
Pagi ini begitu cerah, setelah semalam diguyur hujan. Bunga bangun, dia melihat sekeliling kamar inap nya, tak di liat sosok ibunya di tempat itu. Tiba-tiba pintu kamar di buka, Sonia masuk dengan membawa makanan. "Ibu dari mana", tanya Bunga. "Ibu pergi membelikanmu makanan nak, ibu tahu kalau kamu tidak suka makanan rumah sakit" jawab ibunya sambil duduk di sebelah Bunga.
"Ayo makan dulu, ibu suapi" ucap Sonia sambil membuka bungkusan makanan yang dia bawa.
"Bunga tidak lapar ibu, Bunga mau istirahat saja" jawab Bunga. Bunga kelihatan masih sedih, karena wajahnya masih begitu lebam karena hampir semalaman dia menangis.
"Ibu mohon nak, jangan seperti ini. Ibu mohon makanlah, kamu harus kuat dan bersabar, pasti ada hikmah di balik ini semuanya, kamu bukan cacat untuk selamanya, kamu hanya di suruh untuk istirahat sama Tuhan" nasehat Sonia, walaupun dalam hatinya juga sedih.
"Suapi Bunga ibu" suara Bunga tiba-tiba dengan pelan.
Sonia merasa sedikit senang, anaknya sudah mulai bangkit lagi. Dengan segera dia menjawab anaknya " Baiklah Nak, ibu akan suapi kamu".
__ADS_1
Disela-sela makan, Bunga meminta tolong ke ibunya untuk mengambilkan telepon miliknya. Dia mau menelepon Rina, untuk mengabari keadaannya dan meminta tolong untuk menangani tokonya. Tapi Sonia sudah terlebih dulu mengabari Rina, dan menceritakan semuanya. Rina pun dengan senang hati membantu, dan mendoakan semoga Bunga lekas membaik.
Seminggu berlalu, Bunga sudah di perbolehkan untuk pulang. Dokter berpesan bahwa Bunga harus mengikuti terapi berjalan, supaya bisa lekas sembuh. Bunga pun mengiyakannya.
Aditya POV.
"Kemana wanita itu, kok tiba-tiba menghilang" gerutu Aditya, karena tidak bisa menemukan Bunga seminggu ini di tempat biasa Bunga menari. Aditya sudah bertanya kepada pengurus gedung itu, tapi jawaban nya hanya tidak tahu. Sebenarnya Alex sudah menyuruh anak buahnya, siapapun yang menanyakan Bunga jawab saja tidak tahu.
Aditya dan Rian berlibur sekitar 3harian, mereka menghabiskan waktu pergi ke pantai. Meraka tidak pergi berdua saja, tapi juga dengan teman mereka lainnya. Berlibur juga tidak membuat Aditya merasa senang, karena pikirannya ke Bunga. 3 hari berlalu, Aditya dan Rian melakukan perjalanan pulang.
"Hai Bro, aku melihatmu dari pertama kita liburan kamu tidak begitu menikmatinya, ada apa?" tanya Rian untuk membuka percakapan.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa Rian" jawab Aditya.
"Hai, aku sudah mengenalmu dari kecil, jangan berbohong kepada ku" desak Rian.
Aditya masih terdiam, tidak menjawab pertanyakan Rian. Selang beberapa menit Aditya menghela nafas dan mulai berbicara. "Sebenarnya aku sedang memikirkan seseorang, dia sudah seminggu lebih sudah menghilang, aku mencarinya tapi tidak juga bisa menemukan keberadaannya".
"Tunggu dulu, siapa seseorang itu. Apakah seorang perempuan?" tanya Rian penasaran dengan cerita temannya barusan.
Aditya mengiyakan pertanyakan Rian. Sontak Rian tertawa terpingkal-pingkal. " Hai ada apa, kenapa kau tiba-tiba tertawa" gerutu Aditya. "Oh, ternyata sahabatku ini sedang jatuh cinta" Rian melanjutkan tertawanya. Aditya melotot ke Rian, dan akhirnya Rian terdiam, karena melihat Aditya sedang tidak senang. Rian kembali fokus melanjutkan menyetir, tapi terkadang juga masih tertawa kecil mengingat akan sahabatnya. Dia tidak menyangka bahwa sahabatnya yang di kenal sangat dingin itu bisa jatuh cinta juga. "Sebenarnya wanita seperti apa yang bisa membuat Aditya jatuh cinta" gumam Rian dalam hati.
Semoga suka.. Jangan lupa like, komen dan vote.. Terima kasih 🤗🤗
__ADS_1