
Bunga selesai membuat kue, dia membersihkan diri dan berdandan. Bunga kelihatan cantik dengan dress bunga dibawah lutut, karet di bagian bahu dan pinggang, make up minimalis dengan lipstik warna merah cerah. Aditya yang melihatnya di buat kagum. "Kenapa kamu melihat ku seperti itu, apa belum bersih wajah ku dari tepung - tepung" tanya Bunga keheranan. "Tidak, sudah bersih kok" jawab Aditya, tanpa memberitahu yang sebenarnya.
Bunga pamit kepada Rina dan Rina mengiyakannya. Aditya dan Bunga menuju cafe dimana Aditya sudah janjian dengan Rian. Sampai di sana Aditya turun di ikuti Bunga, Aditya menyuruh Bunga untuk mencari tempat duduk, karena Aditya tak melihat Rian sudah datang dan dia mau ke toilet terlebih dulu. Bunga mengiyakan, dia pergi menuju meja yang masih kosong, karena saat itu cafe lumayan penuh dengan pelanggan.
.
.
.
Satu menit kemudian Rian sampai, dia segera masuk setelah parkir mobilnya. Melihat mobil kawannya sudah terparkir Rian segera masuk untuk menemui kawannya tersebut. Di dalam Rian melihat ke sekeliling cafe, tapi tidak menemukan Aditya. Matanya berhenti mencari seketika melihat sesosok wanita yang ia suka. Rian menghampiri Bunga "Siang nona Bunga, apa kabar?" sapa Rian yang menghentikan Bunga bermain hp. Bunga melihat ke arah suara yang menyapanya dan menjawab "Siang tuan Rian". "Sudah aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan tuan, panggil saja nama ku" pinta Rian. "O iya Rian, maaf lupa" jawab Bunga. "Apa aku mengganggu" tanya Rian, yang melihat Bunga duduk sendiri takut kalau dia bersama orang lain. " Tidak Rian, silahkan duduk" jawab Bunga. "Kamu sendirian saja" tanya Rian lagi. "Tidak aku bersama teman, dia sedang pergi ke toilet" jelas Bunga. Mereka pun mengobrol sambil ketawa bersama.
Selang beberapa menit Aditya keluar dari toilet, ia mencari Bunga. Di lihatnya Bunga sedang berbicara dan tertawa bersama dengan sahabatnya. Aditya pun mendekati mereka dan bertanya "Apa kalian saling kenal?". Pertanyaan Aditya membuat Bunga dan Rian berhenti mengobrol. "Iya, Rian pernah menolongku mengantar aku ke toko sehabis kontrol ke dokter tempo hari" jelas Bunga. Riang pun menyambung untuk menjelaskan ke Aditya " iya waktu kita rapat bersama, aku datang terlambat karena harus mengantar Bunga dulu dan ibu".
__ADS_1
"O" ucap Aditya sambil duduk di sebelah Bunga yang membuat Rian kaget. "Apa kalian juga saling mengenal" tanya Rian. "Ya, dia calon istriku" jawab Aditya yang membuat Bunga kaget, apalagi Rian. "Tidak tidak dia bercanda" jelas Bunga. "Bercanda apanya aku sudah melamar mu kemaren di hadapan ibu" jelas Aditya. " Kapan kau minta aku sama ibu" tanya Bunga penasaran. "Kemaren waktu aku mengantar pulang dan kamu tertidur" jelas Aditya. Bunga pun terdiam dan malu dihadapan Rian.
Rian yang melihat percakapan Aditya dan Bunga pun cuma bisa diam saja, hatinya sedikit terluka karena wanita yang dia sukai juga di sukai sahabatnya, ditambah wanita tersebut juga menyukai sahabatnya. Rian membuka ucapan " Kenapa kamu main rahasia sama aku bro, kalau mau menikah" tanya Rian membuat kecanggungan hilang. "Bukan tidak mau membagi, tapi belum saatnya. Bunga aja juga belum menyetujui nya" jelas Aditya. Mereka bertiga melanjutkan mengobrol sambil memesan makanan, karena sudah merasa lapar.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih, jangan lupa like, komen dan vote.. semoga suka novel saya.. 🤗🤗🤗🤗