BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
56


__ADS_3

Bunga masih bingung dengan kejadian tadi, dia ingin mencari jawaban lewat Aditya.


"Tadi aku bicara sama siapa, kenapa aku harus memberitahukan semua bahan kue ku yang kosong kepada orang itu?" tanya Bunga.


"Tadi kau berbicara dengan Cahyadi manager di Supermaket A" jelas Aditya.


"Apa kamu tidak salah, kenapa ayahmu kenal dengan manager supermarket A?" tanya Bunga yang masih penasaran.


"Kamu itu bodoh atau memang tidak tahu". Supermarket A dibawah naungan siapa?" tanya Aditya.


Bunga masih berpikir, kemudian dia mengingat sesuatu. "Perusahan Alfa, ya Alfa adalah milik ayahnya Aditya, milik Om Hermawan" jelas Bunga terkejut.


Aditya mendengar ucapan Bunga tertawa lepas, "Masa kamu tidak mengetahuinya" ucap Aditya disela ketawanya.


"Bukan aku tidak tahu, tapi lupa" ucap Bunga malu.


"Sudah-sudah, jangan goda Bunga lagi" tegur Hermawan kepada Aditya.


Akhirnya mereka ketawa bersama sore itu.


.


.


.


Malam pun tiba.


Kenapa mbak Bunga belum datang ya. ucap Rina.


Tiba-tiba, ada mobil box berhenti di depan toko, Rina sedikit khawatir karena belum pernah ada mobil box yang datang ke toko selama dia bekerja.

__ADS_1


Seorang kurir masuk menemui Rin. "Maaf apa ini toko kue milik nona Bunga" tanya kurir.


"Iya benar, maaf ada yang bisa saya bantu, Mbak Bunganya tidak ada ditempat" jawab Bunga.


"Oh, tidak apa-apa. Saya hanya disuruh untuk mengirim bahan-bahan kue ini ke toko milik nona Bunga.


"Sebentar ya pak, saya konfirmasi dulu ke mbak Bunga" pinta Rina.


Rina mengambil hp di saku apron miliknya, panggilan pun tersambung "Halo Mbak Bunga" sapa Rina.


"Ya Rina, ada apa?" tanya Bunga.


"Mbak ini ada kiriman bahan-bahan kue dari supermarket A" tanya Rina.


"Ya Rin, tolong diterima ya. Tadi mau mengabari kamu aku lupa" jelas Bunga.


"Baik mbak Bunga" jawab Rina.


Kemudian Rina mengarahkan para kurir untuk menata bahan-bahan tersebut ke gudang. Selesai kurir mengangkat dan menata bahan di dalam gudang dengan rapi, kurir tersebut pamit dan Rina mengucapkan terima kasih.


Rina melanjutkan membersihkan toko sebelum pulang, karena hari ini kue sudah terjual semuanya sebelum waktu toko tutup.


"Akhirnya selesai juga" ucapnya sambil melepas apron di badannya.


Rina menata pakaian dan dandanannya sebelum pulang sambil mengecek kembali semuanya, dirasa sudah aman Rina pergi pulang dan mengunci toko dengan teliti.


"Kau sudah selesai" tanya Rian tiba-tiba. Yang sedari tadi sudah menunggunya di dalam mobil diparkiran.


Rina menoleh dan terkejut melihat Rian sudah berada di parkiran. Sejak kapan dia berada disitu, kenapa aku tidak mengetahuinya. gumam Rina.


"Hai kamu ditanya malah diam saja" ucap Rian kesal.

__ADS_1


"Sudah" jawab Rina cuek.


"Ayo aku antar, sekalian kita makan malam" ajak Rian.


"Tidak terima kasih, saya harus pulang. Saya mau makan malam bersama ibu di rumah saja" jelas Rina.


"Baiklah aku antar pulang saja" pinta Rian.


"Tapi apa tidak merepotkan, saya mau mampir beli bahan-bahan dapur terlebih dahulu ke pasar" jelas Rina.


"Sudah masuklah, aku antar kau kemana saja" jawab Rian dan masuk ke dalam mobil.


Rina tanpa menjawab langsung masuk ke dalam mobil milik Rian. Kemudian Rian melajukan mobilnya menuju jalan raya. Sebelumnya Rina sudah memberikan arahan dimana letak pasar yang ingin dia kunjungi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca novel karyaku, minta tolong ya like, komen dan vote. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2