BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
80


__ADS_3

Didalam kamar Bunga menunggu Aditya berganti pakaian "Sini biar aku bantu" kata Bunga setelah melihat Aditya memakai dasi.


Bunga mendekati Aditya yang sedang berdiri didepan cermin, dengan teliti Bunga memasangkan dasi dileher Aditya. Sedangkan Aditya memperhatikan wajah Bunga, dia melihat bibir Bunga yang begitu menawan membuatnya nafsu sedikit. Namun karena dia sudah berjanji tidak akan ngapa-ngapain Bunga sebelum mereka menikah.


"Sudah" kata Bunga menbuyarkan lamunan Aditya. Lelaki mana yang tidak tahan melihat wanita yang begitu cantik di depannya.


"Cup" ciuman diberikan Aditya untuk mengobati nafsunya, dengan lamutan yang masih wajar. Bunga yang menerima ciuman itu pun tidak menolaknya. Hampir saja Aditya tidak bisa mengontrol nafsunya, karena tiba-tiba ada panggilan masuk dari handphone nya.


"Sial" ganggu saja umpat Aditya.


"Halo" kata Aditya mengangkat panggilan masuk.


"Maaf Tuan, ada masalah dengan proyek di kota G ada masalah" ucap sekretaris Arya. "Ada penggelapan dana disana" tambahnya.


"Apa kamu tidak bisa urus" tanya Aditya.


"Maaf tuan sebaiknya anda periksa sendiri" jawab Arya.

__ADS_1


"Oke, kamu kirim dokumen-dokumen yang bersangkutan biar aku periksa" ucap Aditya.


Setelah mendapatkan penjelaskan panjang lebar Aditya memutuskan sambungan teleponnya, dia melirik ke arah Bunga yang dari tadi juga ikut mendengarkan pembicaraannya. Aditya berpikir sebentar di kota G dekat dengan pantai, apa Bunga maua ikut.


"Sayang proyek dikota G ada masalah, apa kamu mau ikut menemani aku" tanya Aditya.


"Apa aku tidak mengganggu nanti" jawab Bunga. "Aku juga tidak ada baju ganti, kalau ikut" tambahnya.


"Tidak mengganggu, malah aku senang jika kamu bisa menemaniku pergi. Masalah baju ganti nanti kita beli disana setelah pekerjaanku selesai" jawab Aditya.


Sejenak Bunga berpikir dan akhirnya dia menggangguk yang artinya dia setuju ikut Aditya pergi. "Kamu pamit sama ibu gih" ucap Aditya. "Aku mau membaca dokumen sebentar, setelah itu kita berangkat" tambah Aditya.


"Ibu" ucap Bunga setelah mendapati ibunya duduk disofa dengan ayah mertuanya.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Sonia.


"Ibu aku mau ikut Aditya ke kota G, ada masalah dengan proyeknya disana" ucap Bunga.

__ADS_1


"Ada masalah apa nak?' tanya Hermawan yang penasaran.


"Itu Pa, katanya ada penggelapan dana diproyeknya. Jadi membangunannya terhenti" jelas Bunga.


"Pergilah temeni Aditya, biar ibumu papa yang jaga" ucap Hermawan.


"Makasih Pa" jawab Bunga.


Setelah pamit sama ibu dan Papa mertuanya Bunga kembali kekamar menemui Aditya. Sampai dikamar Bunga melihat Aditya masih sibuk membaca dokumen, tanpa suara dia duduk di sebelah Aditya supaya tidak mengganggunya. Aditya melihat Bunga duduk disebelahnya tersenyum dan kembali fokus membaca dokumen yang dikirim Arya.


Beberapa menit kemudian Aditya sudah selesai membaca dan mempelajari dokumen tersebut, kenapa Aditya harus membaca terlebih dulu dokumen-dokumen itu karena dia mau menyetir ke kota G sendiri tanpa sopir. Niatnya mau mengajak Bunga untuk berlibur barang sehari, hadiah yang sudah lama Bunga mau. Bunga ingin sekali liburan ke pantai dengannya.


"Ayo berangkat sayang" ajak Aditya. Bunga mengangguk dan berdiri.


Setelah bersiap-siap Aditya menggandeng tangan Bunga untuk keluar dari kamar. Sampai dibawah mereka pamit kepada orangtua masing-masing dan berangkat.


 

__ADS_1


BERSAMBUNG................


__ADS_2