
Rina pergi ke toko seperti biasanya, walaupun semalam dia tidak bisa tidur gara-gara ucapan Rian, tapi Rina masih bisa bangun pagi.
Sampai di toko dia membuka pintu toko dan menutupnya kembali, segera dia pergi ke dapur dan memakai aproon. Bahan-bahan kue dia siapkan, tak butuh waktu lama dia sudah memiliki beberapa adonan kue, ya karena Bunga sudah menakar semua bahan-bahan, Rina tinggal mengambil satu persatu dan dicampur.
Rina sudah memasukkan beberapa adonan ke oven, kemudian dia menuju bagian depan toko untuk menyapu lantai, dilanjutkan mengepelnya, tak lupa mengelap meja-meja juga.
Beberapa kue sudah matang, Rina memasukkan lagi adonan yang sudah dicetak ke oven, sambil membungkus kue-kue yang sudah matang dan dingin. Beberapa jam kemudian Rina selesai memanggang adonan menjadi kue. Kemudian Rina menata kue-kue tersebut ke dalam etalase dengan rapi dan cantik, dirasa sudah selesai dia mengganti papan di pintu yang semula close menjadi open. Rina menata bajunya dan riasannya.
"Kenapa harus berdandan sih" tanya seorang laki-laki yang sudah masuk ke dalam toko tanpa Rina sadari.
Rina terkejut melihat siapa yang mengajaknya berbicara tiba-tiba. Rina terdiam dan menghentikan kegiatannya.
"Kok malah diam, ditanya itu dijawab" tanya laki-laki itu, tak lain adalah Rian.
"Saya kan seorang pelayan, kalau saya tidak berdandan apa kata pelanggan" jelasnya.
"Pelanggan emang membayar kamu dandan, bukannya mereka kemari membeli kue bukan membeli dandannanmu" ucap Rian kesal.
"Aduh, kenapa anda jadi mempermasalahkan saya berdandan sih" kesal Rina, yang mulai kesal dengan ucapan Rina.
Kalau Anda kemari mau mengganggu saya bekerja lebih baik Anda pergi" ucap Rina yang sudah mulai emosi.
Namun Rian malah tersenyum senang melihat Rina yang sudah mulai berani kepadanya, karena sejak bertemu dia hanya diam saja tanpa banyak bicara.
__ADS_1
"Buatkan aku secangkir kopi manis dan bawakan sekalian 2 potong kue kesukaanmu" ucap Rian sambil berlalu pergi.
Rian duduk di salah satu meja yang ada di toko, tak lama Rina sudah membawa nampan berisi secangkir kopi dan 2 potong kue. Dia meletakan nya dimeja depan Rian duduk. Setelah menyuguhkannya Rina hendak pergi meninggalkan Rian, namun Rian melarangnya.
"Mau kemana?" tanya Rian.
"Kembali bekerjalah" jawab Rina.
"Duduk disini, temani aku. Pengunjung juga belum ada" pintanya.
"Tapi... " sebelum Rina sampai meneruskan bicaranya Rian sudah memotong.
"Tidak ada tapi - tapian, duduk temani aku disini" ucap Rian sedikit keras.
Rina akhirnya duduk, menemani Rian sarapan.
"Kamu sudah sarapan" tanya Rian.
"Sudah, tadi di rumah" jawab Rina cuek.
"Baiklah" ucap Rian sambil meneruskan sarapannya.
Tak lama datang satu pengunjung "Selamat pagi" sapa nya.
__ADS_1
"Pagi, selamat datang" ucap Rina sambil tersenyum ramah.
Sama orang yang tak dikenal aja senyum-senyum gitu, coba sama aku. Kalau tidak diam, ya cemberut. Gumam Rian yang tidak suka melihat Rina senyum-senyum melayani tamu.
Rina melayani pelanggan, setelah pelanggan mendapatkan apa yang ingin dibeli dan membayarnya, pengunjung berpamitan.
"Terima kasih, sampai jumpa lagi" ucap Rina.
"Hai kau sama orang lain begitu ramahnya, coba sama aku banyak diamnya" gerutu Rian yang mengajukan protesnya.
"Halo tuan Rian, saya di sini bekerja bukan main-main. Apa yang saya lakukan itu sudah menjadi pekerjaanku. Kalau sama anda kan berbeda" jelas Rina sedikit kesal.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca novel ku, minta dukungannya. Jangan lupa like, komen dan vote. 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗