BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
65


__ADS_3

Bunga masuk ke dalam ruangan kerja Aditya.


"Kenapa lama sekali" tanya Aditya bangun dari duduknya.


"Salah siapa bikin peraturan orang umum tidak boleh beli makanan di kantin kantor, terpaksa aku beli makanan di seberang. Panas tahu, liat baju ku basah kena keringat semuanya" celoteh Bunga.


"Tidak ada peraturan seperti itu. Kantin disini bebas untuk siapa saja mau karyawan, tamu atau umum pun" jelas Aditya.


"Tadi kata pegawai mu" jawab Bunga dengan polosnya.


"Siapa?" tanya Aditya.


"Tidak tahu, aku masuk kesini juga mau di usir olehnya" jawab Bunga cuek.


"Tunggu disini" pinta Aditya sambil berdiri dari duduknya.


"Hai mau kemana, aku sudah lapar. Kalau kamu pergi kapan makannya" rengek Bunga.


Wajah Aditya yang tadinya merah padam karena marah berubah seketika setelah mendengar rengekan Bunga. "Baiklah, kita makan dulu" ucap Aditya yang kembali duduk.


Mereka makan siang bersama, dengan lahapnya Bunga makan, sampai - sampai Aditya heran melihatnya.


"Hai makannya pelan-pelan" ucap Aditya.


Bunga hanya mengangguk dan memperlambat makannya, sesekali Aditya menyuapi Bunga.


Selesai makan Bunga membersihkan meja dan membuang sampah, setelah itu dia pergi ke toilet untuk membersihkan dirinya. Aditya kembali bekerja, tapi sebelumnya dia menghubungi Arya untuk menyelidiki kejadian yang menimpa Bunga tadi.

__ADS_1


Bunga sudah kembali ke ruangan Aditya "Apa masih lama?" tanya Bunga.


"Kemari lah" pinta Aditya.


Bunga bangun dari duduknya dan berjalan menuju meja kerja Aditya. "Apa" katanya.


Aditya tidak menjawab dia langsung menarik tangan Bunga sehingga Bunga jatuh di pangkuannya. Bunga mencoba bangun, namun Aditya menahannya. "Jangan bergerak, temani aku disini" ucap Aditya.


Bunga terpaksa mengikuti kemauan Aditya, kini dia duduk dipangkuan Aditya. "Apa aku tidak mengganggu" tanya Bunga.


"Tidak" jawab Aditya sambil mencium pucuk kepala Bunga.


Ada perasaan nyaman di hati Bunga saat bersama Aditya, kini hatinya perlahan-lahan sudah dipenuhi cinta Aditya kepadanya.


Bunga menatap wajah Aditya dengan tatapan penuh kasih sayang dan harapan akan masa depannya. "Kekasihmu tampan ya" ucap Aditya yang membuyarkan tatapan Bunga karena malu.


"Tidak" ucap Bunga malu.


Tok tok suara pintu diketuk. Aditya dan Bunga menghentikan ciuman mereka, Bunga segera berdiri dari pangkuan Aditya dan merapikan pakaiannya yang sempat berantakan karena ulah Aditya.


"Masuk" perintah Aditya setelah melihat Bunga rapi dengan penampilannya.


Ternyata yang mengetuk pintu adalah Arya, kemudian Arya masuk setelah mendapat persetujuan dari bosnya.


"Maaf tuan jika saya mengganggu" ucap Arya sopan.


"Bicaralah" ucap Aditya tanpa menghiraukan permohonan maaf Arya. Sebenarnya Aditya merasa sedikit kesal karena Arya sudah mengganggu kesenangannya.

__ADS_1


"Yang menegur Nona Bunga tadi adalah Dea tuan" ucap Arya. "Tapi saya sudah menasehatinya supaya lain kali tidak membuat kesalahan lagi" tambah Arya.


"Berani sekali dia, pecat dia" ucap Aditya kesal. Karena lancang sekali membuat wanita yang dia cintai kepanasan dan berkeringat seperti tadi, ditambah mau mengusir Bunga.


Bunga yang mendengar ucapan Aditya kemudian ikut berbicara "Hai sayang, aku sudah melupakannya kenapa kau mengungkitnya lagi, jangan memecatnya kasihan dia. Dia juga tidak tahu siapa aku" pinta Bunga sedikit merayu supaya kekasihnya tidak marah lagi.


"Tapi aku tidak suka dia berbuat sewenang-wenang di kantorku" ucap Aditya.


"Hukum yang lain saja, jangan memecatnya" pinta Bunga.


Aditya kemudian berpikir sambil menatap wajah Bunga. Yang muka wajah memberikan kesan memohon dan manja membuat Aditya akhirnya luluh juga.


"Potong gajinya bulan ini 50% itu sebagai peringatan terakhirnya. Jika dia berbuat sewenang-wenang lagi pecat langsung saja tanpa minta persetujuan ku" ucap Aditya penuh penekanan.


"Baik Tuan, saya laksanakan" jawab Arya dan kemudian pamit untuk undur diri.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2