BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
24


__ADS_3

Aditya tiba di rumah Bunga, Sonia yang mendengar ada suara mobil masuk ke dalam pekarangan rumah langsung mendekatinya. Aditya keluar dari dalam mobilnya.


"Malam Bu" sapa Aditya.


"Malam Nak" jawab sapaan Aditya.


"Bunga tertidur waktu dijalan, biar aku gendong dia masuk masuk" ucap Aditya, langsung membuka pintu mobil dan menggendong Bunga masuk ke dalam rumah.


Sonia membantu menutup kembali pintu mobil, dan segera menyusul Aditya masuk ke dalam. Sonia menyuruh Aditya untuk membawa Bunga langsung ke dalam kamarnya. Aditya pun mengiyakan.


Aditya menaruh Bunga di atas ranjang, dia merapikan Bunga dan menyelimutinya. Setelah itu dia langsung keluar kamar dan menemui Sonia.


"Duduklah ibu buatkan kopi" pinta Sonia.


"Baik Bu, terima kasih" jawab Aditya sambil duduk di sofa.


Sonia kembali dari dapur dengan membawa dua cangkir kopi untuk Aditya dan dirinya, karena dia mau bertanya kenapa pulang pergi bisa bareng lagi. Aditya menjelaskan semuanya kepada Sonia, tanpa di tutup-tutupi.


"Bu kalau Aditya menikah dengan Bunga, apa ibu setuju" tanya Aditya tiba-tiba yang mengagetkan Sonia.


"Menikah, apa nak Aditya tidak salah mau menikahi Bunga, sedangkan nak Aditya anak orang terpandang di kota ini. Bunga hanya anak seorang penari, mantan penari jelasnya. Apa orang tua nak Aditya juga mau menerima Bunga, jadi nak tolong pikirkan baik-baik. Jangan terbawa perasaan sesaat saja" jelas Sonia.

__ADS_1


"Aditya sungguh-sungguh sama Bunga Bu, Aditya tidak bisa berjanji apa-apa, tapi Aditya akan selalu berusaha membahagiakan Bunga, Aditya juga menerima Bunga apa adanya, karena itu yang Aditya suka dari Bunga, apa adanya dan juga Bunga wanita yang mandiri itu yang membuat Aditya sayang kepada Bunga, soal ayah Aditya biar Aditya yang mengurusnya. Sekarang Aditya memohon doa restu ibu terlebih dahulu" Aditya meyakinkan Sonia dengan sungguh-sungguh.


Sonia terdiam sejenak, memikirkan ucapan Aditya barusan. Sebenarnya Sonia sangat menyukai Aditya, di pikirannya Aditya adalah sosok laki-laki yang mandiri, sederhana dan perhatian. Tapi lagi-lagi Sonia, tidak mau anaknya terluka karena harapan yang kosong.


"Jalani saja dulu kemana kalian melangkah, ibu akan mendukungmu dan Bunga" ucap Sonia.


"Terima kasih Bu" jawab Aditya.


Aditya pamit pulang sebelum larut malam. Sonia mengantar Aditya ke depan, setelah Aditya pergi Sonia masuk ke dalam rumah dan melihat putrinya sebelum beristirahat. Sonia melihat wajah putrinya yang saat itu tertidur pulas. "Ibu menyayangi mu nak" ucap Sonia lirih sambil merapikan rambut putrinya yang menutupi wajah anaknya itu. Sonia memutuskan tidur bersama anaknya malam itu.


.


.


.


"Hari ini kamu kemana saja, tadi ayah ke kantor mu tapi kata Arya kamu hanya sampai siang saja, setelah itu kamu tidak kembali lagi" tanya Hermawan, untuk menghentikan langkah anaknya.


"Ada apa ayah ke kantor, kalau ayah ada perlu dengan Aditya langsung telpon Aditya saja tidak perlu repot-repot datang ke kantor" jawab Aditya.


"Apakah kamu tidak mau memulai hubungan dengan Citra" tanya Hermawan lagi.

__ADS_1


"Sebaiknya ayah berhenti untuk memaksa Aditya untuk menjalin hubungan dengan Citra, karena Citra bukan wanita yang baik buat Aditya dan untuk keluarganya lebih baik ayah menyelidiki mereka, kenapa mereka mau menjodohkan anaknya dengan Aditya" jelas Aditya.


"Apa maksudmu? Pak Setiawan adalah teman bisnis Ayah, mana mungkin dia berniat jahat sama ayah" ucap Hermawan menjelaskan.


"Itu pendapat Aditya, kalau ayah tidak sependapat dengan Aditya tidak apa-apa, tapi jangan paksa Aditya untuk menuruti kemauan ayah. Aditya sudah dewasa, sudah bisa menilai mana yang baik buat Aditya dan tidak" ucap Aditya berlalu meninggalkan Hermawan.


Hermawan hanya diam dan memikirkan perkataan anak nya barusan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih.. Semoga suka dengan ceritanya jangan lupa like, komen dan vote. 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2