BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
39


__ADS_3

Pagi hari nya..


Bunga hari ini pergi ke toko miliknya seperti biasanya, dia lebih pagi berangkat karena Rina masih ijin untuk menjaga ibunya. Lusa Rina baru masuk bekerja, Bunga harus membuat kue kue tersebut sendiri, disela-sela menunggu kue di oven Bunga melatih kakinya bergerak menari. Bunga masih merasa sakit kadang-kadang, dia juga tidak memaksakannya. Sebenarnya dia sudah bisa berjalan normal, namun untuk menari dia membutuhkan latihan lagi.


"Apa dia sibuk ya, kenapa dia tidak menelpon ku, mengganggu ku" gumam Bunga.


Bunga memikirkan Aditya di sela-sela istirahatnya, setelah berlatih menari. Bunga kembali disibukkan dengan adonan kue untuk di oven. Tak lama kue-kue tersebut sudah siap untuk dijual, Bunga menatanya dengan begitu cantik. Dia kemudian membuka toko miliknya, setelah dia selesai bersih-bersih dan menata. "Semoga hari ini habis, Aamiin" doanya.


Selang beberapa menit para pelanggan sudah berdatangan, Bunga mulai disibukan melayani para pelanggan.


.


.


.


.


Aditya POV


Aditya bangun pagi hari ini, dia ada janji dengan klien hari ini. Selesai mandi dan memakai bajunya dengan rapi Aditya berangkat ke kantor.

__ADS_1


Sampai di kantor Aditya sudah ditunggu sekretarisnya. "Pagi tuan, saya sudah menyiapkan semua berkas-berkasnya, mari kita berangkat" ucap Arya dengan sopan.


Aditya berjalan terlebih dulu, diikuti Arya dibelakang. Mereka berangkat menuju restauran langganan perusahaan Aditya untuk menjamu kliennya. Para pelayan menyambut Aditya dengan begitu sopan, salah satu pelayan mengantar Aditya menuju meja yang sudah dipesan Arya jauh-jauh hari untuk rapat.


Aditya meminta secangkir kopi, karena dia tidak sempat minum kopi sebelum berangkat bekerja. Tak lama pelayan membawakan secangkir kopi hitam pahit, Aditya langsung menikmati kopi tersebut sambil mendengarkan Arya menjelaskan apa saja yang mau dibahas hari ini bersama kliennya.


Beberapa menit kemudian klien yang ditunggu datang, Arya mempersilahkan duduk dan Aditya bangun dari duduknya untuk menyambut klien tersebut. Setelah klien duduk Arya menyuruh pelayan untuk menyajikan hidangannya, Aditya dan klien makan bersama sambil mengobrol ringan. Selesai makan, meja sudah dibersihkan dan pelayan menghidangkan kopi dan makanan ringan, Aditya mulai berbicara soal pekerjaan dengan klien setelah dirasa klien siap mendengarkannya.


Dua jam lebih Aditya dan klien membicarakan soal kerja sama, klien sangat puas dengan presentasi Aditya dan bersedia memberikan tender kepada perusahaan Aditya. Pertemuan pun selesai klien pergi meninggalkan Aditya terlebih dahulu karena masih ada urusan lainnya.


Aditya pergi bersama Arya setelah mengantar tamunya ke depan restauran. "Apa ada lagi pekerjaan yang harus aku urus" tanya Aditya kepada Arya didalam perjalanan menuju kantor.


"Baiklah, antar aku ke toko kue dekat taman kota" pinta Aditya.


"Baiklah tuan" jawab Arya, tanpa menanyakan alasannya.


Aditya sampai di toko kue milik Bunga, dia turun dan mengajak Arya untuk mampir. "Ayo masuklah, ku lihat kau tadi tidak banyak makan" ajak Aditya.


Arya tidak menolaknya, karena dia tahu betul Aditya tidak suka permintaannya ditolak kecuali alasannya benar-benar masuk akal, Aditya juga tidak memaksa seseorang dengan berlebihan.


Aditya masuk, dilihatnya Bunga sibuk melayani pembeli. Bunga melihat Aditya datang kelihatan senang, ada rasa yang terobati dihatinya setelah melihat Aditya datang. Bunga melambaikan tangan, dan menyuruh Aditya untuk duduk menunggunya. Aditya duduk ditempat biasa, diikuti Arya.

__ADS_1


"Maaf tuan, sejak kapan tuan menyukai kue" tanya Arya karena rasa penasarannya.


"Sejak aku mengenal wanita itu" jawab Aditya dengan tenangnya.


Arya sudah mengerti sekarang, bahwa tuannya sedang jatuh cinta kepada wanita itu.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen dan vote. Mohon dukungannya. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2