BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE

BUNGA GADIS PENARI PENJUAL KUE
46


__ADS_3

Aditya melajukan mobilnya menuju rumah Bunga, mereka berhenti di sebuah lampu merah. Depannya ada taman kecil yang malam itu sedang rame pengunjung. Bunga melirik ke arah Aditya berharap Aditya mau mengajaknya.


"Apa" tanya Aditya setelah dilirik Bunga.


"Tidak" jawab Bunga.


"Tidak apanya, kau berharap aku mengajakmu ke taman itu" tanya Aditya sambil ekor matanya menatap taman di seberang jalan lampu merah.


Bunga dengan pelan menganggukkan kepalanya. "Tapi kalau kau tidak mau tidak apa-apa" ucap Bunga menambahi.


"Ayo kita cari parkir dulu" ucap Aditya, setelah melihat wajah Bunga mendung.


Mendengar ajakan Aditya, Bunga merasa senang sekali. Taman itu bukan baru saja didatangi Bunga, tapi kalau dia sudah selesai dengan kegiatannya dia selalu mampir untuk kuliner jajanan. Taman itu ramai pengunjung karena banyak penjual jajanan beraneka ragam, mulai dari dalam negeri sampai luar negeri.


Aditya mendapatkan parkiran yang tidak jauh dari taman, Bunga keluar dari mobil setelah Aditya selesai memarkir mobilnya. Bunga berjalan menuju taman, Aditya mengikutinya dari belakang. Dilihatnya banyak sekali kerumunan muda mudi sedang mengobrol bercanda gurau karena hujan sudah berhenti.


Bunga melewati beberapa pembeli jajanan, dia masih bingung memilih jajanan apa yang dia mau beli. Bunga melirik Aditya yang keheranan melihat banyak sekali penjual jajanan. "Dasar orang kaya lihat begini saja sudah heran" gumam Bunga sambil tersenyum tipis.


Tak butuh waktu lama Bunga sudah membeli banyak jajanan, dari cireng, jagung bakar, cilok, dan jus. Aditya dibuat kebingungan lagi "Dia itu jajan atau jajan, banyak sekali belinya" gumam Aditya heran sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka mencari tempat kosong untuk duduk dan makan, setelah muter-muter cukup lama mereka menemukan kursi untuk mereka duduk.


"Kenapa rame sekali tempat ini" tanya Aditya.


"Ya kamu sendiri tahu disini banyak sekali yang menjual jajanan, dari jajanan khas sampai luar kota, bahkan luar negara juga ada" jelas Bunga. "Harganya pun cukup murah" tambah Bunga.


Aditya menganggukkan kepala bertanda dia sudah mengerti. Dengan lahapnya Bunga makan jajanan yang dia beli tadi secara bergantian.


"Buka mulutmu" pinta Bunga kepada Aditya.


"Tidak kau saja yang makan" jawab Aditya, menolak karena melihat jajanan yang dibeli Bunga kelihatan tidak enak, dan bukan seleranya, kecuali jagung bakar dan jus.


Apa itu cireng dan cilok, kenapa aku baru tahu jajanan itu gumam Aditya.


Aditya yang tidak ingin bertengkar dengan Bunga akhirnya menerima suapan cireng dari Bunga. Aditya mengunyah cireng itu, dia akhirnya menelan cireng setelah merasakan rasa cireng itu bagaimana.


"Bagaimana?" tanya Bunga penasaran karena Aditya tidak komen setelah makan cireng yang dia suapi, malah langsung minum jus.


"Lumayan, untuk jajanan menengah ke bawah" jawab Aditya datar.

__ADS_1


Bunga kecewa karena Aditya tidak menyukai jajanan yang dia suka, apalagi dia mendengar jajanannya cocok untuk kalangan menengah kebawah. Aditya yang melihat raut wajah Bunga berubah setelah mendengar kata-katanya barusan merasa bersalah.


"Tidak maksudku lumayan untuk aku, tapi aku masih kenyang" ucap Aditya untuk mengalihkan kata-katanya yang menyinggungnya tadi.


"Baiklah kalau kau tidak suka" jawab Bunga dengan wajah masam.


"Jangan masam begitu, baiklah baiklah aku mau makan lagi" pinta Aditya untuk menghibur Bunga.


Akhirnya Aditya mau memakan jajanan yang dibeli Bunga tadi walaupun sedikit terpaksa demi menyenangkan wanita yang dia sayangi. Mereka mengobrol sambil diselingi ketawa, mereka berbagi cerita tentang masa kecil mereka masing-masing sampai tidak terasa waktu sudah menjelang malam.


Jajanan sudah habis dan Bunga menguap mengantuk, Aditya mengajak Bunga untuk pulang. Mereka meninggalkan taman dan melanjutkan kembali menuju ke rumah Bunga.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih, jangan lupa like komen dan vote ya, mohon dukungannya supaya lebih baik lagi. 🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2