
Sore hari
Aditya pulang dari kantor, dia langsung menuju kamar setelah sampai dirumahnya. Dia membuka pintu dengan supaya tidak membangunkan Bunga, karena sebelumnya dikasih tahu pembantunya bahwa Bunga sedang tidur.
Dilihatnya Bunga tertidur ditempat tidurnya, ingin rasanya dia mendekat, namun diurungkan niatnya. Aditya memilih untuk mandi. "Tunggu sampai kau jadi istriku" batin Aditya.
Lima belas menit berlalu Aditya selesai mandi dan berpakaian rumahan, karena acara makan malamnya masih lama. Dia naik ketempat tidur untuk membangunkan Bunga.
"Sayang ayo bangun" ucap Aditya lirih.
Bunga menguap dan perlahan membuka matanya. "Kapan kamu pulang?" tanya Bunga.
"Setengah jam lalu" jawab Aditya. "Mandi sana, sudah sore" tambah Aditya.
Bunga duduk dipinggiran tempat tidur, dia mengumpulkan tenaganya untuk bangun. "Kenapa hari ini aku banyak tidur ya, pagi sudah bangun siang dan bisa tidur siang juga" pikirnya.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Aditya.
"Ada yang aneh dengan ku" jawab Bunga.
"Aneh apanya?" tanya Aditya.
"Hari ini aku merasa lelah sekali dan tidurku banyak sekali" ucap Bunga.
"Sini berbaringlah biar aku pijit kamu" ucap Aditya.
__ADS_1
Bunga menoleh melihat Aditya penuh dengan tanda tanya.
"Apa?" aku cuma mau memijit bukan mau meniduri kamu" ucap Aditya setelah melihat reaksi Bunga. "Iya pun kan tidak masalah" imbuh Aditya sambil terkekeh.
"Tidak lucu" ucap Bunga sambil memukul Aditya. "Sebelum kita menikah, tidak ada itu - ituan" ucap Bunga dengan tegas.
"Iya, aku tahu, tapi cium bibir juga tidak boleh" goda Aditya.
Bunga mendengar ucapan Aditya tersipu malu. "Ah lebih baik aku mandi" ucap Bunga mengalihkan pembicaraan.
"Beneran nih gak mau aku pijit" tanya Aditya menggoda setelah melihat tingkah Bunga yang lucu.
"Tidak terima terima kasih" jawab Bunga sambil masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang, bisa bantu aku" pinta Bunga kepada Aditya.
"Ada apa, apa kamu mau aku menggosok punggungmu?" goda Aditya.
"Jangan mulai lagi deh" ucap Bunga kesal.
"Terus kamu minta dibantuin apa?" tanya Aditya.
"Anu, itu bisa mintakan pembalut kepada pelayan kamu, aku datang bulan" ucap lirih Bunga.
"Tidak dengar, bicaralah lebih keras, kamu minta apa?" ucap Aditya.
__ADS_1
"Mintakan aku pembalut" ucap Bunga dengan lantang, tapi kemudian Bunga merasa malu.
"Tunggu disitu sebentar" ucap Aditya sambil berlalu meninggalkan Bunga keluar dari kamar.
Tak butuh waktu lama seorang pelayan datang membawa sebungkus pembalut yang diinginkan Bunga.
"Nona ini pembalutnya" ucap pelayan.
"Iya Bibi, terima kasih" ucap Bunga, yang kemudian langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai bersiap Bunga keluar dengan memakai handuk kimono, karena dia mau berdandan dan supaya mudah waktu berganti pakaian nanti.
Aditya masuk ke dalam kamar membawakan cemilan untuk Bunga.
"Sayang apa yang kamu bawa?" tanya Bunga
"Nih ada buah-buahan segar" jawab Aditya sambil melihatkan isi kotak yang dibawanya.
"Wah pas banget, terima kasih sayangku" ucap Bunga.
Aditya meletakan sekotak buah-buahan segar di meja, dekat Bunga mau berdandan. Dia pergi ke ruang pakaian untuk mengambil setelan jas yang akan dia pakai.
Sambil menunggu Bunga berdandan Aditya mengambil laptop kerjanya, dia mengecek pekerjaan-pekerjaan yang tertunda tadi, karena harus pulang terlebih dulu untuk menemui Bunga. Aditya sebenarnya mau mengganggu tunangannya berdandan, namun dia sudah diancam dulu untuk tidak mengganggunya berdandan. Karena malam ini ada acara penting, Aditya mengikuti kemauan Bunga.
Hai hai maaf kalau ceritanya masih buruk, kalau ada kurang atau saran silahkan komen, bantu saya memperbaikinya... mohon dukungannya... terima kasih 🤗🤗🤗
__ADS_1