BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
53


__ADS_3

Bunga hanya diam mendengar jawaban dari Aditya, pandangannya dia alihkan melihat sekeliling jalanan. Hatinya begitu tidak tenang, ada rasa gugup dan takut, walaupun bukan kesan pertama untuknya bertemu ayahnya Aditya.


Kenapa aku jadi gugup begini. gumam Bunga sambil mengacak-acak rambutnya.


Aditya melihatnya tersenyum "Kenapa, kok kelihatan gugup sekarang?" tanyanya.


Bunga terkejut dan membantahnya "Tidak siapa yang gugup".


Aditya langsung ketawa puas.


"Hai apa yang lucu" ucap Bunga kesal.


"Tidak, tidak ada yang lucu. Cuma aku ingin ketawa saja" ucap Aditya dan berhenti tertawa melihat Bunga yang cemberut.


"Dasar gila" gumam Bunga.


Aditya melanjutkan fokus mengendari mobilnya, sampai di rumahnya pintu gerbang terbuka. Aditya turun dari mobil dan diikuti Bunga dari belakang.


Sampai di dalam rumah, mereka sudah ditunggu sama Hermawan. Dengan senyum ramah Bunga menyapa " Siang om" dengan sedikit takut ucapnya.


"Siang nak, mari duduk" jawab Hermawan sambil tersenyum hangat.


Bunga duduk disebelah Aditya yang sudah duduk terlebih dahulu. Tak lama pelayan datang menawarkan minuman.


"Maaf tuan besar, tuan muda dan nona mau dibuatkan minum apa"? tanya Bibi dengan sopan.


"Nanti aja Bi, kita langsung makan saja. Tolong siapkan makan siangnya" jawab Hermawan.


"Baik tuan" ucap Bibi dan langsung pergi meninggalkan ruang tamu untuk menyiapkan makan siang.


"Sibuk apa sekarang" tanya Hermawan kepada Bunga.

__ADS_1


"Buka toko kue Om" jawab Bunga.


"Selain itu?" tanya Hermawan.


"Penari dan mengajar menari om" jawab Bunga.


"Penari?" tanya Hermawan lagi untuk memastikan.


"Iya om, saya penari disalah satu pentas di gedung D tengah kota. Tapi sekarang saya sudah berhenti untuk sementara waktu karena cidera yang saya alami" jelas Bunga.


"Kamu tidak malu bekerja sebagai penari" tanya Hermawan.


"Buat apa malu Om, saya menari bukan untuk menggoda. Saya sangat menyukai tarian Om, karena saya dibesarkan dari seorang penari" jelas Bunga.


"Ibumu juga seorang penari?" tanya Hermawan.


"Iya, dia penari terkenal dimasanya?" jelas Bunga bangga.


"Siapa nama ibumu?" tanya Hermawan.


"Apa, kau putri Sonia Permata" ucap Hermawan terkejut.


"Apa ayah mengenalnya?" tanya Aditya tiba-tiba karena melihat ayahnya terkejut setelah mendengar nama Sonia ibunya Bunga.


"Dia masa lalu ayah" jawab Hermawan.


"Apa" jawab Aditya dan Bunga bersamaan.


"Sonia lah yang menjodohkan ayah dengan ibumu. Ibumu dan Sonia adalah teman sewaktu sekolah. Ayah murid pindahan disekolah ibumu, sebelum ayah tertarik sama ibumu, ayah sudah tertarik kepada Sonia terlebih dahulu. Dia wanita yang sangat menarik, daripada wanita lainnya karena kegemarannya menari. Ayah selalu melihatnya latihan menari dan pentas secara sembunyi-sembunyi. Waktu ayah menyatakan cinta, dia menolak ayah karena alasan dia sudah memiliki seseorang. Namanya Alex kalau tidak salah, tapi... " tiba-tiba Bunga memotong cerita Hermawan.


"Om Alex itu bukan Ayah Bunga Bu, dia adalah sahabat ibu sampai sekarang" jelas Bunga.

__ADS_1


"Apa?" tanya Hermawan terkejut.


"Iya, nama ayah Bunga adalah Indra Om" jelas Bunga.


"Indra?" ucap Hermawan merasa semakin bingung.


"Iya om, apa om juga mengenal ayah Bunga" tanya Bunga yang juga merasa penasaran.


"Indra adalah sahabatku yang tiba-tiba menghilang setelah kami lulus sekolah. Nak boleh om bertemu ibumu, ada yang om ingin tanyakan sama ibumu" ucap Aditya.


Bunga hanya menganggukkan kepalanya, dia juga merasa bingung dengan apa yang barusan dia dengar. Aditya juga merasakan hal yang sama dengan Bunga.


Tiba-tiba Bibi datang "Maaf tuan sudah mengganggu" ucapnya.


"Ya bibi, ada apa?" tanya Hermawan.


"Makanan sudah siap" jelas bibi.


"Baiklah, ayo Aditya Bunga kita makan siang dulu. Kalian pasti sudah lapar" ajak Hermawan.


Aditya dan Bunga mengikuti Hermawan yang sudah berjalan terlebih dulu menuju meja makan. Sampai dimeja makan Bunga duduk bersebelahan dengan Aditya. Kemudian Bibi menyiapkan makanan, dan mereka mulai makan siang bersama.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih untuk semuanya, mohon dukungannya. Jangan lupa like, komen dan vote karya novelku. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2