
"Kamu apanya Rian?" tanya wanita tersebut.
"Maaf anda berbicara dengan saya"? tanya Rina balik.
"Ditanya balik tanya" sewot wanita itu.
"Maaf nona saya tidak mengenal anda, wajar saja saya tanya anda balik" ucap Rina.
"Aku pacarnya Rian" ucap wanita itu memperkenalkan diri.
Rina mendengar ucapan wanita itu langsung diam, hatinya terasa di iris. Rasanya dia ingin menangis saat itu juga.
"Aku peringatkan kamu, jangan coba-coba menggoda Rian, kalau tidak mau berurusan dengan ku" ucap wanita itu penuh penekanan.
"Rina" sapa Rian berjalan mendekat. Membuat mata kedua gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah suara yang memanggil salah satu dari mereka.
"Rian" ucap wanita itu sambil menghampiri Rian dan memeluknya.
Rian sontak melepaskan pelukan wanita itu dan tanpa memperdulikannya Rian mendekati Rina. "Ayo kita pergi" ajaknya.
"Tapi mas, pacarmu bagaimana?" ucap Rina.
"Pacar, bukannya kamu pacarku" ucap Rian santai dan berjalan menggandeng Rina pergi meninggalkan wanita itu.
"Sialan" umpat wanita itu. "Tunggu saja, aku tidak akan melepaskan mu" tambahnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Siapa tadi, kenapa mas Rian malah menghindar kalau benar pacarnya. gumam Rina dalam hati.
"Kamu memikirkan apa?" tanya Rian tiba-tiba, karena melihat wajah pujaan hatinya muram.
"Apa Rina boleh bertanya?" tanya Rina.
"Kenapa tidak boleh, bertanyalah?" jawab Rian.
"Siapa wanita tadi? apa benar pacar mas Rian?" tanya Rina dengan pelan takut kalau yang ditanya marah.
"Kita nonton dulu, nanti aku jelaskan" jawab Rian santai. "Yang jelas apapun yang dia katakan jangan kamu percaya semuanya" tambahnya.
Rina mengiyakan walaupun dalam hatinya masih ada ganjalan. Namun dia tidak mau membuat suasana menjadi rusuh. Rian dan Rina memilih film romantis komedi, setelah mendapatkan tiket mereka masuk ke dalam bioskop. Mereka harus menunggu lima menit untuk menonton.
"Mas wanita itu" tanya Rina sambil melihat wanita yang menyapanya tadi.
"Jangan hiraukan dia, kita menonton saja. Anggap tidak ada" ucap Rian, tanpa melihat ke arah wanita yang di bilang Rina. Karena Rian sudah tahu siapa wanita yang di maksud.
.
.
.
.
.
Sementara itu Bunga dan Aditya sudah sampai di sanggar. Bunga terlebih dulu turun dan membuka pintu sanggar, Aditya menyusulnya setelah memarkirkan mobilnya.
Bunga meletakan tas dan berganti pakaiannya. Aditya menunggunya sambil duduk dan mengeluarkan hp di dalam kantong sakunya. Dia mengecek email yang masuk, namun matanya tiba-tiba dialihkan dengan tampilan Bunga yang begitu seksi. Bunga yang tiba-tiba dilihat Aditya merasa malu, padahal sudah jadi kebiasannya berpenampilan seperti itu saat latihan sendiri, karena memudahkannya bergerak.
"Sudah anggap aku tidak" ucap Aditya.
__ADS_1
"Kamu jangan melihatku terus" ucap Bunga balik.
"Salah sendiri kamu begitu seksi malam ini" goda Aditya. "Jangan salahkan kalau aku macam-macam nanti" tambahnya.
"Awas kalau berani" ucap Bunga penuh penekanan.
"Makanya jangan hiraukan aku, cepat latihannya keburu malam" jelas Aditya.
Bunga diam dan segera melakukan pemanasan terlebih dulu sebelum dia menari supaya tidak terjadi kram nantinya.
Selesai pemanasan Bunga mulai menari, tariannya sudah mulai lentur. Gerakan demi gerakan dia lakukan dengan begitu anggunnya. Sampai mata yang menatapnya tak berkedip melihat Bunga menari.
Cantik dan anggunnya dia saat menari. gumam Aditya.
Setelah menyelesaikan satu tarian Bunga beristirahat, kemudian Rian memberikan sebotol air mineral untuk Bunga, supaya rasa lelah Bunga menghilang.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung.
Terima kasih, tolong jangan lupa vote, komen dan like. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1