
Didalam restauran Rian sudah menunggu Aditya, dia melambaikan tangan setelah melihat Aditya masuk ke dalam restauran. Aditya langsung duduk di depan Rian, dia membuka buku menu yang sudah ada di meja. Tak lama Aditya menyebutkan dia mau makan apa, Arya langsung memanggil pelayan untuk memesan. Pelayan datang dengan membawa buku catatan, Arya langsung berbicara kepada pelayan dan menyebutkan semua pesanan makan siang bosnya siang ini. Arya tidak menawari Rian karena sudah melihat Rian sudah selesai makan.
Tak lama pelayan membawakan makanan yang dipesan, dia menata makanan di atas meja dengan rapi. Selesai pelayan menaruh makanan, Aditya langsung makan. Sambil mengunyah makanannya Aditya mengobrol dengan Rian.
"Bagaimana urusan dengan perusahan xx yang bikin masalah dengan tender kita" tanya Aditya.
"Tenang sudah bisa aku atasi" jawab Rian santai.
Rian bekerja di bidang penyedia barang kontruksi, jadi pekerjaannya selalu berhubungan dengan perusahaan Aditya.
Aditya dan Rian mengobrol sampai waktu menjelang sore. Mereka sudah berganti tempat setelah selesai makan Rian mengajak Aditya untuk pergi ke cafe langganan mereka. Aditya menyuruh Arya untuk kembali ke kantor, dia menyuruh Arya untuk mengurus sisa pekerjaan di kantor. Arya pun mengiyakan, dan pergi meninggalkan bos dan sahabat bosnya.
"Kau ada rencana malam ini" tanya Rian.
"Aku mau mengantar Bunga pulang" jawab Aditya.
" Kau mau ke toko milik Bunga" tanya Rian.
"Iya, setelah dari sini. Kenapa kau tanya terus dari tadi" gerutu Aditya sedikit kesal.
"Aku juga mau ke sana" jawab Rian sambil menyeruput kopi.
Aditya berpikir sejenak, dia kebingungan dengan sikap sahabatnya itu. "Ada urusan apa kau ke sana" tanya Aditya karena penasaran. "Apa kau juga mau menemui Bunga" tanya Aditya lagi.
"Gila apa, masa aku mau merebut gebetan sahabat sendiri" jawab Rian sambil tertawa lepas.
"Terus" jawab Aditya ketus.
__ADS_1
"Emang yang di sana cuma Bunga saja" jawab Rian.
Aditya kembali berpikir, dia akhirnya mengetahui siapa seseorang yang di incar sahabatnya itu. Bibirnya tersenyum senang, "Jangan main-main dengannya" ucap Aditya memperingati sahabatnya.
"Siapa yang sedang bermain-main. Aku serius dengannya" ucap Rian cuek tapi meyakinkan. "Aku menyukainya karena kepolosannya dan ketangguhannya, dia tau menempatkan diri" jelas Rian lagi.
"Baiklah semoga kau berhasil dengan nya" Aditya memberi semangat kepada Rian.
"Thanks bro" jawab Rian.
Aditya dan Rian pergi bersama-sama ke toko milik Bunga. Mereka mengendarai mobil masing-masing, karena mereka mempunyai tujuan masing-masing.
Aditya terlebih dulu sampai ke toko milik Bunga, dia segera turun dan masuk ke dalam. Hari ini lagi-lagi hujan turun, tapi tidak deras. Memang sekarang lagi memasuki musim hujan, jadi jangan kaget kalau sewaktu-waktu hujan turun.
Bunga melihat Aditya datang, segera dia menghampirinya. "Kau sudah datang" tanyanya.
"Ya" jawab Aditya, sambil mengibaskan rambutnya yang sedikit basah kena air hujan.
Aditya melihat sekeliling mencari tempat duduk yang kosong, dilihatnya beberapa pengunjung sedang menikmati kue dan secangkir teh. Aditya memilih meja yang kosong di sudut dekat kaca. Tak lama Bunga datang membawa handuk kecil menghampiri Aditya. Dia menyerahkan handuk kepada Aditya "Keringkan rambutmu" pintanya.
Aditya menerima handuk dan mengeringkan rambutnya. "Mau kubuatkan apa?" tanya Bunga.
"Teh saja tolong" jawab Aditya.
Bunga pergi meninggalkan Aditya untuk membuatkannya secangkir teh. Rina tiba-tiba mendekati Bunga " Bu biar saya saja yang membuatkan tehnya, ibu temani tuan Aditya saja" pinta Rina.
"Tidak usah Rina, biar aku saja. Kau duduk saja" ucap Bunga sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Baiklah Bu" jawabnya.
"Eh tunggu kok aku tiba-tiba aneh ya kau panggil ibu, seperti aku sudah tua saja, lagian aku belum menikah juga" ucap Bunga tiba-tiba membuat Rina terkejut.
Kenapa baru sadar sekarang ya. Gumam Rina dalam hati. Kemana aja tambahnya.
Rina kebingungan sendiri karena dari pertama bertemu dia sudah memanggil Bunga dengan ibu, Bunga juga tidak menegurnya kalau dia salah memanggilnya.
"Terus di panggil apa dong" tanya Rina sambil tersenyum.
"Panggil saja kakak, umur kita tidak beda jauh kan" jelas Bunga.
"Baiklah" jawab Rina.
Bunga kembali ke dapur untuk membuatkan Aditya teh, dan Rina kembali duduk untuk menunggu tamu datang sambil ketawa keheranan melihat tingkah bosnya barusan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih tolong dibantu like, komen dan vote. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗