
Sonia duduk disebelah Bunga dan dia mulai bercerita.
"Ibumu dan aku adalah sahabat dekat waktu sekolah kami selalu pergi bersama-sama. Ayahmu murid pindahan, kami bertiga mulai menjadi teman karena tugas sekolah, kami jadi satu kelompok. Ibumu menyukai ayahmu diam-diam, namun ayahmu malah menyukaiku diam-diam juga. Ayahmu mencari tahu tentang ku lewat ibumu, namun ibumu mengartikan bahwa ayahmu menyukainya. Tak butuh waktu lama ayahmu menaklukkan hatiku dan kami diam-diam pacaran dibelakang ibumu. Suatu hari ibumu divonis sakit parah, dan dia mengetahui hubunganku dengan ayahmu. Dia menangis di depanku memohon supaya aku meninggalkan ayahmu, karena dia ingin saat-saat terakhirnya bersama dengan orang yang dia sukai. Aku pun berpura-pura selingkuh didepan ayahmu dengan ayahnya Bunga. Ayahnya Bunga adalah sahabatku yang tidak diketahui ayahmu. Namun ayahmu mengetahui kalau aku hanya berpura-pura, dia mengetahui semuanya. Aku pun menceritakan semuanya kepada ayahmu, aku meminta ayahmu untuk menjalin hubungan dengan ibumu. Pertama kali ayahmu menolak, karena dia tidak mau menyakiti ku dan dirinya sendiri. Waktu perpisahan sekolah aku mengajak ayahmu dan ibumu minum bersama untuk merayakan perpisahan sekolah. Aku berinisiatif menjebak ayahmu tidur dengan ibumu, aku memberi obat tidur di minuman ibumu dan ayahmu. Mereka mabuk dan tertidur bersama tanpa sadar, aku membaringkan ayahmu dan ibumu dalam satu ranjang. Ayahmu tidak curiga sama sekali, diam malah bersalah dengan perbuatannya kepada ibumu, dan akhirnya memutuskan untuk bertanggung jawab dengan apa yang tidak dia lakukan sama sekali. Ayahmu menikahi ibumu dan aku pergi dari kehidupan ayahmu untuk selamanya. Setelah itu aku memulai kehidupanku yang baru dan melupakan semuanya. Aku mulai jatuh cinta kepada ayahnya Bunga, dan kami pun menikah" cerita Sonia.
"Ibu" ucap Bunga sambil memeluk ibunya.
Tiba-tiba pintu rumah ada yang mengetuk, siapa yang malam datang bertamu. Sonia beranjak dari duduknya dan membuka pintu. Dia terkejut mendapati Hermawan yang bertamu malam-malam.
"Hai apa kabarmu" tanya Hermawan.
"Baik" ucap Sonia sedikit terbata-bata.
"Boleh aku masuk" tanya Hermawan.
Sonia hanya terpaku diam, dia tidak berpikiran sama sekali kalau Hermawan akan datang menemuinya.
__ADS_1
"Ibu kenapa hanya diam saja, siapa yang datang?" tanya Bunga sambil mendekati ibunya yang hanya diam saja didepan pintu.
Bunga terkejut melihat Om Hermawan yang datang, dia melihat wajah ibunya yang begitu sedih.
"Masuklah" ucap Sonia yang menguatkan hatinya.
Hermawan masuk ke dalam rumah, Aditya yang melihat ayahnya datang tidak terkejut sama sekali, karena dia sudah mengetahui kalau ayahnya akan mengikutinya dan mendengarkan cerita ibunya Bunga diam-diam. Tapi dia tidak akan menyangka kalau ayahnya akan ikut masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan ibunya Bunga.
Sonia masuk kedalam rumah dan diikuti Bunga dari belakang. Sonia berlalu ke dapur untuk membuatkan Hermawan kopi. Malam ini pasti malam yang panjang. keluhnya.
"Iya sayang, ibu baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatir kayak gitu" ucap Sonia sambil memeluk Bunga.
"Ibu tidak ingin sedih saja" ucap Bunga sambil melepaskan pelukan ibunya.
"Terima kasih sayang" ucap Sonia kembali memeluk Bunga.
__ADS_1
Sonia sangat menyayangi Bunga. Setelah suaminya meninggal Bunga adalah satu-satu nya alasan Sonia untuk tetap bertahan hidup. Dia adalah anak yatim, dia tumbuh besar seorang diri.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca novel karyaku, tolong dibantu like, komen dan vote ya. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗