BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
66


__ADS_3

Sore hari


Aditya dan Bunga keluar dari kantor, saat di lobby mereka berpapasan dengan Rian.


"Hai Bro makin akrab saja kalian ya?" tanya Rian melihat temannya menggandeng wanita pujaannya.


"Kau datang, kenapa tidak memberitahu terlebih dulu" tanya Aditya untuk menghindari gurauan Rian.


"Kebetulan lewat kantormu, sekalian mau ngajak ke toko kekasihmu itu" jelas Rian.


"Ke toko saya" tanya Bunga tiba-tiba, dengan wajah kebingungan.


"Oh ya sayang aku lupa memberitahumu, bilang sama Rina untuk berhati-hati sama pria ini" gurau Aditya.


"Hai, kau jangan mengada-ngada, emangnya aku kenapa" tanya Rian, tidak suka jika Aditya mengompori Bunga.


Ha ha ha ha Aditya ketawa terbahak.


"Ayo jelaskan padaku apa maksudnya" tanya Bunga penasaran.


Aditya dan Rian mendengar pertanyaan Bunga tertawa bersama. Bunga pun semakin malu dibuatnya.


"Ini orang sedang jatuh cinta kepada Rina" jawab Aditya setengah menghentikan tawanya, karena melihat Bunga cemberut.


"Apa, tuan Rian suka sama Rina" tanya Bunga.


"Iya sayang" jawab Aditya sambil tersenyum


Rian pun malu dibuatnya. "Sudahlah ayo kalian mau ke toko kan" ajak Rian yang kemudian berjalan terlebih dahulu.


Tanpa berkomentar Aditya dan Bunga hanya mengikuti langkah Rian menuju parkiran, kemudian mobil mereka sudah melaju menuruni jalanan yang padat.


Cukup lama mereka bertiga baru sampai di toko milik Bunga. Rian sudah memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, kemudian Aditya menyusulnya dari belakang.


Sore ini pengunjung toko milik Bunga ramai sekali, Rina kelihatan cekatan dalam melayani para pengunjung yang datang. Bunga yang melihatnya segera membantu Rina. Aditya dan Rian pun inisiatif membantu kekasih masing-masing.

__ADS_1


Akhirnya pengunjung berkurang sedikit demi sedikit dan akhirnya pengunjung sudah habis. "Akhirnya" teriak Aditya dan Rian bersamaan. Mereka kelihatan senang sekali setelah pengunjung pergi.


Bunga dan Rina melihat tingkah lelaki pujaannya tersenyum bersamaan. "Oya aku lupa menanyakan sesuatu kepadamu?" tanya Bunga tiba-tiba kepada Rina.


"Apa mbak?" tanya Rina balik.


"Kamu ada hubungan apa sama Rian?" tanya Bunga.


"Tidak ada mbak" jawab Rina santai.


"Jangan bohong sama aku. Nanti aku tanya orangnya langsung gimana?" goda Bunga.


"Jangan mbak, aku malu" rayu Rina kepada Bunga.


"Makanya jujur sama aku" ucap Bunga.


"Dia suka sama aku mbak, dia sudah membantuku banyak sekali. Tapi aku masih ragu sama diri ku sendiri mbak. Apa aku pantas untuknya apa tidak" jelas Rina.


"Hai jangan merendah seperti itu, tanya hatimu. Jalani dengan isyarat dari hatimu" nasehat Bunga.


"Tidak, aku lagi membicarakan Rina sama Rian" jelas Bunga.


Mendengar ucapan Bunga, Rina malu. Apalagi Rian menatapnya penuh tanda tanya.


"Sudah - sudah ayo kita pergi makan bersama. Lihat wajah Rina sudah jadi tomat" goda Bunga.


"Tapi mbak kita belum bersih - bersih toko" ucap Rina.


"Iya ya" jawab Bunga sambil berpikir.


"Bagaimana kalau kita saja yang membeli makanan, kalian bersih - bersih toko dan istirahat" ucap Rian.


Aditya pun setuju dengan ajakan Rian. "Kalian siapkan aja piring sama sendok garpu disini, kita makan malam disini saja" tambah Aditya.


"Baiklah" jawab Bunga.

__ADS_1


"Kalian mau makan apa?" tanya Aditya.


"Lontong Sate" ucap Bunga dan Rina serentak.


"Boleh juga" sahut Rian.


"Baiklah kita beli lontong sate kalau begitu" jawab Aditya.


"Terus belinya dimana yang enak?" tanya Rian.


Sate..... sate...... teriak penjual keliling.


"Ah beli itu saja. Itu juga enak, karena sudah jadi langganan kita" ucap Bunga.


Tak pikir panjang, Aditya langsung pergi keluar untuk memanggil penjual sate yang lewat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2