
Siang hari...
Bunga berangkat menuju toko bahan-bahan kue, dia pergi naik taksi. Sebenarnya Bunga belum bisa berjalan normal, dia masih sedikit terpincang-pincang. Bunga sampai di toko bahan-bahan kue, dia mengambil kereta dorong. Bunga mengambil beberapa bahan kue, setelah dirasa cukup Bunga menuju kasir dan meminta kasir untuk mengambilkan bahan-bahan tersebut dalam jumlah banyak. Setelah membayar belanjaan Bunga meminta bantuan kepada salah satu karyawan toko untuk membawakan belanjaannya. Bunga mencari taksi diluar, tanpa sengaja Bunga bertemu Rian.
"Hai nona butuh tumpangan?" tanya Rian.
"Tuan Rian" jawab Bunga.
"Iya, apa kau butuh tumpangan, aku lihat belanjaan mu banyak sekali?" tanya Rian.
"Tidak tuan terima kasih, saya bisa pulang naik taksi sendiri" jawab Bunga, sambil melihat ada taksi kosong. "Taksi" teriak Bunga.
Taksi pun berhenti, Sopir keluar dan membantu Bunga memasukan belanjaan Bunga ke dalam bagasi taksi. Rian pun segera membantu Bunga dan sopir.
"Terima kasih tuan" ucap Bunga. Setelah semua barang selesai di masukkan.
"Sama-sama, ok aku pergi dulu kalau begitu sampai bertemu lagi" pamit Rian.
"Ya tuan, hati-hati" jawab Bunga.
Bunga masuk ke dalam taksi, dan taksi pun melaju ke arah yang sudah ditentukan Bunga. Beberapa menit kemudian Bunga sampai ke tokonya, Rina keluar dan membantu Bunga membawa belanjaan. Aditya datang, melihat Bunga kelihatan susah membawa barang, Aditya langsung menghampirinya dan membantunya. Bunga pun sontak kaget di buatnya.
__ADS_1
"Jangan membawa barang berat jika kaki mu belum sembuh total, apa kamu tidak mau menari lagi" omel Aditya kesal melihat orang yang di sukai menyusahkan dirinya sendiri.
Bunga yang mendengar hanya diam kesal tapi diselingi tanya senang, karena ada yang memperhatikannya. Bunga masuk ke dalam toko dan duduk untuk beristirahat. Aditya selesai mengangkat belanjaan, terus menghampiri Bunga yang duduk di kursi pojok.
"Lain kali kalau mau belanja bilang ke aku biar aku antar, jangan pergi sendiri kayak hari ini" ucap Aditya sambil meneguk air minum yang di siapkan Bunga.
"Kamu emang tidak bekerja, katanya tadi ada pekerjaan mendadak, dan lagian aku tidak mau merepotkan orang lain kalau aku masih bisa melakukannya sendiri" jawab Bunga.
"Hem, tidak merepotkan, tidak mengganggu kalau kamu telepon dulu pasti aku usahakan" ucap Aditya.
Bunga tidak mau memperpanjangnya lagi hanya mengiyakan saja. "Kamu sudah makan siang" tanya Bunga untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ayo ajak aku makan diluar, aku lapar sekali" pinta Bunga, sambil berdiri dan pamit kepada Rina.
Aditya tersenyum dan berjalan mengikuti Bunga. Di dalam mobil Bunga bertanya "tunggu dulu, apa kau hari ini tidak sibuk".
"Tidak, urusan ku sudah selesai" jawab Aditya, sambil melajukan kendaraannya.
Bunga memilih sebuah cafe yang ingin sekali dia kunjungi. Aditya memakir mobilnya, Bunga turun dan di ikuti Aditya. Mereka masuk dan memilih satu sudut meja yang kelihatanya nyaman untuk duduk. Setelah mereka duduk, pelayan datang dan memberikan buku menu kepada Bunga melihat-lihat menu yang tertera di dalamnya, setelah selesai Bunga bertanya kepada Aditya " Mau makan apa?".
"Terserah kamu saja, yang penting tidak terlalu pedas" jawab Aditya.
__ADS_1
Bunga melihat kembali menu, kemudian memilih hidangan sup, ayam goreng, udang goreng dan tumis sayur. Selesai memesan Bunga mengembalikan menu ke pelayan, dan pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan.
Bunga dan Aditya sibuk memainkan telepon genggamnya masing-masing. Aditya membuka email dari Arya, dan mengecek satu persatu, sedangkan Bunga melihat resep-resep kue dan mempelajarinya. Sesekali Bunga memperhatikan Aditya yang sibuk dengan telepon genggamnya "Dia tampan kalau sedang diam begitu" gumamnya.
"Ada apa kau melihatku seperti itu" tanya Aditya tiba-tiba yang mengagetkan Bunga.
"Tidak, siapa yang memperhatikan mu" jawab Bunga kebingungan dan terus mengalihkan pandangannya kesembarangan arah.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih sudah mau membaca novelku, semoga suka.. jangan lupa like, komen dan vote. 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1