
Setelah pelanggan tidak ada Bunga menghampiri Aditya. "Kenapa tidak kasih kabar" tanya Bunga jutek.
Aditya terkejut mendengar pertanyaan Bunga, ada rasa puas didalam hatinya.
"Hari ini aku sibuk sekali, aku harus bertemu dengan klien untuk membicarakan soal kerja sama" jelas Aditya.
Bunga pun merasa lega, setelah mendengar penjelasan Aditya. Kemudian Bunga beralih melihat Arya. "Siapa dia?" tanya Bunga karena tidak pernah melihat Arya sebelumnya.
"Arya sekrestarisku dan Arya ini Bunga calon nyonyamu" jelas Aditya.
Bunga dan Arya terkejut mendengar ucapan Aditya. "Kenapa kalian bengong, apa ada yang salah dengan ucapan ku" tanya Aditya sambil melotot ke Bunga dan Arya.
Bunga mengalihkan matanya karena ada pembeli yang masuk, segera Bunga melayani pembeli tersebut.
Dalam pikiran Arya "pasti wanita ini sangat istimewa sehingga membuat bos jatuh cinta". Mata Arya kembali melihat wanita yang di sukai bosnya tersebut.
"Kenapa kau melihatnya dengan tatapan seperti itu" tanya Aditya sambil melotot.
"Maaf tuan, tidak saya berani" jawab Arya yang terus mengalihkan pandangannya ke segala arah.
Aditya mendekati Bunga, "Kenapa kau tidak mencari pegawai lagi, kelihatan kau sangat repot sekali" tanya Aditya.
"Sebenarnya aku mau-mau saja, tapi untuk menggajinya aku masih belum bisa" jelas Bunga. "Kau sama sekretarismu mau makan dan minum apa?, aku buatkan mumpung tidak ada pengunjung" tambah Bunga.
"Kopi hitam pahit sama kue itu" jawab Aditya sambil menunjuk kue didalam etalase.
Bunga pergi menyiapkan kopi, Aditya kembali duduk ke mejanya kembali. Tak lama Bunga sudah membawa kopi beserta kue, dia menaruh di atas meja dan mempersilahkan untuk memakannya.
"Bisa antar aku malam ini" tanya Bunga.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Aditya.
"Ke Sanggar" jawab Bunga.
"Jam berapa?" tanya Aditya.
"Setelah tutup toko" jawab Bunga.
"Baiklah" jawab Aditya.
Tiba-tiba "Wah enak sekali kue ini" celetuk Arya yang mengagetkan Aditya dan Bunga. Arya kelihatan malu setelah Aditya dan Bunga melihatnya, "Maaf tuan" ucap Arya.
Selesai menyantap kue dan minum kopi Aditya dan Arya pamit kembali ke kantor. Aditya menyuruh Arya untuk membeli beberapa kue yang masih tersisa untuk dibawa ke kantor. Sebelum pergi Arya memberanikan diri mengatakan "Maaf Nona, apa Anda punya cabang lain selain toko ini".
"Oh tidak, toko ku cuma ini saja" jawab Bunga. "Kenapa?" tanya Bunga.
"Sayang sekali, kue disini kelihatan enak-enak sekali" ucap Arya.
"Oh baiklah" ucap Arya dan pergi berpamitan.
"Aku pergi dulu, nanti malam aku jemput lagi kamu disini" ucap Aditya. Bunga pun mengiyakan.
Setelah Aditya pergi Bunga masuk kedalam toko untuk membersihkan meja kotor. Dia kembali ke dapur untuk memanggang beberapa adonan yang masih tersisa.
.
.
.
__ADS_1
.
"Maaf tuan, kenapa tuan tidak membantu Nona Bunga untuk memperluas usahanya?" tanya Arya.
"Bukannya aku tidak mau, aku menunggu dia yang meminta baru aku mau membantunya. Dia bukan tipe orang yang mudah menerima apapun dari orang lain" jelas Aditya.
"Baik tuan saya mengerti" jawab Arya.
"Tapi tolong cari kan aku seorang pegawai wanita untuk membantunya menjaga tokonya" perintah Aditya.
"Baik tuan segera saya cari kan" jawab Arya.
Arya kembali fokus menyetir untuk kembali ke perusahaannya. Sampai di perusahaan Aditya masuk ke dalam kantornya, dia meminta pekerjaan yang harus dia cek dan tanda tangani. Arya pun segera mengerjakannya, tak lama Arya sudah membawa beberapa file yang diminta Aditya. Arya menatanya dimeja Aditya dan mengarahkan mana saja yang perlu dikerjakan Aditya.
Aditya mulai bekerja dengan serius, Arya pergi meninggalkan kantor Aditya karena takut mengganggu. Sebenarnya hari ini longgar, namun Aditya tidak mau mengganggu Bunga.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya, jangan lupa like, komen dan vote. Terima kasih.. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗