
Rian melajukan mobilnya untuk mengantar kan Rina, di dalam mobil Rina hanya diam melihat ke luar jendela. Udara malam itu sangat dingin, gerimis masih mengiringi perjalanan pulang mereka. "Kita hanya berdua saja, bicaralah" ucap Rian memecah keheningan. "Mau bicara apa tuan" tanya Rina lirih. " Bicara apa saja tentang dirimu, aku ingin banyak mengetahui tentang dirimu" ucap Rian. Namun Rina kembali diam, tanpa membalas kata-kata Rian, dia bingung harus berbicara apa.
"Baiklah kalau kamu tetap diam tidak mau bicara aku tidak memaksa" wajah kecewa Rian terlihat.
"Tuan bertanya saja apa yang ingin tuan ketahui tentang saya, biar saya yang menjawab" ucap Rina pelan.
Wajah Rian tersenyum mendengar ucapan Rina barusan. "Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Rian.
"Pacar, mana ada yang mau sama saya Tuan' jawab Rina.
"Saya mau, kalau kamu mau jadi pacar saya" jawab Rian spontan.
Rina yang mendengar ucapan Rian kembali diam dan bingung. "Apa tuan mau mempermainkan saya" tanya Rina memberanikan diri.
"Siapa yang mempermainkan kamu, emang kamu mainan mau saya permainkan?" jelas Rian. "Saya sedang mencari teman, pacar, menantu buat menjaga ibu saya, dan terutama istri untuk merawat dan melayaniku" tambah Rian.
Rina bertambah bingung dan takut. Rian melihat Rina takut juga merasa takut kalau kalau Rina terus pergi menjauh dari nya. " Aku tidak memaksa mu sekarang, tapi cobalah untuk membuka hatimu" pinta Rian, yang membuat Rina sedikit lega. "Tapi jangan lama-lama, aku juga tidak mau menunggu lama-lama" imbuh Rian.
__ADS_1
Rian sampai di depan rumah Rina, seorang wanita paruh baya keluar dari rumah. Wanita itu kelihatan pucat sekali, Rina yang melihat ibunya keluar langsung saja menghampirinya. "Ibu kenapa ibu keluar, cuaca malam ini dingin dan masih gerimis. Ayo masuk ke dalam" pinta Rina.
Tiba-tiba bruk wanita paruh baya itu pingsan, Rian yang melihatnya langsung sigap mendekat dan menggendongnya menuju ke mobil. "Ayo bawa ibumu ke dokter, beliau kelihatan sakit" seru Rian dan langsung masuk ke dalam mobil, setelah merebahkan ibu Rina didalam mobil.
Rina mengiyakan dan mengikuti Rian masuk ke dalam mobil, dia begitu khawatir melihat ibunya pingsan. Rina menjaga ibu nya di kursi belakang. Rian melajukan mobilnya dengan hati-hati. "Jangan khawatir ibumu pasti baik-baik saja" ucap Rian untuk menenangkan Rina yang saat itu terlihat begitu sedih.
Beberapa menit kemudian Rian sampai di rumah sakit, dia segera menggendong ibunya Rina masuk ke dalam UGD. Dokter jaga pun segera memeriksa ibunya Rina, perawat datang menemui Rina dan Rian untuk mengurus administrasi di bagian depan. Rian pun mengiyakan, "Aku ke depan dulu, kamu tunggu di sini kalau ada apa-apa segera temui aku" ucap Rian. Rina hanya mengangguk saja. Sebelum pergi Rian bertanya kepada Rina "O ya nama ibumu siapa?". "Santi namanya" jawab Rina.
Rian pun pergi untuk mengurus administrasi. Rina masih menunggu dokter memeriksa ibunya, tak lama dokter keluar setelah memeriksa ibunya. "Bagaimana keadaan ibu saya dok" tanya Rina dengan suara sendu karena menangis. "Ibu kamu cuma kelelahan saja, dia memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan berat dalam kondisi sakit" terang dokter. "Iya dok, tadi sebelum berangkat bekerja beliau mengeluh demam, saya suruh untuk beristirahat tapi tidak mau, dia tetap berangkat bekerja" jelas Rina. "Baiklah, lain kali tolong dijaga baik-baik ibunya. Sekarang beliau harus istirahat dulu semalam di rumah sakit sambil kita melakukan pengecekan menyeluruh apakah ada tanda-tanda penyakit berbahaya yang muncul" jelas dokter.
Rina pun mengiyakan. "Saya pamit dulu, sisa nya biar perawat yang menjelaskan" ucap dokter kemudian pergi.
"Ibu cuma kelelahan, dia sudah sakit sejak awal tapi dipaksakan untuk bekerja" jelas Rina.
"Terus apa kata dokter lagi" tanya Rian lagi.
"Ibu harus menginap semalam disini, sambil melakukan pemeriksaan lagi. Maaf tuan sudah merepotkan anda dan terima kasih sudah membantu saya dan ibu saya, kalau ada uang nanti saya ganti semuanya" ucap Rina.
__ADS_1
"Jangan khawatir tidak merepotkan dan jangan memikirkan masalah ganti, kamu rawat ibumu dulu saja" ucap Rian.
"Keluarga nyonya Santi" teriak perawat menanyakan keberadaan keluarga pasien.
Rina di ikuti Rian mendekati perawat yang memanggilnya, perawat pun menjelaskan satu persatu prosedur rumah sakit. Rian pun menyetujuinya tanpa menanyakan kepada Rina terlebih dulu, Rian yakin Rina akan menolak sebagian itu karena masalah biaya. Rina pun cuma diam saja, selang beberapa menit ibunya Rina sudah di pindahkan ke kamar inap rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah membaca novel karya ku, semoga suka... jangan lupa like, komen dan vote 🤗🤗🤗🤗🤗