
Aditya dan Bunga berhenti berciuman ketika ada langkah kaki mendekat. Bunga berdiri dari pangkuan Aditya dan membenahi kancing bajunya yang terbuka akibat ulah Aditya. "Hampir saja" batin Bunga setelah melihat ibunya mendekat.
"Lo katanya tadi mau mandi dan siap-siap, kok masih disini" tanya Sonia kepada Bunga.
"Iya Bu, ini Bunga mau mandi dan siap-siap" jawab Bunga dan diikuti langkahnya pergi menuju kamar.
Aditya yang melihat Bunga sudah masuk kamar, dia melanjutkan membaca laporannya yang tertunda sambil meminum kopi.
Sonia kembali kekamarnya untuk bersiap-siap, setelah selesai dari kamar mandi. Didalam kamar Bunga kebingungan harus memakai baju apa. Dia tidak mau membuat Aditya malu dikantor nanti. Akhirnya dia memutuskan memakai dres yang sopan dengan motif garis-garis memberikan kesan ramping dan seksi, walaupun sebenarnya badan Bunga sudah seksi dan ramping tanpa memakai pakaian seksi. Bunga peroleh dari dia latihan menari selama ini.
"Ehem" suara dehem dari Aditya didepan pintu kamar.
Bunga yang mendengar suara terkejut dan langsung melihat ke arah suara. "Apakah cantik pakai ini?" tanya Bunga setelah melihat Aditya datang.
"Yang penting kamu tidak pakai bikini kekantorku apapun yang kamu pakai cantik" jawab Aditya terkekeh. Melihat wanita yang dia cintai bingung berpakaian. Aditya mencintai Bunga bukan karena penampilan yang utama, tapi sikap dan perilakunya yang baik itu sudah memberi nilai tersendiri di hati Aditya, penampilan adalah bonus.
"Sudah-sudah pakai itu saja sudah cukup, ayo kita berangkat kasian Ibu sudah menunggu. Beliau sudah tidak sabar bertemu papaku" ucap Aditya sambil tersenyum.
"Iya-iya, aku ambil tas dulu" ucap Bunga.
__ADS_1
Aditya keluar dari kamar Bunga dan menuju ke mobil sambil membawa barang milik ibu mertuanya. Tak lama Bunga keluar dari kamar, dia segera menyusul Aditya dan ibunya didepan. Setelah mengunci rumah mereka pergi ke kota.
Setengah jam lebih akhirnya mereka sampai dirumah Aditya. Hermawan yang melihat mobil anaknya datang segera mendekatinya, karena memang sedari tadi dia sudah menunggu kedatangan wanita yang dicintainya.
Aditya turun dari mobil diikuti Bunga dan ibu mertuanya.
"Hai sayang" sapa Hermawan mendekati Sonia dan mencium pipi Sonia.
"Ehem" suara deheman Aditya dan Bunga bersamaan. "Ayo sayang kita masuk, kita dianggap angin sama papa" ucap Aditya pura-pura merajuk melihat papanya bermesraan dengan ibu mertuanya. Bunga mengiyakan dan mengikuti Aditya masuk ke dalam rumah meninggalkan papa mertua dan ibunya.
"Anak itu" ucap Hermawan.
"Kamu juga sih langsung nyosor aja" ucap Sonia malu.
Setelah itu Hermawan mengajak Sonia masuk ke dalam rumah. Sonia nampak terkejut melihat rumah salah satu orang terkaya di negara nya. "Apa dia tidak kesepian selama ini tinggal dirumah yang begitu besar" batin Sonia.
Sonia semakin terkejut setelah melihat isi rumah lelaki yang di cintainya sangatlah mewah, ada perasaan bangga didalam hatinya. "Kenapa kamu tidak menikah lagi setelah ibu Aditya meninggal" tanya Sonia mengawali pembicaraan setelah mereka sampai ke ruang tengah dan duduk bersama.
"Karena prinsipku waktu itu adalah menikah hanya sekali dan mencintai hanya sekali" jawab Hermawan. "Dan setelah ibu Aditya meninggal aku memutuskan untuk fokus bekerja dan mengembangkan perusahaanku" tambahnya.
__ADS_1
Sonia bangga mendengar ucapakan Hermawan, namun ada sedikit penyesalan didirinya karena dia dulu melepaskan lelaki yang begitu bertanggung jawab hanya karena sahabat yang membohonginya.
"Sudah-sudah jangan bahas masalah itu lagi, yang terpenting sekarang kita sudah berkumpul lagi" ucap Hermawan setelah melihat perubahan wajah Sonia menjadi sedih. Hermawan memegam tangan Sonia untuk menenangkan. "Sekarang kita bisa berkumpul lagi adalah hadiah atas perjuanganku dulu" ucap Hermawan sambil memeluk Sonia.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Terima kasih semuanya... maaf kalau ada kata2 yang tidak mengenakkan yang disengaja maupun tidak.