
Diparkiran Aditya tak henti-henti nya mengomel, dia paling tidak suka kalau waktu makannya diganggu. Aditya masuk ke dalam mobil, dilihatnya Bunga hanya diam saja karena takut berbuat salah.
"Masuklah, ayo kita pergi. Aku tidak marah lagi" ucap Aditya.
Bunga mengiyakan dan masuk ke dalam mobil Aditya.
"Maaf ya bro makan kita terganggu, kita lanjut ke tempat lain gimana?" tanya Aditya melihat Rian juga keluar dari cafe. Karena Aditya tadi langsung pergi tanpa pamitan kepada Rian.
__ADS_1
"Tidak usah, aku juga sudah makan banyak tadi didalam, santai saja" jawab Rian. "Kalian mau kemana?" lanjut Rian bertanya.
"Kami ke toko saja" saut Bunga. Aditya hanya diam, karena itu pilihan Bunga.
"Boleh aku ikut bersama kalian, karena kamu Aditya punya utang cerita sama aku soal Citra dan Bunga" pinta Rian.
"Baiklah, aku tunggu di sana" jawab Aditya.
__ADS_1
Aditya dan Bunga berpamitan pergi dahulu, dan Rian mengiyakan.
Di dalam cafe, Citra menelepon ayahnya. "Pa kapan aku dan Aditya lamaran?" tanya Citra tanpa basa basi. "Om Hermawan belum kasih jawaban sayang, dia menunggu keputusan anaknya" jawab Setiawan. "Ayah harus secepatnya memaksa om Hermawan, supaya tidak perlu menunggu keputusan Aditya" pinta Citra sambil merengek. "Baiklah sayang, Papa akan usahakan" ucap Setiawan. Mereka pun memutuskan teleponnya. "Tunggu saja Aditya kamu akan menjadi miliki" dalam pikiran Citra. Sebenarnya Citra juga menyukai Aditya dari dulu, namun cintanya tidak pernah di hiraukan Aditya. Padahal Citra juga cantik, namun sikapnya benar-benar buruk. Kasar, manja, sewenang-wenang, tidak punya rasa hormat dan suka merendahkan orang lain. Itulah sebabnya Aditya tidak menyukai Citra dan ditambah niat perjodohannya sudah tidak baik.
Aditya sampai di toko Bunga. "Aku dan Citra tidak ada hubungan apa-apa, jadi kamu jangan khawatir. Yang di katakan dia tadi, itu hanya keinginan ayah ku saja. Dia tidak tahu kalau keluarga Citra berniat tidak baik kepada ayahku. Jadi kamu jangan berpikir macam-macam" jelas Aditya. "Tenang saja, aku tidak mempermasalahkannya, kita juga belum mempunyai hubungan apa-apa. Jadi kamu tidak usah menjelaskannya" ucap Bunga sedikit berbohong. Karena di dalam hatinya dia begitu terkejut dan merasa hatinya sakit mendengar ucapan wanita tadi. Aditya yang mendengar jawaban dari Bunga, merasa sedikit kecewa namun dia tidak akan menyerah untuk menaklukkan hati wanita di sebelahnya saat itu.
Bunga turun dan di ikuti Aditya masuk ke dalam toko, sampai didalam Bunga menyapa pegawainya tersebut "Rina kamu sudah makan?". "Belum Bu, toko masih ramai dan saya lupa tidak membawa bekal hari ini" jawab Rina. "Baiklah, kamu boleh pergi makan dulu biar aku yang menjaga toko" pinta Bunga. "Baik Bu" jawab Rina sambil melepaskan celemek dari badannya. Rina pun pergi meninggalkan Aditya dan Bunga berdua saja didalam toko. Aditya mencari tempat duduk, dia duduk sambil melihat ke arah Bunga. Bunga merasa tidak enak di lihat terus sama Aditya. Bunga pun menghampiri Aditya sambil membawakan secangkir teh hijau dan cup cake. "Daripada kamu melihat aku terus, nih minum dan makanlah. aku lihat tadi kamu makan cuma sedikit, sebelum wanita itu datang" ucap Bunga. Aditya tersenyum melihat Bunga perhatian kepadanya. Bunga meninggalkan Aditya, karena ada pembeli yang masuk. Bunga melayani pembeli dengan ramah sekali, dia begitu sopan dan murah senyum terhadap pembeli yang banyak kemauannya.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca novel ku, semoga suka... jangan lupa like, komen dan vote... 🤗🤗🤗🤗🤗