
Bunga menemui Aditya, dilihatnya ibu nya sedang mengobrol dengan Aditya. Aditya yang melihat Bunga berjalan dengan tongkatnya, segera menghentikan bicaranya. Bunga malam ini kelihatan cantik sekali, walaupun cuma memakai pakaian rumahan dan rambut terurai. Aditya melongo di buatnya.
Bunga duduk di sebelah ibunya sambil berkata "Seru amat ngobrolnya".
"Aditya bercerita banyak dengan ibu" jawab Sonia.
"Apa aja Bu?" tanya Bunga.
"Kepo kamu" ucap Sonia sambil tersenyum usil.
"Ah, ibu pelit" bales kecut Bunga.
"Kenapa tanya ibu, gak tanya aku saja" ucap Aditya tiba-tiba.
"Hai sejak kapan kau panggil ibuku ibu" tanya Bunga sambil cemberut.
"Ibu yang meminta Aditya panggil ibu ibu Bunga, siapa tau kalian jodoh" jawab ibu sambil tersenyum usil, mengerjai anaknya.
"Ibu, mana mungkin. Baru saja kenal, dan dia itu menyebalkan sekali" ucap Bunga.
"Masa sih, sama ibu kok baik sekali ya?" canda Sonia kepada anaknya.
Bunga cemberut mendengar ibunya membela Aditya. "Kenapa sih ibu membela dia, baru aja kenal, tapi ibu sudah langsung suka saja" gerutu Bunga kesal. Bunga tiba-tiba melihat sekotak es crem di meja, dipikirannya "Apa dia yang membawanya ya".
__ADS_1
Aditya melihat Bunga yang sedang melirik sekotak es crem yang dibawanya, tiba-tiba ada niatan usil dipikirannya.
"O iya lupa Bu, tadi Aditya membawa es crem buat ibu" ucapnya, sambil melirik Bunga.
"Bukan untuk Bunga ini" jawab Sonia.
"Tadi niat sih bawain dia, berhubung dia bilang aku tidak baik, ya kasih ibu saja" ucap Aditya cuek.
Bunga mendengar apa yang di ucap Aditya semakin cemberut. "Jadi kamu datang kemari mau bertemu ibu atau aku" tanya Bunga dengan nada kesal.
"Lo siapa suruh menilai orang sebelum kenal" timpal Aditya.
Bunga semakin kesal dengan Aditya.
Bunga tidak menjawab ibunya, hanya diam dan cemberut memangku tangan.
"Makanlah ice crem itu aku bawakan buat kamu, sebagai ucapakan maaf" ucap Aditya.
"Apa, aku tidak mendengar" ucap Bunga. Sebenarnya Bunga mendengarnya, tapi pura-pura tidak mendengar supaya Aditya mengulanginya.
Bunga meminta Aditya mengulang perkataannya, tapi Aditya menolaknya.
"Kalau kamu tidak mau ya sudah" ucap Aditya kesal.
__ADS_1
"Siapa bilang tidak mau" jawab Bunga kesal.
Bunga mengambil es crem tersebut dan memakannya bersama ibunya. Sebenarnya Bunga pengen dari tadi siang es crem, karena dia malas keluar dan tidak mau merepotkan ibunya dia mengurungkan niatnya.
Aditya, Bunga dan Sonia melanjutkan mengobrol sampai waktu tengah malam. Aditya pamit kepada Sonia "Bu sudah malam, Aditya pamit pulang dulu".
" Ya nak, hati-hati dijalan dan terima kasih es crem nya" ucap Sonia.
Bunga mengantar Aditya ke depan, karena Sonia pamit pergi ke kamar dulu. Aditya masuk ke mobil dan menyuruh Bunga untuk segera masuk, malam ini udara begitu panas dan berangin.
"Kenapa dia mengkhawatirkan ku" gumam Bunga, sambil melihat Aditya pergi dari pekarangan rumahnya. Bunga masuk ke rumah dan langsung pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih dan beristirahat.
.
.
.
.
Aditya sampai dirumah, dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Tapi langkahnya di hentikan oleh suara ayahnya yang menegurnya "Baru pulang". "Ya, ada apa yah. Aditya capek mau istirahat" ucap Aditya. "Ayah minta tolong jangan bersikap cuek kepada Citra, dia anak yang baik dan sopan" pinta Hermawan kepada anaknya. "Baik menurut ayah, tapi tidak menurut Aditya" ucap Aditya berlalu meninggalkan ayahnya. "Hai, dasar anak nakal" teriak Hermawan, karena kesal ditinggal anaknya begitu saja. Aditya masuk ke kamar dan langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih, kemudian Aditya beristirahat.
Terima kasih untuk dukungannya... jangan lupa like, komen dan vote. Semoga suka dengan novel ku... 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1