
Aditya dan Bunga yang mendengar percakapan orang tua mereka pun terkejut, apalagi Aditya yang baru saja mendengar bahwa dia bukan anak kandung dari ayahnya selama ini.
Aditya keluar dari kamar yang diikuti Bunga dengan wajah penuh pertanyaan.
"Ayah apa benar yang ayah bicarakan itu" tanya Aditya dengan wajah antara kesal dan sedih. Kenapa ayahnya selama ini tidak memberitahunya sama sekali.
"Duduklah dulu, ayah akan menjelaskan semuanya" pinta Hermawan.
Aditya pun duduk, Bunga mendekati ibunya dan memberikan pelukan untuk menghibur ibunya.
"Sebenarnya ayah akan menyimpan cerita ini sampai ayah tiada, namun ketika ayah mendengar nama Sonia kembali ayah tidak mau membuat kesalahan untuk kedua kalinya. Memang benar kamu bukan anak kandungmu, tapi ingat satu hal kamu tetap anakku, anak satu-satunya dari Hermawan. Jadi ayah minta tolong jangan kamu jadikan beban. Ibumu sudah tenang di sana, dia sudah menebus dosa-dosanya dengan cara memilih menyelamatkan kamu" jelas Hermawan.
"Dimana ayah kandung Aditya yah?" tanya Aditya.
"Ayah sudah mencari nya, tapi sampai sekarang ayah tidak bisa menemukan keberadaannya. Dia kelihatan pergi dari kota ini setelah ayah mengetahui dia selingkuhan ibumu" jelas Hermawan" jelas Hermawan.
__ADS_1
Aditya hanya terdiam, kemudian dia pergi meninggalkan rumah Bunga. Malam ini dia ingin sendiri untuk menenangkan hatinya.
"Aditya mau kemana kau" teriak Bunga.
"Sudahlah Nak, biarkan dia menenangkan hatinya dulu. Percayalah padanya, dia tidak akan melakukan hal bodoh" ucap Hermawan.
Bunga pun hanya mengiyakan ucapan Hermawan. Nanti aku akan mengirimkan pesan kepadanya. gumam nya.
Sementara itu Aditya yang sedang sedih dan kesal melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kenapa begitu tega ibu, kau melahirkan ku tanpa mengetahui siapa ayahku. umpat Aditya kesal.
Aditya sangat kecewa dengan ibunya, seharusnya dia tidak dilahirkan saja ke dunia ini.
Dering pesan hp Aditya berbunyi, ada pesan dari Bunga. "Hai kamu dimana, jangan berbuat yang macam-macam. Berpikirlah positif jangan mengambil keputusan yang salah. Kabari aku jika kau sudah tenang. Aku menunggumu" isi pesan Aditya.
Setelah membaca pesan dari Bunga, ada setitik harapan dia masih hidup sampai sekarang. Pikirannya sudah mulai tenang. Sebenarnya Aditya bukan lelaki cengeng, dia tumbuh menjadi seorang yang tegas, jujur dan bertanggung jawab, walaupun sedikit keras. Selama ini yang diterimanya adalah ibunya meninggal karena sakit setelah melahirkannya. Dia juga tidak menaruh curiga sama sekali kepada Hermawan, karena Hermawan memperlakukannya seperti anaknya sendiri, kasih sayangnya tidaklah berbeda dari ayah kandungnya sendiri.
__ADS_1
Aditya memilih menginap di hotel untuk menenangkan pikirannya. Dia memesan minuman kepada pihak hotel sebelum masuk ke dalam kamar. Malam ini dia mau minum sendirian didalam kamar hotelnya.
Bunga yang tidak mendapatkan balasan pesan dari Aditya merasa khawatir sekali, namun dia masih harus menenangkan ibunya setelah Hermawan pamit undur diri. Sonia merasa sedih sekali, semua pengorbanannya terasa sia-sia. Bagaimana dia bangkit dari rasa sakitnya yang begitu panjang, dia mengalami masa-masa sulit itu hanya demi sahabat nya.
"Ibu jangan menangis lagi, jangan bikin Bunga ikut sedih Bu" ucap Bunga terisak-isak mau menangis.
"Ibu tidak apa-apa sayang, ibu cuma ingin melepas rasa sesal ibu ini. Kamu istirahatlah biarkan ibu sendiri" ucap Sonia.
"Tapi Bu" ucap lagi Bunga.
"Percayalah sama ibu, ibu tidak akan membuatmu khawatir. Biarkan ibu menenangkan diri malam ini" pinta Sonia.
Akhirnya Bunga meninggalkan Sonia didalam kamar, dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Terima kasih, minta tolong dukungannya dengan like, komen dan vote. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1