
Disebuah Restoran Mewah
Aditya menggandeng Bunga masuk ke dalam restoran. Didepan pintu para pelayan menyambut mereka dengan senyuman hormat.
"Selamat malam Tuan Aditya dan Nona Bunga dan selamat datang" sapa para pelayan serentak.
" Malam, terima kasih" ucap Bunga dengan senyum yang ramah.
"Apa sekretarisku sudah datang?' tanya Aditya.
"Maaf Tuan, sekretaris Arya sedang di toilet" jawab kepala pelayan.
"Oh.. oke, tolong antar kami ke ruangan yang aku pesan" perintah Aditya.
"Baik Tuan, silahkan ikuti saya" ucap kepala pelayan.
Aditya dan Bunga kemudian mengikuti kepala pelayan yang sudah berjalan terlebih dulu. Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya mereka sampai disebuah ruangan yang sangat luas, mewah dan juga privat.
"Silahkan masuk Tuan Nona" ucap pelayan mempersilahkan.
"Baik, terima kasih tuan" ucap Bunga.
"Tak perlu sungkan Nona" ucap kepala pelayan merendah.
"Tuan Nona saya permisi dulu, kalau membutuh sesuatu silahkan minta kepada pelayan yang ada disini" ucap kepala pelayan mengundurkan diri.
Setelah kepala pelayan pergi, Aditya dan duduk. Aditya dengan senang hati membantu Bunga duduk.
"Sayang bagus sekali tempat ini" ucap Bunga sambil melihat-lihat kesekeliling ruangan.
__ADS_1
"Apa kamu suka" tanya Aditya.
"Ya aku suka, kalau tidak mengenalmu mana mungkin aku bisa makan ditempat kayak begini mewahnya" ucap Bunga polosnya.
"Kalau kamu suka lain kali aku siapkan makan malam berdua yang lebih mewah lagi" ucap Aditya.
Bunga tersenyum penuh kegembiraan. "Terima kasih sayang" ucapnya.
Tak lama Arya masuk ke dalam ruangan. "Malam Tuan, maaf saya tinggal ke toilet tadi, apa sudah lama Tuan datang" tanya Arya.
"Baru saja, kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Aditya, setelah melihat wajah sekretarisnya.
"Tidak tau Tuan, saya sudah beberapa kali bolak balik ke toilet" jawab Arya.
"Lebih baik kamu pergi ke klinik, mintalah obat sebelum parah" perintah Aditya.
"Baik Tuan, saya permisi dulu" ucap Arya.
"Maaf Tuan Aditya, tamu anda sudah datang" ucap salah satu pelayan.
"Oke terima kasih, tolong antar tamuku kesini" perintah Aditya.
Beberapa menit kemudian pelayan datang dengan diikuti tamu yang sudah ditunggu Aditya.
"Malam Tuan Andre" sapa Aditya ramah, diikuti uluran tangan untuk bersalaman.
"Malam Tuan Aditya" sapa balik Andre sambil menerima jabatan tangan Aditya.
"Oh ya kenalkan ini calon istri saya Bunga" ucap Aditya memperkenalkan Bunga.
__ADS_1
"Bunga" ucap Bunga, sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Andre" jawab Andre menyambut tangan Bunga. Cantik sekali wanita ini. rasanya aku ingin sekali memilikinya. Batin Andre.
Bunga segera melepaskan tangannya, karena merasa tidak suka dengan sikap tamu tunangannya itu.
Aditya sudah merasakan kalau tunangan nya itu tidak menyukai Andre. "Silahkan duduk Tuan Andre" ajak Aditya.
"Oh ya tuan, terima kasih" ucap Andre duduk disalah satu kursi yang sudah disiapkan.
Tak lama Arya memasuki ruangan, melihat tamu yang sudah datang dia menyuruh pelayan untuk segera menyuguhkan makanannya. Kemudian dia mendekati meja dan menyapa tamu tuannya. "Selamat malam tuan Andre, kenalkan saya sekretaris tuan Aditya, Arya" ucapnya.
Andre tidak mengetahui kalau Arya masuk, dia terkejut karena dari tadi dia memperhatikan Bunga terus. "Malam" jawabnya dengan gugup.
Aditya melihat tamunya yang dari tadi menatap Bunga dengan penuh kegairahan merasa emosi, namun demi kerja samanya dia menahan emosinya. Dan kemudian dia berinisiatif untuk memindahkan Bunga ketempat lain.
Aditya membisikan sesuatu kepada Arya, dan dengan cepat Arya paham apa yang dimaksud tuannya.
"Nona Bunga, ruangan yang ada minta sudah siap, mari saya antar" ucap Arya.
Bunga sedikit terkejut, namun dia melihat ke arah Aditya yang sudah memberinya kode. Bunga pun segera berdiri mengikuti Arya keluar dari ruangan tersebut.
"Mengapa nona Bunga tidak ikut dengan kita" tanya Andre.
"Maaf Tuan Andre, wanita ada tamu sendiri malam ini" jelas Aditya.
"O... Kenapa tidak digabung sekalian dengan kita?" tanya Andre lagi.
"Bukankah kita mau membicarakan bisnis, saya rasa tidak enak kalau orang luar ikut mendengarnya" jelas Aditya penuh penekanan namun masih dengan sopan. Kalau bukan karena bisnis Aditya sudah mengajar ini orang habis - habisan.
__ADS_1
Andre akhirnya pasrah dengan sedikit kecewa diwajahnya. Makanan sudah mulai berdatangan Aditya dan Andre mulai makan malam, dan sekali-kali membicarakan kerjasama yang ingin mereka kerjakan bersama.
Hai pembaca terima kasih dukungannya... semoga suka sama karyaku. Silahkan komennya yang membangun ya.........