
Hari ini Bunga akan pergi berbelanja kebutuhan toko kue nya, dia libur mengajar dan tidak ada jadwal menari.
"Bu, Bunga pergi belanja dulu ya" sambil mencium tangan ibunya dan pamit pergi.
"Iya nak, hati-hati dijalan" balasan ibu sambil melanjutkan memasaknya.
Sonia adalah nama ibu Bunga, beliau adalah penari yang terkenal di kota A, untuk kalangan penikmat tarian. Ayah Bunga sudah meninggal sejak usia Bunga 5 tahun, karena sakit. Sonia merawat Bunga dengan hasil upah menari dan mengajar tari. Tapi mulai kemaren malam, sudah berhenti menari. Peminatnya sudah berkurang karena usianya yang tidak muda lagi, walaupun tubuhnya masih segar dan cantik. Cuma orang sebaya nya yang masih setia jadi peminat tariannya.
Bunga pergi ke supermaket dekat dengan toko kuenya, supaya dia tidak terlalu repot membawa belanjaannya. Toko kue Bunga terletak di sekitaran taman kota A. Yang terkenal dari toko kuenya, adalah cupcake coklat. Satu jam berlalu, Bunga selesai berbelanja, dia membayar belanjaannya dan mendorong kereta belanjaannya menuju jalan raya untuk mencari taksi, tidak lama dia pun dapat taksi dan mengantar nya ke toko. Sampai di toko Rina sudah bersih-bersih, sambil menunggu cupcake matang dari oven.
"Pagi Bu" sapa Rina sambil berlari untuk membantu Bunga membawa belanjaannya. "Ibu tidak latihan hari ini" sambil membawa beberapa tepung dan gula.
" Nanti sore aja, sekarang bantu kamu dulu di toko" sambil membawa sisa belanjaan.
Mereka di sibukkan dengan adonan kue, sambil bercerita banyak. Dua jam berlalu, cupcake dan kue-kue lainnya sudah siap di sajikan di etalase tokonya, jam sudah menunjukan pukul 08:00 pagi. "Rina mari kita buka tokonya" minta Bunga sambil merapikan kue-kue di etalase.
"Ya Bu baik" berjalan menuju pintu, membuka pintu dan papan close di ganti open pada kaca pintu.
__ADS_1
Ternyata sudah ada beberapa pengunjung yang menunggu mereka buka. "Pagi" sapa Rina melihat pengunjung masuk ke toko.
Bunga dan Rina melayani pelanggan satu persatu dengan sopan.
Aditya POV
" Tok tok " suara pintu di ketuk
"Sialan, sapa pagi pagi gini. Ganggu orang tidur aja" gumam Aditya kesal, karena tidurnya diganggu ketukan pintu.
"Sapa" tanya Aditya sedikit teriak.
"Suruh tinggal saja Bi, saya masih ngantuk. Hari ini Minggu, saya mau istirahat. Makan nanti saja" sambil menarik selimut dan melanjutkan tidurnya.
"Baik tuan, sambil berlalu pergi". Bi Ina menghampiri tuan besar yang sedang membaca koran di meja makan.
"Maaf tuan, tuan muda tidak sarapan, mau istirahat katanya" sambil menunduk takut tuan besarnya itu marah.
__ADS_1
"Baiklah Bi biarkan saja, sambil meletakkan koran di atas meja, terus menyuruh Bi Ina untuk menyiapkan sarapan". Ayah Aditya bernama Hermawan, pengusaha sukses di kota A, Ibu Aditya Nadia, Beliau sudah 6 tahun meninggal karena kecelakaan mobil saat pergi belanja, mobilnya ditabrak truk tiba-tiba dari samping, pengemudi truk diketahui ternyata sedang mabuk, ibu Aditya meninggal seketika di kejadian, tanpa bisa di selamatkan. Ayah dan Aditya syok, dan semenjak itu hubungan ayah dan anak sedikit jauh.
Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi, Aditya bangun dan mandi. Alunan lagu dari hp nya berbunyi, Aditya keluar dari kamar mandi. "Halo bro, sapa seseorang dari dalam telepon".
"Ada apa lu pagi-pagi telpon gue, ganggu orang saja" jawab Aditya ketus.
"Hahahaha, suara tawa laki-laki dalam telepon. Sorry bro, tidak ada niat ganggu lu, cuma mau ngajak makan doang, kalo lu mau" tanya laki-laki itu.
"Oke, lu tunggu dimana?gue susul nanti, gue mandi dulu".
"Oke, tempat biasa.
Aditya mengakhiri telepon, dia pergi ke kamar mandi untuk melanjutkan mandinya.
Yang barusan menelpon adalah teman Aditya dari kecil, Rian nama nya. Dia sama Aditya sudah seperti saudara kandung sendiri, karena sama-sama anak tunggal.
Jangan lupa like dan komen.....
__ADS_1
Semoga suka ceritanya... Terima kasih.