BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
63


__ADS_3

Aditya dan Bunga sampai di kantor milik Aditya. Mereka turun bersama setelah Aditya memarkirkan mobilnya.


"Siang tuan, Nona Bunga" sapa Arya yang juga baru keluar dari mobilnya.


"Pagi, dari mana kamu" tanya Aditya.


"Tadi ada masalah sedikit di proyek apartemen K" jawab Arya.


"Apa masalah yang tadi kamu email ke aku" tanya Aditya.


"Iya, tuan. Maaf kalau saya bergerak dulu tanpa menunggu tuan datang" jelas Arya.


"Apa sudah beres" tanya Aditya.


"Sudah tuan, tinggal tuan cek lagi" jawab Arya.


"Ok" jawab Aditya. "Ayo sayang kita masuk" ajak Aditya kepada Bunga.


Bunga hanya diam malu.


Akhirnya tuan and mendapatkan apa yang anda inginkan, semoga nona Bunga dapat membahagiakanmu tuan. gumam Arya sambil tersenyum tipis.


Aditya menggandeng Bunga masuk ke dalam kantor, Arya mengikuti dari belakang. Banyak sekali mata memandang ke arah mereka, dengan penuh tanda tanya. Siapa wanita yang bersama dengan atasannya itu. Arya yang melihat langsung menghampiri karyawan dan menegurnya. Setelah mendapat teguran para karyawan kembali bekerja dan tidak berani lagi untuk bergosip dibelakang atasannya.


Aditya dan Bunga masuk ke dalam lift bersamaan saat beberapa menit menunggu.


"Lain kali tidak usah kemari" bisik Bunga setelah masuk ke dalam lift.


"Kenapa?" tanya Aditya penasaran.


"Apa kamu tidak lihat banyak mata yang melihat tadi" jelas Bunga.

__ADS_1


"Jangan hiraukan mereka" jawab Aditya cuek.


"Tapi ... " sebelum meneruskan bicaranya Aditya sudah mencium bibirnya.


Bunga meronta ingin melepaskan diri dari ciuman Aditya namun dia kalah telak karena badan Aditya lebih tinggi dan tegap. Bunga hanya bisa memukul dada Aditya untuk segera menghentikan ciumannya, namun Aditya masih saja menikmati bibir Bunga.


Ting bunyi pintu lift terbuka, namun Aditya tidak menghentikan ciumannya. Bunga merasa kesal dan mencubit pinggang Aditya. "Aduh" ucap Aditya menghentikan ciumannya. "Kenapa kau mencubit ku" ucapnya lagi dengan kesal.


"Apa kau mau membuatku malu, dengan tingkah mu ini. Ini tempat umum, kalau ada yang melihat bagaimana. Apa kata mereka tentang aku" ucap Bunga kesal dan meninggalkan Aditya di dalam lift.


"Hai kamu mau kemana" teriak Aditya.


Bunga menghentikan langkahnya, dia menengok ke belakang. Melihat Aditya menghampirinya dia segera memukul Aditya dengan tasnya. "Kenapa kamu menyebalkan sih" teriaknya.


"Aduh sakit" ucap Aditya sambil berlagak kesakitan.


Bunga menghentikan pukulannya "Makanya jangan bikin aku kesal" ucapnya.


Aditya kemudian menggandeng Bunga menuju ke kantor nya. "Duduklah disini" pinta Aditya setelah masuk ke dalam kantornya.


Bunga mengikuti perintah Aditya. Tak lama Arya masuk sudah dengan membawa berkas-berkas yang harus di periksa Aditya.


"Nona mau minum apa?" tanya Arya sopan setelah menyerahkan berkas-berkas di atas meja Aditya.


"Tidak terima kasih. Nanti kalau butuh aku akan minta" jawab Bunga dengan sopan.


Aditya sudah disibukkan dengan pekerjaannya, sesekali dia melihat Bunga yang sibuk dengan hpnya. Tanpa disadari Bunga memotret Aditya saat bekerja. Dia tampan sekali ketika serius seperti itu, tapi menyebalkan sekali waktu dia mesum. gumam Bunga didalam hati.


Waktu sudah melebihi jam makan siang, namun Aditya juga belum selesai dengan pekerjaannya.


"Sayang apa kamu tidak lapar" tanya Bunga dengan suara pelan.

__ADS_1


"Apa aku tidak dengar" jawab Aditya pura-pura. Aditya ingin mendengar lagi Bunga memanggilnya sayang.


"Apa kamu tidak lapar" tanya Bunga.


"Sebelumnya" tanya Aditya lagi.


"Salah siapa tidak mendengar" kata Bunga kesal. "Kalau kamu tidak lapar kau pergi sendiri" terusnya.


"Tunggu sebentar tinggal sedikit" pinta Aditya, tanpa meneruskan perdebatan mereka.


"Biar aku yang membelinya kamu mau makan apa?" sekalian aku ingin melihat kantormu" ucap Bunga.


"Baiklah terserah kamu saja mau makan apa, kalau butuh bantuan mintalah Arya didepan" ucap Aditya.


"Baiklah, aku tinggal dulu" pamit Bunga.


"Ya hati-hati" jawab Aditya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2