BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
33


__ADS_3

Sampai di toko, Bunga segera masuk ke dalam toko di ikuti Aditya. Sebelum sampai di toko Bunga dan Aditya menjenguk ibunya Rina di rumah sakit. Bunga memulai menyiapkan bahan-bahan kue, Aditya yang melihat Bunga sibuk berinisiatif membantunya bersih-bersih etalase dan meja-meja pengunjung. Bunga melihat apa yang dilakukan Aditya, dengan senyum mengembang ada perasaan bangga Bunga mengenal Aditya, yang begitu pengertian kepadanya.


"Apa kau tidak apa-apa berbuat seperti itu" tanya Bunga tiba-tiba mengagetkan Aditya.


"Kau, bikin kaget saja" gerutu Aditya. "Apa lagi yang perlu aku bantu" tanya Aditya.


"Kamu tidak ada pekerjaan lainnya" tanya Aditya.


"Tidak aku seharian mau bersamamu, ada apa? kau tidak suka aku temani" ucap Aditya.


"Siapa bilang aku tidak suka kau temani, cuma aku heran bos sebuah perusahaan properti terkenal mau membantu wanita membuka toko kue yang kecil ini" jelas Bunga.


Tiba-tiba hp Aditya berbunyi, dilihatnya panggilan dari ayahnya. "Halo, ada apa yah?" tanya Aditya. "Kamu dimana? kemana semalam tidak pulang?" tanya Hermawan. "Aditya lagi berlibur di hotel A, Aditya ingin beristirahat saja" ucap nya. "Apa kau nanti malam ada waktu, kita makan malam bersama keluarga Setiawan" tanya Hermawan ragu. "Lihat saja nanti" jawab Aditya. "Baiklah anak ku lanjutkan bersenang-senangnya" ucap Hermawan dan kemudian memutuskan sambungan telepon nya.


"Dia menganggap bersih-bersih adalah liburan" gumam Bunga sambil menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Kenapa apa ada yang salah" saut Aditya yang melihat ekspresi Bunga.


"Tidak, tidak ada. Aku lanjutkan memanggang kue" ucap Bunga meninggalkan Aditya.


"Tunggu aku ikut, disini sudah selesai" pinta Aditya yang mengikuti Bunga ke dapur.


Bunga membuat kue dibantu Aditya, satu persatu kue siap untuk di jual. Bunga menata kue-kue tersebut di dalam etalase dengan begitu cantiknya. Selesai menata Bunga membuka toko miliknya, ternyata ada beberapa pengunjung sudah menunggu toko miliknya buka.


Pengunjung melihat toko yang ditunggunya sedari tadi sudah buka, segera masuk. Bunga begitu sabar dan ramah melayani pengunjung, Aditya hanya melihatnya saja. Salah satu pengunjung melihat Aditya yang dari tadi duduk bertanya kepada Bunga "Nona apa tuan itu pacar anda, aku baru melihat dia hari ini". "Dia teman ku, ada apa?" tanya Bunga. "Bukankah dia pemilik perusahan Hermawan Junior, anak dari pemilik Hermawan grup" tanya pengunjung. Bunga pun hanya diam, Aditya yang mendengar pembicaraan mereka pun tersenyum puas.


Siang hari Bunga dan Aditya makan siang berdua sambil menunggu toko milik Bunga, kue yang dijual tinggal beberapa saja. Hari ini mereka memesan makanan lewat online. "Apa kue mu sampai malam masih enak dimakan" tanya Aditya disela-sela makan. "Masih dan rasanya tidak berubah kok, kenapa" tanya Bunga. "Aku mau mengajak kamu makan malam dengan ayahku, bawalah beberapa kue untuk ayahku. Karena ayahku suka makan kue-kue kayak itu" jawab Aditya. "Kenapa kau tidak bilang, aku kan bisa membuatkan yang baru" ucap Bunga, yang kemudian melihat jam. "Masih bisa" gumamnya. Bunga berdiri menuju dapur, Aditya yang melihat Bunga belum menghabiskan makannya pun sedikit berteriak "Kau habiskan makan mu dulu, baru kau bisa buat kue lagi". Bunga yang mendengar ucapan Aditya, langsung kembali makan lagi, Bunga sebenarnya masih lapar.


Selang beberapa menit Bunga dan Aditya selesai makan, Bunga membereskan meja. Ada pengunjung masuk. "Biar aku yang melayani, kamu buat saja kue buat ayah" ucap Aditya. Bunga mengiyakan dan masuk ke dapur sambil membawa piring-piring kotor. Aditya melayani pembeli dengan sangat ramah, ternyata ada juga pengunjung yang tidak mengenali siapa itu Aditya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Tolong dibantu ya, supaya bisa up terus. jangan lupa like, komen dan vote. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2