
Makanan datang, pelayan menaruh makanan dimeja. Aditya dan Bunga langsung menyantapnya, karena sudah lapar. Mereka makan dengan begitu lahap. Selesai makan, Aditya memanggil pelayan untuk meminta bill, segera pelayan mengambilnya dan Aditya membayarnya.
Aditya mengantar Bunga pulang ke toko, diperjalanan pulang "Apa habis ini kamu sibuk" tanya Bunga.
"Tidak, kenapa?" jawab Aditya.
"Bisa tolong antar kan aku ke Sanggar" tanya Bunga.
"Sanggar" Aditya mengulang perkataan Bunga karena bingung.
"Iya sanggar, tempat aku berlatih dan melatih anak-anak" jawab Bunga.
"Kamu mau apa ke sana, kakimu belum juga sembuh, jangan aneh-aneh deh" seru Aditya.
"Aku tidak aneh-aneh, cuma aku sedikit kangen dengan sanggar ku. setelah aku sakit, aku tidak pernah ke sana" ucap Bunga sambil memelas kepada Aditya.
"Baiklah aku akan mengantarmu" ucap Aditya, melajukan mobilnya menuju sanggar.
__ADS_1
Selama Bunga sakit, anak-anak di ajari teman Bunga yang satu profesi dengan Bunga di tempat Bunga menari. Bunga merasa kangen dengan keadaan sanggarnya, terutama anak dengan didiknya.
Mereka sampai di tujuan, Bunga masuk di ikuti Aditya dari belakang. Siang itu sanggar sudah sepi, karena waktu mengajar adalah pagi hari. Bunga melihat ke segala sudut sanggar, kini hatinya tiba-tiba sedih. Dia terduduk di salah satu kursi panjang dan mulai meneteskan air matanya. Aditya yang melihatnya, terus mendekatinya.
"Kenapa kau menangis?" tanya Aditya.
"Tidak, aku tidak menangis. aku cuma sedikit rindu anak-anak didik ku" jawab Bunga pelan, sambil mengusap air matanya.
Tiba-tiba Aditya menarik Bunga, dan mencium bibir Bunga yang sangat itu berwarna merah mawar, sungguh mempesona. Bunga yang terkejut dengan gerakan Aditya tiba-tiba, hanya menerimanya. Ciuman Aditya begitu menenangkan Bunga, dia ikut terhanyut dalam ciuman itu. Aditya kembali tersadar setelah beberapa menit terhanyut dalam asmara, seakan dia tidak bisa menahan nafsu. Hampir saja dia dan Bunga melakukan perbuatan diluar batas.
Aditya melepas ciumannya, dan meminta maaf kepada Bunga atas perbuatannya tadi. Hampir saja Aditya menodai Bunga karena hawa nafsu mu sesaat.
Bunga hanya diam, karena dia juga merasa nafsunya hampir membuat dia melakukan perbuatan yang bodoh.
"Tidak, aku juga ikut bersalah" ucap Bunga pelan.
Aditya terkejut dengan jawaban Bunga, yang ternyata juga menginginkannya. "Tidak, tapi tidak seperti ini caranya" gumam Aditya dalam hati. "Lebih baik kita pulang sebelum gelap, aku antar kamu pulang dulu" ucap Aditya.
__ADS_1
Aditya berjalan terlebih dulu dan Bunga mengikutinya dari belakang. Saat perjalanan didalam mobil Aditya dan Bunga terdiam, sesekali Aditya melirik Bunga yang sedari tadi hanya melihat ke arah luar.
"Bisa antar aku ke toko dulu" pinta Bunga tiba-tiba membuka pembicaraan setelah lama terdiam.
"Baiklah" jawab Aditya.
Sampai di toko, Bunga masuk dan Aditya menunggunya di dalam mobil. Tak lama Bunga keluar dan dibantu Rina membawa sedikit bahan-bahan kue, yang ingin dicoba tadi pagi. Aditya keluar dari mobil dan membantu Rina memasukan bahan-bahan tersebut ke dalam mobil. Setelah selesai, Bunga masuk ke dalam mobil sambil berpamitan kepada Rina, tak lupa Bunga berpesan untuk berhati-hati waktu pulang. Rina pun mengiyakan.
Aditya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Lagi-lagi Bunga dan Aditya tidak bicara, Aditya konsentrasi menyetir dan Bunga melihat ke sisi kiri kaca jendela mobil. Tak lama Bunga tertidur, Aditya yang melihat Bunga tertidur berhenti sejenak ditepi jalan untuk menata posisi tidur Bunga supaya nyaman. Aditya memperhatikan wajah Bunga saat tidur, lagi lagi Aditya dibuat gila dengan wajah cantik Bunga. Aditya melajukan mobilnya dengan hati-hati menuju rumah Bunga. "Aku akan mendapatkan mu segera" ucap Aditya sambil mengelus rambut Bunga.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih, masih belajar ya.. tolong bantuannya. Jangan lupa like, komen dan vote... 🤗🤗🤗🤗🤗