BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
83


__ADS_3

"Bruk" suara mobil menabrak pohon.


Aditya segera bangun dan melihat keadaan Bunga. "Sayang apa kamu baik-baik saja" ucap Aditya khawatir.


Aditya yang tidak mendengar jawaban dari Bunga segera berlari mendekat. Dan ternyata Bunga tidak sadarkan diri. Tangan dan kakinya dipenuhi dengan darah, Aditya langsung menggendongnya dan pergi untuk mencari taksi. Untungnya Aditya segera mendapatkan taksi, dan mengantarnya ke rumah sakit terdekat.


.


.


.


.


Tak butuh waktu lama taksi yang mengantar Aditya sudah sampai di rumah sakit, dia segera menggendong Bunga keluar dari taksi yang sebelumnya dia sudah bayar terlebih dahulu ongkosnya.


Aditya segera membawa Bunga masuk ke dalam IGD, dokter yang berjaga segera menolong Bunga.


"Bagaimana keadaannya" tanya Aditya dengan cemasnya.


"Dia tidak apa-apa tuan, lukanya tidak begitu parah. Kami akan membersihkan dan mengobati lukanya" jelas dokter jaga tersebut. "Kalau nona sudah siuman nanti akan kami adakan pemeriksaan lebih detail lagi, untuk memastikannya lagi" tambahnya.


"Syukurlah" ucap Aditya. "Baiklah aku, terima kasih" tambahnya.


"Maaf tuan, sebaiknya tuan saya periksa juga" ucap dokter jaga.


"Aku baik-baik saja, aku akan bersih-bersih nanti setelah kekasihku bangun dari pingsannya" ucap Aditya.


"Baiklah tuan, kalau butuh apa-apa saya ada di ruangan jaga" ucap Dokter jaga dan berlalu meninggalkan Aditya.

__ADS_1


Bunga di pindahkan di ruangan VVIP setelah diobati lukanya. Aditya menunggu di sebelah tempat tidur pasien. Dia mengeluarkan ponsel dari sakunya, Aditya menghubungi seseorang "Hai kenapa kau lama sekali" bentaknya.


"Maaf Tuan, saya sudah hampir sampai" ucap seseorang yang ditelpon Aditya yang tak lain adalah Aditya.


Sebelumnya Aditya sudah menghubungi Arya dan menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Aditya menyuruh Arya untuk menyelidiki siapa yang berani mencelakai dirinya dan Bunga. Aditya ingin membuat orang tersebut mati tak bisa hidup pun tak bisa, karena sudah berani membuat kekasihnya terluka.


"Oke aku tunggu kedatangan mu" ucap Aditya mengakhiri panggilannya.


.


.


.


.


Merasa ada yang bergerak Aditya terbangun dari tidurnya. "Sayang kau sudah sadar" katanya.


Bunga tersenyum dan mengangguk. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Bunga untuk meyakinkan dirinya.


"Aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir sayang" ucap Aditya sambil mengelus rambut kekasihnya tersebut. "Kamu mau istirahat lagi" imbuhnya.


"Tidak, aku mau duduk dan makan" jawab Bunga.


"Kamu lapar" tanya Aditya.


Bunga mengangguk.


Aditya segera mengambil makanan yang sudah dia siapkan. Dengan telaten dia menyuapi Bunga, sesekali makanan juga masuk kedalam mulutnya atas permintaan Bunga.

__ADS_1


"Sayang sebenarnya siapa yang tega terhadap kita?" tanya Bunga disela-sela makannya.


"Aku juga belum tahu, Arya masih menyelediki nya" jawab Aditya. "Kamu jangan khawatir, dia akan mendapatkan lebih dari perbuatannya" imbuhnya.


Sebenarnya Aditya sudah curiga terhadap seseorang, tapi dia tidak mau gegabah menuduh tanpa bukti, sebelum bukti terkumpul Aditya akan diam saja. Dia akan menunggu laporan dari Arya.


"Maaf ya liburan kita gagal dan rujak kamu tidak sempat kita buat" ucap Aditya.


Haha... suara tawa Bunga pecah. "Aku bukan anak kecil yang keinginannya tidak tercapai terus merajuk" ucap Bunga. "Kita bisa pergi dan makan rujak lain kali" tambahnya.


"Itu yang membuat aku sayang dan jatuh cinta padamu" ucap Aditya sambil memeluk Bunga, disertai ciuman di kening.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2