BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
30


__ADS_3

Aditya dan Rian berniat pergi untuk minum, tapi niatnya di urungkan karena hujan turun cukup deras. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak kemana-kemana. Waktu sudah malam, toko juga sudah sepi dari pembeli karena hujan. Kue hanya tersisa 4 potong saja, Bunga pun memutuskan untuk menutup tokonya.


"Apa kalian tidak mau pulang" tanya Bunga kepada Aditya dan Rian.


"Kamu mengusir kami" tanya Aditya.


"Siapa yang mengusir kamu, aku cuma bertanya saja. Kalau kalian masih mau disini aku buatkan mie instan, karena aku sama Rian merasa lapar" ucap Bunga sedikit kesal.


"Baiklah kami mau" jawab Aditya.


Bunga pun masuk ke dapur dan memasak mie instan, Rina ikut membantunys. Selang beberapa menit Bunga selesai memasak bersama Rina, dibawanya semangkuk besar mie instan yang cukup untuk 4 orang bahkan lebih, tak lupa dicampur sayur dan telur. Yang sangat cocok untuk cuaca malam itu. Rina hanya mematung saja didepan pintu dapur, Bunga yang melihatnya langsung menggandeng Rina menuju meja tempat Aditya dan Rian duduk. "Ayo duduk bareng sini, kita makan bersama. Tidak ada tapi tapian, dan jangan sungkan sungkan dengan kami. Aku majikan mu tapi juga temanmu" ucap Bunga, sambil mempersilahkan Rina duduk di samping Rian. "Kita ketemu lagi ya" sapa Rian. Rina hanya mengangguk, tanpa bicara karena malu. Mereka berempat makan bersama dan juga mengobrol, namun Rina banyak diam saja.


Selesai makan Rina membereskan meja dan berniat membawanya ke dapur untuk mencucinya, namun Rian dengan sigap membantu Rina. Melihat hal itu Aditya tersenyum penuh makna. Bunga yang melihat pun jadi penasaran akan senyum Aditya. Bunga pun berucap" Tidak membantu malah senyum-senyum sendiri, apa yang kamu pikirkan". "Aku kalau membantu mereka malah akan jadi penghalang, masa kamu tidak bisa melihat kalau Rian menyukai pegawai mu" jelas Aditya. Bunga pun mulai memikirkan dari awal Rian dan Rina berjumpa tadi. Memang banyak yang mencurigakan dari sikap Rian, ia mulai mengerti. "Apa tidak masalah jika Rina sama Rian jadian" tanya Bunga. "Kenapa jadi masalah, mereka pantas - pantas saja, semua tergantung mereka bukan penilaian orang lain. Sama seperti kita juga" ucap Aditya. Kalimat terakhir membuat Bunga terkejut.


Sementara itu Rian di dapur bersama Rina. "Kenapa kamu banyak diam" tanya Rian untuk memulai percakapan.

__ADS_1


"Apa saya pantas banyak bicara tuan" jawab Rina.


"Kenapa tidak, kamu juga manusia. Siapa yang melarang kamu untuk tidak boleh bicara" tanya Rian penasaran.


"Tidak ada tuan, cuma saya merasa orang rendahan seperti saya ini tidak pantas banyak bicara, takut disalahkan" jawab Aditya.


Rian pun tertawa lepas mendengar jawaban Rina. "Kamu ada-ada aja Rina Rina" celetuk Rian.


"Apa ada yang salah dengan ucapan saya tuan" tanya Rina penasaran melihat Rian ketawa lepas.


"Tidak cuma jalan pikiranmu saja yang salah, mana ada orang dibatasi bicara karena kaya atau miskin" jelas Rian. "Mulai sekarang kamu boleh bicara apapun kepada ku" tambahnya


"Aku tidak kasih kamu apa-apa jadi tidak usah berterima kasih" ucap Rian.


Rian dan Rina selesai mencuci semua perlengkapan makan, dan kembali ke meja tempat Bunga dan Aditya duduk.

__ADS_1


"Wah yang lagi pdkt" celetuk Aditya tiba-tiba.


"Apaan sih kamu bro" jawab Rian malu - malu, dan melirik ke Rina yang ternyata juga ikut malu.


"Hus" ucap Bunga sambil menyenggol Aditya.


Hujan berganti gerimis, Aditya memutuskan untuk mengantar Bunga. Rian mengajukan diri mengantar Rina, Bunga pun setuju dan Rina hanya diam saja. Toko sudah di cek satu persatu dirasa sudah aman, Bunga pun menutup dan mengunci toko. Aditya masuk ke dalam mobil di ikuti Bunga, Rian pun sama masuk ke mobil dan di ikuti Rina. Mereka berpamitan dan berpisah untuk mengantar wanita pujaan hatinya masing-masing.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih, semoga suka... jangan lupa like, komen dan vote.🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2