
Bunga dan Rina membersihkan meja-meja, lantai dan juga etalase. Aditya dan Rian mengobrol diluar sambil menunggu penjual sate membakar sate.
Selesai bersih-bersih Bunga dan Rina menata peralatan makan dan menyiapkan minum juga. Aditya dan Rian masuk dengan membawa masing-masing 2piring penuh sate beserta lontong. Setelah ditaruh di meja, Aditya mengajak semuanya untuk makan.
Bunga dan Rina makan dengan begitu lahap. "Hai kalian makan pelan-pelan saja. Makanan ini aku beli untuk 6porsi orang, jadi kalian makan yang pelan-pelan saja" pinta Rian.
Aditya hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kekasihnya makan seperti tidak makan seharian, padahal tadi siang juga sudah makan bersamanya di kantor. Siang tadi dia juga begitu lahapnya. "Sayang kenapa makan mu banyak sekali ya" tanya Aditya kepada Bunga.
"Tidak tahu" jawab Bunga cuek dan meneruskan makannya. "Tunggu dulu, apa aku tambah gendut ya?" tanya Bunga tiba-tiba.
"Tidak, siapa bilang kamu tambah gendut. Aku cuma heran saja kamu tadi siang makan juga banyak sekarang juga" jelas Aditya.
Bunga mendengar penuturan Aditya merasa lega, dia kemudian melanjutkan makannya. "Sayang malam ini kita pergi ke Sanggar ya?" pinta Bunga, keluar dari dapur sehabis mencuci piring-piring dan membersihkan dapur bersama Rina.
"Baiklah" jawab Aditya.
"Mbak Bunga sama tuan Aditya sudah jadian" tanya Rina tiba-tiba membuat Bunga dan Aditya menatapnya bersamaan, kemudian tersenyum sambil mengiyakan.
"Itu lihat mereka aja sudah jadian, kapan kita menyusul" protes Rian.
Rina hanya diam malu, namun tidak dengan Aditya dan Bunga mereka tertawa terbahak-bahak mendengar Rian merayu Rina.
"Kalian bukannya membantu malah tertawa" protes Rian.
"Rina terima saja cinta sahabatku ini, kalau dia berani macam-macam bilang saja sama aku, nanti biar aku yang kasih dia pelajaran. Kalau kau gantung lama-lama dia nanti bisa galau dan menggangguku terus" jelas Aditya.
Rina tersenyum malu.
__ADS_1
"Sudah-sudah lihat wajah Rina sudah kayak tomat merahnya" ucap Bunga. "Biarkan Rina berpikir dulu" tambahnya.
Bunga dan Aditya pergi ke Sanggar selesai dengan pekerjaannya di toko. Rian dan Rina juga meninggalkan toko setelah pekerjaan Rina selesai.
Didalam mobil Rian.
"Kita mau kemana?" tanya Rian memulai percakapan.
Rina hanya diam tidak menjawab pertanyaan Rian. Melihat itu Rian sontak meminggirkan mobilnya.
"Kenapa kita berhenti di sini mas?" tanya Rina setelah sadar mobil yang dia tumpangi berhenti dipinggir jalan.
"Kamu kenapa, apa yang kamu pikirkan?" tanya Rian.
"Tidak, tidak ada mas" jawab Rina gugup.
"Emang mas tanya apa sama Rina" tanya balik Rina.
"Kita mau kemana ini?" tanya Rian lagi.
"Terserah mas" jawab Rina.
"Kita nonton gimana, ini masih belum terlalu malam" ajak Rian.
"Nonton apa mas" tanya Rina.
"Ke sana dulu aja, baru kita pikirkan mau menonton apa?" ucap Rian.
__ADS_1
"Baiklah mas, terserah mas Rian aja" jawab Rina.
Rian kembali melajukan mobilnya menuju mall terdekat. Sampai di mall Rian memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang sudah disediakan pihak mall. Rian turun dan diikuti Rina, mereka masuk ke dalam mall dan segera menuju bioskop. Sampai di bioskop Rian menyuruh Rina untuk menunggunya, karena dia mau pergi ke toilet sebentar.
Rina mengiyakan, Rian sudah pergi ke toilet tiba-tiba seorang wanita mendekati Rina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1