
Seminggu sudah berlalu, Bunga sudah beraktifitas seperti biasanya, walaupun masih menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Dia sudah mulai menerima dengan kondisinya sekarang. Alex pun memberikan Bunga cuti sampai pulih dengan semula, karena Bunga sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri. Bunga juga sudah bisa pergi ke toko sesekali.
Hari ini Bunga mau pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kakinya dan pulang dari rumah sakit dia mau mampir ke toko kuenya.
"Bu Bunga berangkat ya" pamit Bunga kepada Sonia.
"Benar ini tidak mau ibu antar" tanya Sonia.
"Tidak udah ibu, Bunga bisa pergi sendiri. Ibu kan lagi tidak enak badan, istirahat saja di rumah" pinta Bunga.
Bunga segera pergi karena taksi sudah menunggunya diluar rumah. Bunga masuk kedalam taksi dan meminta sopir untuk mengantarnya ke rumah sakit. Taksi yang membawa Bunga pun melaju menuju rumah sakit. Sesampai di rumah sakit Bunga mendaftar ulang, setelah beberapa menit menunggu antrian akhirnya giliran Bunga masuk menemui dokter. Bunga di periksa oleh dokter. "Bagaimana keadaan kaki saya dok" tanya Bunga. "Tidak disangka kakimu banyak sekali kemajuan, Minggu depan gips nya sudah bisa dibuka, dan kamu sudah bisa berlatih berjalan" dokter menerangkan. Bunga pun mengiyakan dengan perasaan gembira. Selesai diperiksa Bunga berpamitan dengan dokter, tak lupa dia berterima kasih kepada dokter. Keluar dari rumah sakit, Bunga mencari taksi untuk mengantarnya ke toko kue.
Sudah menunggu lama Bunga tidak mendapatkan taksi sama sekali.
__ADS_1
"Hai nona bisa saya antar, dari tadi saya lihat nona tidak bisa mendapatkan taksi" tanya seorang laki-laki tiba-tiba.
"Tidak usah tuan, terima kasih" jawab Bunga.
"Jangan khawatir Nona, aku tidak akan macam-macam sama nona. Aku bersama ibuku sekarang" jelas laki-laki tersebut.
Bunga melihat ke arah mobil laki-laki itu, dan di lihatnya sesosok wanita paruh baya sedang duduk di kursi depan sambil tersenyum melihat ku.
"Bagaimana nona, ibu ku khawatir melihatmu berdiri terus dengan kaki seperti itu" laki-laki itu meyakinkan Bunga.
" Bunga Bu, nama saya Bunga" ucap Bunga. "Ayo aku antar bersama anakku" pinta Tania kembali. " Apakah tidak merepotkan jika saya ikut kalian" tanya Bunga, merasa tidak enak. "Tidak apa-apa nak, kamu tidak merepotkan. Ibu dan anak ibu malah senang bisa membantumu" jawab Tania. Kini Bunga merasa tidak enak jika menolak Tania, karena dari tadi Tania selalu meyakinkan Bunga supaya mau di antar. Akhirnya Bunga naik kedalam mobil Rian, Bunga duduk di belakang bersama Tania. Tak butuh lama, Bunga sudah akrab dengan Tania. Banyak sekali mereka bertukar cerita tentang masa lalu masing-masing. Rian melihat ibunya begitu bahagia mengobrol dengan Bunga, hati nya mulai ada sesuatu yang mengganggu. "Ibu tak biasanya langsung menyukai seseorang dengan cepat, tapi dengan gadis ini kenapa berbeda" gumam nya dalam hati.
Sesampai di toko Bunga turun, dan mengajak Tania dan Rian untuk mampir. Tania menolaknya, karena Rian harus berangkat bekerja setelah mengantarnya dari rumah sakit tadi.
__ADS_1
"Maaf Nyonya, apakah anda boleh makan kue dan sejenisnya" tanya Bunga dengan sopan. Bunga bertanya karena berniat mau membawakan cup cake buat Tania.
"Maaf Nak, ibu tidak boleh makan makanan manis karena gula darah ibu tinggi, ibu harus mengurangi gula" jawab Tania.
"Kalo tuan Rian" tanya Bunga tiba-tiba. Rian hanya diam saja melihat ke Bunga. "Tuan" panggil Bunga. Rian terkejut karena Bunga berbicara agak keras kepadanya. Ya sedari tadi Rian selalu memperhatikan Bunga.
"Maaf bisa ulangi kamu berbicara apa" pinta Rian karena malu.
"Apakah tuan Rian suka kue dan sejenisnya, kalo tuan suka saya akan membawakan beberapa cup cake favorite toko saya" ucap Bunga. Bunga minta tolong jangan menolaknya, sebagai ucapan terima kasih, karena sudah menolong Bunga tadi, imbuhnya.
"Bolehlah, jika kau tidak keberatan" jawab Rian.
"Mohon tunggu dulu di sini saya ambilkan dulu" pinta Bunga, dan langsung masuk ke toko untuk mengambilkan beberapa cup cake.
__ADS_1
Bunga keluar bersama Rina yang membawa 1 kotak besar cup cake, karena Bunga tidak bisa membawanya sendiri. Bunga meminta Rina untuk memberikan cup cake kepada Rian. Rian menerimanya, sambil mengucapkan terima kasih. Bunga pun menjawab sama-sama. Tania dan Rian berpamitan ke Bunga, tak lupa Tania berpesan kepada Bunga untuk menghubunginya atau bahkan menemuinya kalau ada waktu luang. Tania dan Rian pergi meninggalkan Bunga, mereka saling melambaikan tangan. Kemudian Bunga masuk ke dalam toko, setelah melihat mobil Rian sudah jauh.
Terima kasih sudah membaca dan atas dukungannya... jangan lupa like, komen dan vote ya... Terima kasih 🤗🤗🤗