BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
41


__ADS_3

Sore pun tiba Aditya sudah menyelesaikan pekerjaan, dia pergi meninggalkan perusahaannya. Sebelum pergi dia meminta Arya untuk membereskan sisanya. Aditya menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya, kemudian dia melajukan mobilnya untuk menjemput Bunga, dia sudah berjanji mau mengantar Bunga ke sanggar.


Setelah beberapa menit, Aditya sudah sampai di toko milik Bunga. Aditya memarkiran mobilnya, dan masuk ke dalam toko. Didalam Bunga sudah selesai berbenah dan bersih-bersih.


"Tunggu sebentar aku mau ambil tas dulu" pinta Bunga setelah melihat Aditya datang.


Aditya keluar dari toko dan masuk kedalam mobil untuk menunggu Bunga, tak lama Bunga sudah keluar membawa tasnya dan mengunci toko miliknya. Kemudian dia masuk kedalam mobil Aditya.


Aditya melajukan mobilnya sesudah Bunga duduk di samping nya. "Apa kau tidak lelah" tanya Bunga membuka pembicaraan.


"Sudah tahu nanya" gerutu Aditya.


"Kenapa tidak menolaknya tadi kalau kau capek, aku bisa naik taksi" ucap Bunga kesal.


"Diam lah jangan banyak ngomong, orang bekerja pastilah capek" kesal Aditya.


"Baiklah" jawab Bunga menunduk sedih, niatnya malah membuat dia bertengkar dengan Aditya.

__ADS_1


"Sudahlah jangan dilanjutkan lagi, hari ini aku memang capek, tapi aku juga tidak mau kalau kamu pergi kemana-mana sendirian malam-malam" jelas Aditya yang tidak tega setelah memarahi Bunga.


Hujan tiba-tiba turun, Aditya mengurangi kecepatannya. "Kenapa hari ini tiba-tiba hujan ya" gumam Bunga dalam hatinya.


Kemudian mereka sampai di sanggar, Aditya memarkir mobilnya. Bunga turun terlebih dulu dan membuka pintu sanggar, Aditya mengikutinya dari belakang.


Bunga bersiap-siap untuk berlatih menari, Aditya duduk di pojok. Alunan musik terdengar, Bunga mulai menari pelan-pelan. Tak butuh waktu lama Bunga sudah terbawa alunan musik, Aditya lagi-lagi dibuat terpana melihat Bunga menari.


Kalah dengan lelahnya Aditya tiba-tiba tertidur, Bunga tidak menyadari kalau Aditya tertidur. Bunga sampai lupa diri saat menari, karena menari adalah jiwanya. Karena kelelahan Bunga menghentikan menarinya, dia mencari dimana Aditya menunggunya, sejak awal Bunga tidak memperhatikan dimana Aditya mencari duduk untuk menunggunya. Tak butuh waktu lama Bunga sudah menemukan Aditya tertidur di pojok ruangan, perlahan-lahan kaki Bunga melangkah mendekati Aditya. Dilihatnya Aditya tidur dengan sangat pulas, "Kasian dia menungguku sampai tertidur" gumam Bunga. "Ketika tidur dia begitu tampan" tambahnya. Bunga membiarkan Aditya tidur, dia juga beristirahat. Karena kelelahan Bunga tanpa sadar akhirnya tertidur juga.


"Udah malam sekali ini kenapa dia tidak membangunkan ku" gumam Aditya. Melihat Bunga tidur dengan nyenyak nya Aditya juga tidak membangunkannya. Dia berinisiatif membawa Bunga pulang ke rumahnya, karena kalau dibiarkan tidur di Sanggar bisa-bisa sakit nanti.


Aditya menggendong Bunga menuju mobilnya, setelah menidurkan Bunga didalam mobil Aditya kembali untuk mengunci Sanggar dan mengambil barang-barang milik Bunga. Kemudian Aditya melajukan mobilnya menuju kerumahnya. Diperjalanan Aditya mengirim pesan kepada Sonia ibunya Bunga.


"Bu Bunga tidak pulang malam ini, dia ketiduran waktu selesai latihan menari, dan ini sudah malam sekali mau mengantarnya. Besok pagi biar Bunga menjelaskan lagi" pesan Aditya.


"Ibu tidak membalasnya mungkin sudah tidur, gak papa yang penting aku sudah mengabarinya" gumam Aditya saat pesannya tidak kunjung dibalas.

__ADS_1


Sampai di rumah Aditya membawa Bunga masuk ke dalam kamarnya, Aditya menyuruh pembantu untuk mengganti pakaian Bunga dengan pakaian miliknya, karena pakaian yang dikenakan Bunga sudah basah keringat. Bibi sudah selesai mengganti pakaian Bunga, Aditya pun melanjutkan tidurnya di sofa kamarnya setelah membersihkan badannya.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen dan vote novelku. Terima kasih sudah mendukungku untuk terus menulis. Dibantu ya masih perlu banyak belajar. 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2