BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
13


__ADS_3

Aditya POV


Aditya pergi ke perusahaan Rian bersama Arya untuk membicarakan masalah kerja sama nya. Tidak sekali dua kali mereka bekerja sama, tapi sudah sering.


Aditya sampai terlebih dulu di perusahaan Rian. Aditya menyuruh Arya untuk bertanya bagian lobby, apakah Rian sudah datang. Pegawai menjawab tuan Rian belum datang. Aditya mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Rian. "Halo, kamu dimana?" tanya Aditya kesal. "Maaf bro, aku mengantar ibu periksa dulu tadi, ini sudah perjalanan menuju kantor" jawab Rian menjelaskan. "Ada dengan ibu" tanya Aditya cemas, karena sudah menganggap ibu Rian adalah ibunya sendiri. "Ibu cuma kontrol seperti biasa saja" jawab Rian. Aditya memutuskan panggilannya setelah mengetahui alasan sahabat nya datang terlambat hari ini.


Beberapa menit kemudian Rian sudah sampai di kantor, dia segera menuju ke ruangnya untuk menemui sahabatnya. "Maaf teman, aku terlambat" ucap Rian setiba di dalam ruangannya. "Tak masalah" balas Aditya. Mereka pun langsung membahas masalah pekerjaan.

__ADS_1


"Tumben kau membeli kue" tanya Aditya tiba-tiba, karena melihat Rian membawanya tadi.


"Enggak, itu tadi di kasih sama kenalan. Ibu melihat seorang wanita menunggu taksi di rumah sakit, tapi tak segera mendapatkan taksi. Ibu kasihan melihat dia, karena kakinya di gips dan dibantu dengan tongkat. Jadi kami tolong untuk mengantarnya, terus dia memiliki sebuah toko kue, dikasih lah aku sebagai ucapan terima kasih" jelas Rian panjang lebar.


"Ooo... " ucap Aditya cuek.


"Terima kasih tuan Rian" jawab Arya.

__ADS_1


Tapi Aditya tidak menghiraukan nya, dia malah melanjutkan mengecek proposal- proposal. Selesai membahas masalah pekerjaan Aditya menyuruh Arya kembali ke kantor terlebih dahulu, untuk mengurusi yang lainnya. Aditya masih ingin mengobrol dengan Rian berdua, mereka mengobrol sampai lupa waktu. Hari semakin siang, Aditya mengajak Rian makan siang di luar, dan Rian mengiyakan. Mereka pergi makan ke tempat biasanya. Selesai makan siang Aditya dan Rian berpisah karena masih ada urusan pekerjaan masing-masing. Diperjalanan pulang Aditya melihat seorang wanita yang dia kenal. "Bukankah wanita itu Bunga, tapi kenapa dengan dia" gumam Aditya. Aditya terus menghentikan mobilnya dan turun menemui Bunga.


"Hai gadis penari" ucap Aditya, sambil mendekati Bunga.


Bunga menoleh setelah mendengar seseorang mengoloknya. Bunga terkejut setelah melihat siapa yang mengolok dia tadi. "Kau" ucap Bunga. " Kau kau, aku punya nama Aditya" kesal Aditya. "Tidak tanya" jawab Bunga ketus. "Ada apa dengan kaki mu dan kemana aja kau selama ini" tanya Aditya. Bunga hanya diam tanpa menghiraukan Aditya. "Hai apa kau tidak punya mulut" teriak Aditya kesal. "Apa untungnya aku menjawab pertanyaan mu" omel Bunga. Aditya mulai kesal kepada Bunga karena tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.


Bunga melanjutkan jalannya, Aditya terus mengikutinya. Bunga menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Aditya. "Kenapa kau mengikuti ku" tanya Bunga kesal. "Karena kau tidak menjawab pertanyaan ku" jawab Aditya cuek. "Apa untungnya kau tahu keadaan ku" tanya Bunga lagi. "Karena aku mengkhawatirkan mu" jawab Aditya dengan polosnya (tanpa disadari Aditya memang khawatir dengan Bunga setelah hampir sebulan penuh tidak bertemu). Bunga melongo mendengar jawaban Aditya. "Kenapa kau khawatir kepada ku saudara bukan, teman bukan, kenalan bukan, apalagi suami" tanya Bunga. Aditya kaget dengan apa yang baru iya katakan. " Tidak" jawab Aditya segera dengan wajah kesalnya. "Terus buat apa kau bertanya tentang keadaan ku" tanya Bunga lagi. Tiba-tiba..........

__ADS_1


Semoga suka.. terima kasih untuk semua dukungannya. Jangan lupa like, komen dan vote... terima kasih 🤗🤗


__ADS_2