BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
49


__ADS_3

Siti membawa secangkir kopi untuk Rian, dia meletakkan kopi dimeja, dan duduk disebelah Rina.


"Maaf Bu, apa ibu mengijinkan saya untuk melamar Rina" tanya Rian langsung.


"Maaf nak, apa nak Rian sudah memikirkan semuanya tentang orang tua Rian dan keluarga nak Rian. Saya tidak mau kalau anak saya menjadi korban. Nak Rian bukanlah orang miskin seperti kami, pasti memliki banyak sekali pertimbangan" jelas Siti.


"Semua itu tidak perlu ibu khawatirkan, orang tua sangatlah welcome kepada siapa selama ini, semua keputusan ada ditangan saya" jelas Rian meyakinkan.


"Baiklah nak, ibu serahkan kepada kalian berdua" jawabnya, sambil memegang tangan Rina.


"Kamu bagaimana"? tanya Rian kepada Rina.


"Saya akan memikirkannya mas" jawab Rina.


"Mas, kamu panggil aku mas" tanya Rian senang, tapi tidak melihatkan kesenangannya.


"Iya, apa tidak boleh. Saya bingung harus panggil kamu apa" jelas Rina malu-malu.


"Ya gakpapa mas saja, itu sudah bagus" jawab Rian cepat dan dengan senyum senang membuat Rina semakin malu.


Siti yang melihat tingkah laku anaknya tersenyum.


"Terus kapan kamu mau memberi jawaban buatku" tanya Rian selanjutnya.


"Kita jalani saja mas, biar waktu yang menentukan" jawab Rina malu-malu.


"Baiklah, mulai sekarang jangan pernah menolak apapun yang aku berikan. Kamu tinggal bilang iya" pinta Rian.


Rina hanya menganggukkan kepalanya, tanda setuju. Rina kenapa kamu berani sekali sih menerima Rian menjadi kekasihmu, dalam hatinya. Siapa kamu? imbuhnya.


Rian pamit pulang, dia diantar Rina kedepan rumah. Sebelum Rian pergi "Cepat tidur dan istirahat kamu besok masih harus bekerja lagi" pintanya.


Rina menganggukkan kepalanya, kemudian dia masuk setelah melihat mobil Rian sudah meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


Rina segera masuk ke dalam kamar, dia mengacak-ngacak rambutnya. Rina malu dengan perkataannya sendiri kepada Rian, kenapa dia seberani itu. Siapa aku, berani sekali. gumamnya.


.


.


.


.


"Tok tok tuan muda bangun" suara pelayan mengetuk pintu kamar Aditya.


"Iya" jawab Aditya setengah tersadar.


"Waktunya sarapan tuan muda" jelas pelayan lagi.


"Ya, aku akan siap-siap dulu" jawab Aditya.


Beberapa menit kemudian Aditya sudah siap dengan setelan jas, dia memegang hpnya untuk mengirim pesan kepada seseorang. Selesai mengirim Aditya senyum-senyum sendiri, ada pikiran senang diwajahnya.


Aditya turun untuk sarapan, Hermawan sudah menunggu putranya untuk sarapan. "Pagi yah" sapa Aditya.


"Pagi juga nak" jawab Hermawan lalu meminum kopinya. "Kapan kau ajak Bunga ke rumah" Hermawan lanjut bertanya kepada Aditya.


"Nanti dia aku ajak makan siang, apa ayah tidak sibuk hari ini" Aditya menjelaskan dan berlanjut tanya.


"Tidak, ajak saja makan siang di rumah dan makan malam sekalian di rumah" ucap Hermawan.


"Baiklah yah" jawab Aditya melanjutkan sarapannya.


Selesai sarapan Aditya pergi ke perusahaannya, didepan Arya sudah menunggunya. "Kenapa tidak masuk untuk ikut sarapan" tanya Aditya, melihat Arya menunggu di teras rumahnya.


"Terima kasih tuan, saya sudah sarapan sebelum berangkat" jelas Arya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita berangkat" ajak Aditya.


"Baik tuan" jawab Arya.


Aditya berangkat ke perusahaan bersama Arya, Hari ini jalanan sedikit padat. "Tuan didepan macet" jelas Arya.


"Sabarlah, santai saja" jawab Aditya.


"Baik tuan" ucap Arya sambil mengeluarkan hp untuk menghubungi bawahannya.


"Halo, aku dan tuan muda datang terlambat. Jalanan padat hari ini, atur semua pekerjaan yang harus dikerjakan tuan muda" jelas Arya, setelah mendapat jawaban memuaskan dari bawahannya Arya menutup teleponnya.


Sesampai di perusahaan Aditya memasuki kantornya melewati lift presiden direktur, di ikuti Arya dia menuju lantai paling atas, dimana letak kantornya.


Aditya keluar lift dan masuk ke dalam kantornya, sesuai perintah Arya berkas-berkas yang harus diperiksa dan tanda tangani Aditya sudah tertata rapi dimeja Presiden Direktur.


Aditya langsung menduduki kursinya, dia menyalakan laptop sambil mengambil satu persatu map - map berisi berkas-berkas dimeja nya. Tak butuh waktu lama Aditya sudah disibukkan dengan pekerjaannya.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih, jangan lupa dukung novelku dengan like, komen dan vote. 🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2