
Di Pasar Malam
Rian dan Rina hendak pulang, namun diurungkan niatnya karena melihat mobil yang mereka kenal. Rian dan Rina kemudian mendekati mobil tersebut, dari dalam mobil keluarlah sepasang kekasih. Ya yang keluar adalah Bunga dan Aditya.
"Hai kalian disini juga?" tanya Bunga.
"Iya mbak" jawab Rina. "Mbak Bunga cantik sekali malam ini" puji Rina.
"Terima kasih Rina" jawab Bunga.
"Hai Bro, kenapa kau? kelihatan sedang tidak senang" tanya Rian setelah melihat Aditya tidak seperti biasanya.
"Si Andre sialan, dia mau melecehkan Bunga tadi" jawab Aditya dengan emosi.
"Ceritakan kepadaku" tanya Rian.
"Ah malas, bikin aku emosi lagi nanti" jawab Aditya.
"Bunga ada apa sebenarnya?" tanya Rian, memberanikan diri bertanya setelah melihat Bunga baik-baik saja.
"Gini kak ceritanya............................. Bunga menceritakan semua kejadian tadi waktu di Restoran. Setelah mendengar cerita Bunga, Rian berkata kepada Aditya "Sebaiknya kamu melepaskan kerja sama dengan dia, itu tidaklah baik menurutku jika kau terus bekerja sama dengannya, dia akan mengancammu untuk mendapatkan keuntungan dari apa yang terjadi".
"Aku sudah mengaturnya, aku juga tidak sudi bekerja sama dengan dia. Semua yang berhubungan kerja sama dengannya sudah aku batalkan secara sepihak" ucap Aditya.
"Sudah sudah jangan dibahas lagi, ayo kita makan" ajak Bunga. "Aku sudah lapar" tambahnya.
"Sayang kita ikut mereka atau pulang" tanya Rian kepada Rina.
"Ayo Rina temani aku makan, kita sudah lama tidak makan berempat" ajak Bunga.
"Baiklah kak Bunga. kalau kami tidak mengganggu. Aku mau ikut" jawab Rina.
__ADS_1
"Enggak kok Rina, iyakan sayang" rayu Bunga kepada Aditya.
Aditya hanya mengangguk, karena dia masih merasa kesal dengan apa yang terjadi pada Bunga tadi. Rasanya dia ingin membunuh si Andre sialan itu.
Mereka mencari tempat duduk untuk mengobrol setelah Bunga membeli beberapa makanan, Aditya hanya diam melihat kekasihnya yang tidak takut atau apa dengan kejadian tadi. Dilihatnya Bunga malah sibuk memakan makanannya.
"Sayang kenapa kau melihatku" tanya Bunga khawatir.
"Aku bingung sama kamu, kenapa kamu tidak merasa takut atau trauma dengan kejadian tadi" tanya Aditya.
"Siapa bilang aku tidak takut, tapi ada kamu disisiku jadi rasa takutku sudah hilang. Dan aku tidak kenapa-kenapa juga" jawab Bunga sambil mengunyah makanannya.
Rian malah ketawa melihat sikap Bunga yang cuek dengan kejadian tadi, padahal dia hampir saja dilecehkan.
"Kau kenapa malah ketawa" tanya Aditya kesal melihat temannya ketawa lepas.
"Lihat kekasihmu itu, dia makan dengan enaknya tanpa memikirkan perasaan kekasihnya yang sedang marah" jelas Rian yang menghentikan tawanya.
"Apa ada yang salah dengan sikapku sayang" tanya Bunga merasa bingung melihat kekasihnya kesal lagi. "Ayo lupakan masalah tadi, aku tidak kenapa-kenapa sayang, kamu kan sudah mengajarnya babak belur tadi. Itu sudah cukup untuk menghukumnya" jelas Bunga. Jangan perpanjang masalahnya, toh kamu juga sudah menghentikan kerja sama dengannya itu sudah melebihi cukup" tambah Bunga.
"Shuut" Bunga menutup mulut Aditya untuk menghentikan ucapan Aditya.
Akhirnya mereka menghentikan membicarakan kejadian tadi, mereka memilih membicarakan soal liburan akhir tahun. Aditya berencana mengajak Bunga pergi ke luar negeri untuk berlibur, namun masih bingung memilih tujuannya.
"Permisi Paman Tante, apa mau membeli Bunga saya" tanya seorang anak kecil tiba-tiba.
Bunga dan Rina kemudian melirik masing-masing pasangannya mengkodekan sesuatu. Aditya dan Rian kemudian memborong Bunga yang dijual anak kecil tersebut dengan penuh saingan karena ingin membeli yang paling banyak untuk kekasihnya masing-masing. Akhirnya Bunga dan Rina memilih sama rata Bunga itu untuk menghentikan bertengkaran antar sahabat itu.
"Terima kasih Paman, sudah memborong bunga ku" ucap gadis kecil.
"Sama-sama sayang" ucap Rian.
__ADS_1
Gadis kecil penjual Bunga itu pergi dengan begitu riang meninggalkan Aditya dan yang lainnya, karena bunga yang dia jual sudah habis terjual malam ini.
.
.
.
.
Di sebuah rumah sakit
"Tuan Andre sebaiknya anda sudah tahu konsekuensinya jika berurusan dengan Tuan Aditya, kenapa anda begitu gegabah" Ucap Arya setelah melihat orang yang dibawanya tadi sadar.
"Aku tidak takut dengannya, aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum" ucapnya dengan nada yang marah.
"Apa anda sudah memikirkannya matang-matang, anda akan menyesal jika tetap melajutkannya. Karena Tuan Aditya sudah memutuskan kerja sama dengan anda dan sudah menyiapkan semua yang akan membuat anda semakin terjatuh jika Anda tidak pergi dengan diam" jelas Arya.
Andre kemudian mengecek apa yang baru saja dijelaskan oleh Arya, dia begitu terkejut bahwa sahamnya dan usahanya dengan cepat sudah merosot. Arya meninggalkan Andre yang terdiam menyesali kelakuannya tadi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung