bunga.


Bunga pun memberanikan diri bertanya "Tadi?" tanya Bunga yang belum selesai sudah dipotong Aditya.


"Tadi apa?" tanya Aditya.


"Itu, soal ciuman" tanya Bunga malu.


"Itu juga biasakan" jawab Aditya cuek.


"Biasakan?" tegas Bunga.


"Iya, kita kan sudah pacaran. Jadi kalau kita berciuman sudah wajar kan" jawab Aditya cuek. "Kenapa apa kau tidak mau pacaran sama aku?" tanya Aditya.


"Bukan begitu, tapi..." ucap Bunga yang tidak dilanjutkan.


"Soal ayah dan ibu kita?" tanya Bunga.


"Mereka kenapa?" tanya Aditya. "Sudahlah mereka biar mereka sendiri yang menyelesaikannya" jelas Aditya.


Bunga hanya mengiyakan dan kembali diam.


"Kamu mau ikut ke kantor ku apa ke toko?" tanya Aditya untuk mengalihkan pembicaraan.


"Apa boleh aku ikut ke kantor" tanya Bunga.


"Kenapa tidak boleh" jawab Aditya.


"Baiklah aku ikut kamu, tapi sore ke toko ya" pinta Bunga.

__ADS_1


"Iya sayang" jawab Aditya penuh pengertian.


"Apa!! cepat sekali panggil sayangnya?" tanya Bunga kaget.


"Udah jangan banyak protes. Mulai sekarang panggil satu sama lain dengan sayang dan tiap kita bertemu dan berpisah kita berciuman" pinta Aditya dengan memaksa.


Bunga hanya mengacak-acak rambutnya, dia merasa kesal dengan permintaan Aditya. "Minta pacaran barusan terus minta ini minta itu" gerutu Bunga.


"Kamu bilang apa"? tanya Aditya dengan tatapan tajam.


"Ah.. sudahlah terserah kamu saja" ucap Bunga kesal.


Aditya pun tersenyum melihat ekspresi Bunga yang baginya begitu menggemaskan. Dia kembali melajukan mobilnya menuju ke kantornya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2