BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
57


__ADS_3

Aditya mengantar Bunga pulang, setelah mereka makan malam bersama Hermawan. Malam ini Bunga ingin cepat-cepat bertemu dengan ibunya. Dia sangat penasaran, bagaimana sebenarnya hubungan Om Hermawan dengan ibunya. Apalagi setelah makan siang sampai makan malam Om Hermawan tidak memberikan penjelasan lagi.


Bunga yang tidak banyak bicara setelah makan malam, membuat Aditya sedikit khawatir.


"Kenapa kau tidak banyak bicara dari, apa yang kau pikirkan" tanya Aditya.


"Tidak, tidak ada" jelas Bunga berbohong.


"Kamu jangan membohongiku, katakan sekarang atau aku akan mencium mu" tanya Aditya sambil menggoda Bunga.


Bunga membuka matanya lebar-lebar mendengar ancaman Aditya. Sekarang yang Bunga khawatirkan bukan ibunya, tapi


juga dirinya. Kenapa sih harus mengancam begitu, tanya baik - baikkan bisa. umpatnya.


"Aku sedang memikirkan hubungan antara ibuku dan ayahmu dimasa lalu. Aku masih penasaran dengan cerita ayahmu tadi" jelasnya.


"Memangnya kenapa, itukan masa lalu mereka. Apa yang membuatmu khawatir?" tanya Aditya.


"Gimana tidak takut, kalau benar ibuku adalah cinta pertama ayahmu bagaimana kalau mereka ingin kembali bersama, bagaimana dengan hubungan kita. Kita belum memulai masa harus berpisah" ucap Bunga dengan sedih.


"Hai - hai kenapa kamu berpikiran seperti itu, percayalah mereka tidak akan egois seperti itu" bujuk Aditya supaya Bunga tidak berpikir macam-macam.


"Aku tidak tahu untuk sekarang, makanya aku ingin sekali bertemu dengan ibuku dan menanyakan semuanya. Dari tadi aku kepikiran terus, apa lagi ayahmu tidak membahasnya lagi" ucap Bunga sedih.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan berpikir macam-macam percayalah kepada ku. Apapun yang terjadi hubungan kita tidak akan kenapa-kenapa" bujuk Aditya lagi. Aditya tersenyuman senang setelah mendengar pernyataan Bunga.


Bunga hanya diam dan menatap keluar untuk melihat jalanan, hatinya benar-benar kacau sekarang. Di sepanjang jalanan Bunga dan Aditya hanya diam, sebenarnya Aditya juga merasa sedikit khawatir. Namun dia percaya sama ayahnya, ayahnya tidak akan egois kepadanya.


45 menit kemudian Aditya dan Bunga sampai di rumah Bunga, Bunga langsung turun tanpa menghiraukan Aditya dan segera masuk ke dalam rumah. Aditya hanya menggelengkan kepala melihat wanita yang dia sukai begitu khawatir dengan masalah yang belum tahu kejelasannya.


"Ibu ibu ibu dimana?" ucap Bunga mencari ibunya.


"Ya Nak, ibu disini di dapur" jawab Sonia.


"Ibu, ayo cerita kan sama Bunga, sebenarnya ibu ada hubungan apa sama ayahnya Aditya di masa lalu" tanya Bunga dengan wajah seriusnya.


"Duduklah dulu, ibu akan buat kopi buat Aditya" pinta Sonia.


"Siapa yang mengalihkan pembicaraan kita, ibu akan menceritakan semuanya sambil duduk santai" jelas Sonia.


Sonia sudah memantapkan hatinya, masa lalunya hanya masalah lalunya. Dia tidak mau mengecewakan anaknya. Bunga hanya diam dan menunggu ibunya di ruang tamu, Aditya yang baru masuk kedalam rumah hanya diam dan ikut duduk.


Sonia keluar dengan membawa tiga cangkir kopi, dia menyapa Aditya "Kamu juga penasaran dengan masa lalu ibu dan ayahmu".


"Ya Bu, maaf kalau merepotkan dan mengganggu ibu" jawab Aditya sopan.


"Tidak apa-apa, tapi setelah ibu bercerita kamu juga harus mendengarnya lagi dari ayahmu, supaya seimbang" jelas Sonia.

__ADS_1


"Ya Bu, untuk sementara Aditya mendengar dari ibu dulu, ayah masih belum mau bercerita" ucap Aditya.


"Gimana ayahmu mau bercerita yang terluka disini adalah ayahmu, yang harus mengalah banyak adalah ayahmu" sela Sonia mengingat masa lalu nya.


"Maksud ibu" tanya Aditya makin penasaran.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih, minta dukungannya ya jangan lupa like, komen dan vote. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2