BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
82


__ADS_3

Setelah pegawai tersebut pergi Aditya menemui Bunga. Pelan dia membuka pintu, dilihatnya Bunga sedang berbaring di sofa sambil bermain-main hape nya.


Cup


Satu ciuman mendarat di dahi Bunga, yang dicium terkejut dan segera mendudukkan tubuhnya melihat siapa yang menciumnya. Setelah mengetahui yang menciumnya barusan adalah Aditya, Bunga mengembangkan senyumnya, dia merasa lega orang yang ditunggunya sudah datang. Dari tadi dia merasa bosan menunggu kekasihnya menyelesaikan urusannya.


"Lama ya" ucap Aditya. "Maaf ya" tambahnya.


"Hem nggak papa" ucap Bunga. "Apa urusannya sudah selesai" tanyanya.


"Belum, tapi Arya yang akan mengurus sisanya nanti" jawab Aditya enteng.


Tadi sebelum menemui Bunga, Aditya menghubungi Arya dan memberikan perintah untuk menyelesaikan sisanya.


"Makan dulu, kamu belum makan siang tadi" ucap Bunga.


"Nanti saja, aku tidak lapar. Bersiaplah kita pergi sekarang" ucap Aditya.


"Tau gitu aku makan aja tadi semuanya, aku menyisihkan sebagian buat kamu karena kamu belum makan tadi" ucap lirih Bunga namun masih didengar Aditya.


"Baiklah aku makan, tapi kamu suapi" goda Aditya melihat kekasihnya sedang merajuk.


Bunga mengangguk dan segera mengambil makanan dipiring yang tadi sudah dia sisihkan buat Aditya. "Buka mulutmu" ucap Bunga setelah mengambil satu sendok makanan.


Aditya membuka mulutnya dan segera melahap makanan yang disuapi oleh Bunga. "Sayang habis gini kita cari rujak yuk, aku pengen makan" ucap Bunga disela-sela dia menyuapi Aditya.

__ADS_1


"Rujak?" tanya Aditya meyakinkan.


"Iya" jawab Bunga.


Sejenak Aditya berpikir "Dimana membeli rujak dikota ini, ada - ada aja keinginannya. Ini belum ngidam aja keinginannya aneh-aneh, apalagi kalau ngidam bisa-bisa pusing" batin Aditya.


"Sayang kita membeli dimana rujaknya, aku tidak hafal kota ini" tanya Aditya. "Nanti ya kalau kita sudah pulang, kita cari dipasar malam" tambahnya.


Bunga mendengar penuturan Aditya terlihat sedikit kecewa. Aditya melihatnya langsung mendekatinya dan berkata "Bagaimana kalau kita membuat sendiri nanti di vila, kita belanja dulu disupermarket nanti sehabis dari sini" ucap Aditya. "Kamu tahu cara membuatnya kan" tambahnya.


Bunga langsung merasa senang setelah mendengar ucapan Aditya. "Iya - iya aku mau" jawab Bunga.


.


.


.


Aditya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, bisa dibilang pelan sekali karena dia tidak menguasai daerah dikota G. Biasanya dia hanya bekerja saja kalau ada proyek diluar kota, tanpa berkeliling melihat-lihat. Jadi Aditya tidak tahu letak supermarket di sebelah mana, dia lupa menanyakan ke pegawainya tadi, dia pun pergi hanya pamit kepada penanggung jawab proyek saja, itupun setelah mereka berbincang-bincang sebentar.


Ketika Aditya ingin menghentikan mobilnya dibelokan, dia terkejut karena rem mobilnya tidak bisa dikendalikan. Bunga yang melihatnya menjadi takut. "Sayang kamu yakin sama aku ya" ucap Aditya untuk menenangkan Bunga. "Kamu jangan panik, dengarkan ucapanku" tambahnya.


Bunga mengangguk, walaupun dia takut sekali kalau kenapa-kenapa nanti. Bunga berdoa semoga Tuhan dapat menolongnya. Aditya mengemudi mobilnya menuju ke arah lapang rumput, dia memiliki rencana untuk melompat dari mobil.


"Sayang sekarang kamu buka pintu mobil, kita melompat setelah aku hitung sampai tiga" ucap Aditya.

__ADS_1


Bunga mendengar arahan dari Aditya dan mengangguk, walaupun dia masih merasa takut.


"Satu, dua, tiga, lompat " teriak Aditya. Bunga melompat keluar dari mobil dan tak lama Aditya menyusul.


"Bruk" suara mobil menabrak pohon.


Aditya segera bangun dan melihat keadaan Bunga. "Sayang apa kamu baik-baik saja" ucap Aditya khawatir.


Aditya yang tidak mendengar jawaban dari Bunga segera berlari mendekat. Dan ternyata Bunga tidak sadarkan diri. Tangan dan kakinya dipenuhi dengan darah, Aditya langsung menggendongnya dan pergi untuk mencari taksi. Untungnya Aditya segera mendapatkan taksi, dan mengantarnya ke rumah sakit terdekat.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2