
Selesai makan siang, Hermawan sudah tidak membahas lagi soal masa lalunya, dia tenggelam dalam pikirannya sendiri diruang kerjanya.
Aditya dan Bunga tidak mau menanyakan juga, apalagi Aditya dia memberikan ayahnya waktu untuk tenang, setelah itu mungkin ayahnya mau bercerita lebih banyak lagi nantinya.
Bunga mengambil hp di tasnya, dia menekan tombol panggilan nomor ibunya. Panggilan pun tersambung "Halo Ibu" tanya Bunga mengawali panggilannya.
"Iya nak, ada apa kamu menelepon ibu" ucap Sonia.
"Ibu mengenal Tuan Hermawan?" tanya Bunga.
Sonia hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan anaknya kini pikirannya sudah kemana-mana. Hatinya mulai mengingat masa lalunya. Tiba-tiba Bunga membuyarkan lamunan Sonia, dengan sedikit teriakkan memanggil ibunya.
"Ibu, halo ibu?" tanya Bunga lagi karena tidak mendengar jawaban atau suara dari ibunya dibalik teleponnya.
"Iya nak, ibu mengenalnya. Kenapa?" jawab Sonia sambil menahan tangisnya.
Sonia sudah mengubur masa lalunya dalam-dalam, sekarang anak kandungnya kembali menanyakan sosok lelaki yang dia cintai dimasa lalu.
"Bunga butuh penjelasan ibu" ucap Bunga.
"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Sonia balik.
"Semuanya ibu, semuanya" jawab Bunga.
"Baiklah, ibu akan menceritakannya nanti kalau kamu sudah pulang. Sekarang ibu ingin beristirahat dulu" ucap Sonia sambil memutuskan panggilan telepon anaknya.
Bunga pun menuruti permintaan ibunya, dia tidak akan memaksa ibunya untuk bercerita di telepon sekarang. Selesai meletakkan kembali hp ke dalam tasnya, Bunga kembali kedalam rumah, sebelumnya dia pergi ke teras rumah untuk telepon.
Bunga tidak menemukan Aditya diruang tamu, dia memberanikan diri bertanya kepada pelayan untuk menanyakan dimana tuan mudanya sekarang.
"Maaf Bi, Aditya kemana ya?" tanya Bunga.
__ADS_1
"Tuan muda di kamarnya Nona, dan Nona diminta untuk menemui tuan muda dikamar nya setelah selesai menelepon" jelas Bibi.
Kenapa aku di suruh ke kamarnya segala sih. gumam Bunga. Pikirannya sudah kemana-mana.
"Maaf Nona apa perlu saya antar" tanya Bibi yang melihat Bunga kebingungan.
"Eh ya, tidak Bi, tunjukan saja kamarnya disebelah mana biar aku pergi sendiri" ucap Bunga.
"Kamar Tuan muda di atas belok kanan paling pojok sendiri" jelas Bibi sambil menunjuk arah kamar Aditya.
"Baik Bibi terima kasih" jawab Bunga.
Kemudian Bunga naik keatas untuk mencari letak kamar Aditya, dengan mudah dia sudah bisa menemukannya, karena sebelumnya dia sudah pernah ke kamar Aditya pas kejadian waktu itu. Tapi dia bertanya lagi, karena takut salah masuk kamar. Maklumlah rumah Aditya begitu besar, semua tembok dan kamar semua sama kalau orang yang belum pernah tinggal di rumah Aditya.
Pintu kamar Aditya sedikit terbuka, Bunga mengintip dari luar, dia tidak berani masuk takut kalau Aditya berbuat macam-macam kepadanya nanti.
"Mau berdiri diluar terus" teriak Aditya yang membuat Bunga terkejut.
"Duduklah disini" pinta Aditya, yang sudah duduk di sofa kamarnya terlebih dahulu.
Bunga pun mengikuti permintaan Aditya, dia duduk di sebelah Aditya. Bunga memperhatikan Aditya yang sedang duduk memangku laptop.
Apa yang dia kerjakan sih. gumam Bunga.
"Tunggu sebentar aku selesaikan dulu pekerjaanku" jelas Aditya tanpa melirik Bunga, tatapannya masih fokus ke laptopnya.
Menyuruhku kesini, tapi dia malah sibuk bekerja. gerutu Bunga.
Aditya mendengar gerutu Bunga, senyum tipis menyelimuti wajahnya.
"Tunggulah sebentar, aku tidak lama. Kalau kamu bosan, kamu bisa menonton televisi dahulu" ucap Aditya.
__ADS_1
"Tidak ah, aku tidak suka menonton televisi kebanyakan acara gosip" jawab Bunga.
Bunga pun mengeluarkan Hp di tasnya, ternyata ada pesan dari Rina. Bunga pun membacanya "Mbak Bunga bahan untuk membuat kue sudah mulai menipis, mbak Bunga bisa belanja kapan kira-kira".
"Sore nanti aku belanjakan. Kamu catat apa saja yang kurang lalu kirim ke aku" balasan pesan Bunga.
Bunga melirik Aditya setelah mengakhiri pesan dengan Rina.
"Ada apa?" tanya Aditya, setelah melihat lirikan Bunga yang mengartikan sesuatu.
"Bahan kue di toko sudah mulai menipis. Bisa antar aku belanja nanti sore" pinta Bunga dengan lembut.
"Baiklah" jawab Aditya, terus melanjutkan pekerjaannya.
Lama sekali Bunga menunggu Aditya menyelesaikan pekerjaan, kantuk pun datang dia berkali-kali menguap dan akhirnya dia sudah tidak bisa menahannya. Bunga terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih sudah membaca novel karyaku, semoga suka. Tolong dibantu like, komen dan vote nya. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1